FTX Melakukan Ekspansi di UEA dengan Menerima Lisensi VAX

FTX memperluas operasinya di Uni Emirat Arab dengan mendapatkan lisensi pertukaran aset virtual (VAX) di Dubai. Lisensi tersebut diberikan kepada FTX atas ketentuan undang-undang kripto baru yang diadopsi Dubai minggu lalu.

Dalam hal tersebut, Virtual Asset Regulatory Authority (VARA) Dubai menjadi regulator aset kripto utama dalam pengembangan khusus dan zona bebas Emirat. Lisensi VAX memungkinkan FTX untuk beroperasi dalam model pasar kripto Dubai. Pasar tersebut beroperasi sesuai dengan standar global yang ditetapkan oleh regulator utama seperti Financial Action Task Force.

Menurut pendiri dan CEO FTX, yaitu Sam Bankman-Fried, FTX telah menjadi penerima lisensi bursa digital pertama dari Dubai. Ia mengatakan, “FTX bangga menjadi pemegang lisensi pertama di bawah rezim pengawasan Dubai.”

Menurut laporan dari Bloomberg, Binance juga telah memperoleh lisensi kripto Dubai yang berada di bawah program yang sama. Bursa aset kripto terbesar di dunia berdasarkan volume trading-nya tersebut dilaporkan telah berupaya untuk menerima lisensi operasional di Dubai pada minggu lalu.

- Advertisement -

Baca juga Stripe Kembali Mengadopsi Bitcoin Melalui Kerjasama dengan FTX dan Blockchain.com

Bankman-Fried menjelaskan bahwa, “Banyaknya permintaan dari pelanggannya yang berbasis di Dubai membuat FTX berencana untuk mendirikan kantor pusat regional di kota tersebut, dan menawarkan produk turunan kripto dengan kliring rekanan terpusat kepada investor institusi.”

Divisi Eropa dan Timur Tengah FTX adalah salah satu pionir di Dubai World Trade Centre, yang menjadi zona  regulator aset kripto, produk, dan operator pada Desember 2021. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Binance adalah salah satu bursa kripto pertama yang bergabung dengan pusat kripto terbaru yang didirikan oleh Dubai World Trade Centre Authority tahun lalu. Namun, untuk saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut yang disampaikan oleh pihak otoritas Binance, FTX dan Dubai terkait penerimaan lisensi tersebut.

UEA muncul sebagai salah satu negara yang paling ramah kripto karena otoritasnya di ibu kota Dubai telah meningkatkan upaya untuk memungkinkan pengembangan industri kripto. Regulator UEA membuat beberapa peraturan untuk memungkinkan aktivitas trading kripto di beberapa zona ekonomi bebas di Dubai pada tahun lalu.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/ftx-crypto-exchange-wins-license-in-dubai-to-open-local-headquarters

FTX memperluas operasinya di Uni Emirat Arab dengan mendapatkan lisensi pertukaran aset virtual (VAX) di Dubai. Lisensi tersebut diberikan kepada FTX atas ketentuan undang-undang kripto baru yang diadopsi Dubai minggu lalu.

Dalam hal tersebut, Virtual Asset Regulatory Authority (VARA) Dubai menjadi regulator aset kripto utama dalam pengembangan khusus dan zona bebas Emirat. Lisensi VAX memungkinkan FTX untuk beroperasi dalam model pasar kripto Dubai. Pasar tersebut beroperasi sesuai dengan standar global yang ditetapkan oleh regulator utama seperti Financial Action Task Force.

Menurut pendiri dan CEO FTX, yaitu Sam Bankman-Fried, FTX telah menjadi penerima lisensi bursa digital pertama dari Dubai. Ia mengatakan, “FTX bangga menjadi pemegang lisensi pertama di bawah rezim pengawasan Dubai.”

Menurut laporan dari Bloomberg, Binance juga telah memperoleh lisensi kripto Dubai yang berada di bawah program yang sama. Bursa aset kripto terbesar di dunia berdasarkan volume trading-nya tersebut dilaporkan telah berupaya untuk menerima lisensi operasional di Dubai pada minggu lalu.

Baca juga Stripe Kembali Mengadopsi Bitcoin Melalui Kerjasama dengan FTX dan Blockchain.com

Bankman-Fried menjelaskan bahwa, “Banyaknya permintaan dari pelanggannya yang berbasis di Dubai membuat FTX berencana untuk mendirikan kantor pusat regional di kota tersebut, dan menawarkan produk turunan kripto dengan kliring rekanan terpusat kepada investor institusi.”

Divisi Eropa dan Timur Tengah FTX adalah salah satu pionir di Dubai World Trade Centre, yang menjadi zona  regulator aset kripto, produk, dan operator pada Desember 2021. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Binance adalah salah satu bursa kripto pertama yang bergabung dengan pusat kripto terbaru yang didirikan oleh Dubai World Trade Centre Authority tahun lalu. Namun, untuk saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut yang disampaikan oleh pihak otoritas Binance, FTX dan Dubai terkait penerimaan lisensi tersebut.

UEA muncul sebagai salah satu negara yang paling ramah kripto karena otoritasnya di ibu kota Dubai telah meningkatkan upaya untuk memungkinkan pengembangan industri kripto. Regulator UEA membuat beberapa peraturan untuk memungkinkan aktivitas trading kripto di beberapa zona ekonomi bebas di Dubai pada tahun lalu.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/ftx-crypto-exchange-wins-license-in-dubai-to-open-local-headquarters

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here