Bursa Kripto Turki Bitay Berencana Memasuki Pasar Kripto India

Bursa aset kripto yang berbasis di Turki, yaitu Bitay, dikabarkan akan memulai upaya ekspansinya di wilayah India. Hal tersebut mereka lakukan setelah mempertimbangkan perkembangan eksponensial kripto yang ada di negara tersebut. 

Bursa tersebut mengatakan bahwa nantinya mereka akan mematuhi ketentuan pajak aset kripto India. Bitay, yang merupakan bursa kripto dengan pelanggan yang berjumlah lebih dari 1 juta tersebut berencana menempatkan kantor mereka di wilayah Gurgaon.

Dalam upaya ekspansi perusahaan tersebut, mereka akan menargetkan warga India yang berusia di antara 21 dan 35 tahun. Khususnya bagi mereka yang ada di kota-kota seperti Mumbai, Delhi, Chennai, Kolkata, Pune, Hyderabad, Bangalore, Ahmedabad, Indore, Patna, Jaipur, dan Lucknow.

Menurut pernyataan dari CEO Bitay, yaitu Niyazi Yilmaz, perusahaan tersebut siap menerima dan mematuhi pajak yang telah diusulkan oleh otoritas India. Berdasarkan ketentuan, pendapatan dari aset kripto perlu membayar pajak sebesar 30%, sedangkan untuk TDS sebesar 1%. Ketentuan pajak tersebut akan diberlakukan sejak bulan Juli.

- Advertisement -

Baca Juga : GudangKripto Mengedukasi Masyarakat dengan Micro Investment

Yilmaz menambahkan bahwa dengan inisiatif mereka itu, perusahaan bermaksud untuk menjangkau retailer dan trader yang ada di India. Selain itu, pengguna yang lebih dulu melakukan registrasi akan mendapatkan Airdrop dari Bitay sesaat setelah mereka menyelesaikan KYC mereka di platform trading tersebut. 

Yilmaz juga turut mengungkapkan bahwa dengan upaya ekspansi yang mereka lakukan, mereka ingin menjadi bagian dari teknologi milenium dan menghasilkan 38% dari seluruh pendapatan kotor negaranya. Dalam sebuah tweet yang mereka publikasikan beberapa hari yang lalu, perusahaan tersebut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada India karena telah setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut. 

 

Selain India, Bitay juga berencana untuk memperluas jangkauannya di negara lain, seperti halnya  Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Estonia. Perusahaan tersebut juga mengklaim bahwa mereka telah memiliki lisensi di 12 negara bagian di Amerika Serikat. Selain dalam bidang jual beli aset kripto, Bitay mengklaim telah menghasilkan proyek dan merchandise seperti platform NFT Bitay, Kartu Visa Bitay, Bitay Recreation, dan Bitay Academy.

Sumber : cryptonewsbtc.org 

Bursa aset kripto yang berbasis di Turki, yaitu Bitay, dikabarkan akan memulai upaya ekspansinya di wilayah India. Hal tersebut mereka lakukan setelah mempertimbangkan perkembangan eksponensial kripto yang ada di negara tersebut. 

Bursa tersebut mengatakan bahwa nantinya mereka akan mematuhi ketentuan pajak aset kripto India. Bitay, yang merupakan bursa kripto dengan pelanggan yang berjumlah lebih dari 1 juta tersebut berencana menempatkan kantor mereka di wilayah Gurgaon.

Dalam upaya ekspansi perusahaan tersebut, mereka akan menargetkan warga India yang berusia di antara 21 dan 35 tahun. Khususnya bagi mereka yang ada di kota-kota seperti Mumbai, Delhi, Chennai, Kolkata, Pune, Hyderabad, Bangalore, Ahmedabad, Indore, Patna, Jaipur, dan Lucknow.

Menurut pernyataan dari CEO Bitay, yaitu Niyazi Yilmaz, perusahaan tersebut siap menerima dan mematuhi pajak yang telah diusulkan oleh otoritas India. Berdasarkan ketentuan, pendapatan dari aset kripto perlu membayar pajak sebesar 30%, sedangkan untuk TDS sebesar 1%. Ketentuan pajak tersebut akan diberlakukan sejak bulan Juli.

Baca Juga : GudangKripto Mengedukasi Masyarakat dengan Micro Investment

Yilmaz menambahkan bahwa dengan inisiatif mereka itu, perusahaan bermaksud untuk menjangkau retailer dan trader yang ada di India. Selain itu, pengguna yang lebih dulu melakukan registrasi akan mendapatkan Airdrop dari Bitay sesaat setelah mereka menyelesaikan KYC mereka di platform trading tersebut. 

Yilmaz juga turut mengungkapkan bahwa dengan upaya ekspansi yang mereka lakukan, mereka ingin menjadi bagian dari teknologi milenium dan menghasilkan 38% dari seluruh pendapatan kotor negaranya. Dalam sebuah tweet yang mereka publikasikan beberapa hari yang lalu, perusahaan tersebut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada India karena telah setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut. 

 

Selain India, Bitay juga berencana untuk memperluas jangkauannya di negara lain, seperti halnya  Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Estonia. Perusahaan tersebut juga mengklaim bahwa mereka telah memiliki lisensi di 12 negara bagian di Amerika Serikat. Selain dalam bidang jual beli aset kripto, Bitay mengklaim telah menghasilkan proyek dan merchandise seperti platform NFT Bitay, Kartu Visa Bitay, Bitay Recreation, dan Bitay Academy.

Sumber : cryptonewsbtc.org 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here