Bursa Kripto India CoinSwitch Kuber dan WazirX Meningkatkan Kewaspadaan dengan Penonaktifan Deposit Rupee

CoinSwitch Kuber dan WazirX, dua bursa kripto terkemuka di India telah menonaktifkan deposit rupee untuk membeli mata uang kripto menggunakan sistem transfer yang didukung negara tersebut. Sistem tersebut merupakan metode yang paling banyak digunakan di India. Alhasil, langkah kedua bursa ini telah memicu pelanggan untuk menyuarakan kekhawatiran mereka di platform media sosial.

Keputusan ini merupakan tindakan lebih lanjut dari pernyataan National Payments Corporation of India (NPCI) pada minggu lalu. Pada pernyataan itu, disebutkan bahwa perusahaan tidak mengetahui adanya bursa kripto yang menggunakan kerangka kerja United Payments Interface (UPI) untuk memudahkan transfer bank.

Seorang pengguna Twitter, Avijit Debnath, bertanya kepada bursa kripto CoinSwitch di platform media sosial untuk menuntut kejelasan. Pasalnya perusahaan sudah menutup setoran INR tanpa memberikan informasi apapun. Ia berharap perusahaan setidaknya memberikan kejelasan kepada pelanggannya tentang sampai kapan deposit akan ditutup.

Menurut sumber yang mengetahui langsung tentang masalah tersebut, keputusan CoinSwitch untuk menghentikan penerimaan UPI merupakan dampak dari “ketidakpastian peraturan” setelah adanya pernyataan dari NPCI.

- Advertisement -

Baca juga Coinbase Berinvestasi dalam Cryptocurrency dan Web3 di India setelah Diluncurkannya Regulasi Pajak

Pada 1 Februari, selama presentasi Anggaran, Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengumumkan untuk mengenakan pajak pendapatan dari aset kripto dan aset digital lainnya sebesar 30%. Hal tersebut menandakan bahwa pihak berwenang telah menerima mata uang digital, akan tetapi, ketidakpastian peraturan telah membebani industri kripto.

Pemerintah sendiri belum memiliki undang-undang tentang aset kripto. Sehingga, masih belum jelas apakah pemerintah pusat ingin melarang atau mengatur mata uang digital di negara tersebut. Reserve Bank of India (RBI) mendukung pelarangan aset kripto karena adanya ancaman terhadap stabilitas keuangan, tetapi keputusan baru-baru ini untuk mengenakan pajak pendapatan dari pemerintah menunjukkan penerimaan oleh pihak berwenang.

Pada bulan Oktober, CoinSwitch mengatakan telah mengumpulkan lebih dari $260 juta untuk valuasi $1,9 miliar yang menandai peningkatan popularitas trading kripto di negara tersebut. Meskipun tidak ada data resmi yang tersedia tentang ukuran pasar kripto di India, perkiraan industri menunjukkan jumlah investor dari sekitar 2 crore, dengan total kepemilikan sekitar Rs 40.000 crore ($5,25 miliar).

Sumber: Abplive

CoinSwitch Kuber dan WazirX, dua bursa kripto terkemuka di India telah menonaktifkan deposit rupee untuk membeli mata uang kripto menggunakan sistem transfer yang didukung negara tersebut. Sistem tersebut merupakan metode yang paling banyak digunakan di India. Alhasil, langkah kedua bursa ini telah memicu pelanggan untuk menyuarakan kekhawatiran mereka di platform media sosial.

Keputusan ini merupakan tindakan lebih lanjut dari pernyataan National Payments Corporation of India (NPCI) pada minggu lalu. Pada pernyataan itu, disebutkan bahwa perusahaan tidak mengetahui adanya bursa kripto yang menggunakan kerangka kerja United Payments Interface (UPI) untuk memudahkan transfer bank.

Seorang pengguna Twitter, Avijit Debnath, bertanya kepada bursa kripto CoinSwitch di platform media sosial untuk menuntut kejelasan. Pasalnya perusahaan sudah menutup setoran INR tanpa memberikan informasi apapun. Ia berharap perusahaan setidaknya memberikan kejelasan kepada pelanggannya tentang sampai kapan deposit akan ditutup.

Menurut sumber yang mengetahui langsung tentang masalah tersebut, keputusan CoinSwitch untuk menghentikan penerimaan UPI merupakan dampak dari “ketidakpastian peraturan” setelah adanya pernyataan dari NPCI.

Baca juga Coinbase Berinvestasi dalam Cryptocurrency dan Web3 di India setelah Diluncurkannya Regulasi Pajak

Pada 1 Februari, selama presentasi Anggaran, Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengumumkan untuk mengenakan pajak pendapatan dari aset kripto dan aset digital lainnya sebesar 30%. Hal tersebut menandakan bahwa pihak berwenang telah menerima mata uang digital, akan tetapi, ketidakpastian peraturan telah membebani industri kripto.

Pemerintah sendiri belum memiliki undang-undang tentang aset kripto. Sehingga, masih belum jelas apakah pemerintah pusat ingin melarang atau mengatur mata uang digital di negara tersebut. Reserve Bank of India (RBI) mendukung pelarangan aset kripto karena adanya ancaman terhadap stabilitas keuangan, tetapi keputusan baru-baru ini untuk mengenakan pajak pendapatan dari pemerintah menunjukkan penerimaan oleh pihak berwenang.

Pada bulan Oktober, CoinSwitch mengatakan telah mengumpulkan lebih dari $260 juta untuk valuasi $1,9 miliar yang menandai peningkatan popularitas trading kripto di negara tersebut. Meskipun tidak ada data resmi yang tersedia tentang ukuran pasar kripto di India, perkiraan industri menunjukkan jumlah investor dari sekitar 2 crore, dengan total kepemilikan sekitar Rs 40.000 crore ($5,25 miliar).

Sumber: Abplive

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here