CaPres Robert F. Kennedy Berjanji Lindungi Bitcoin Terhadap “Pengawasan Intrusif”

Pada hari penutup Konferensi Bitcoin 2023 di Miami, Florida, Robert F. Kennedy Jr., seorang calon presiden dari Partai Demokrat, dengan tegas mengintegrasikan bitcoin ke dalam agenda kampanyenya ketika berbicara kepada banyak orang.

Ia menekankan pentingnya melindungi bitcoin dari apa yang disebutnya sebagai “pengawasan mengganggu”.

Dalam pidatonya, Kennedy menyampaikan keprihatinannya terhadap era digital saat ini, menggarisbawahi sejauh mana teknologi telah memberdayakan pemerintah dan perusahaan untuk mengendalikan kehidupan masyarakat.

Ia menyoroti bahwa entitas multinasional yang tidak dekat dan tanpa wajah, serta teknologi otoriter, telah mencampuri domain aktivitas individu yang dulu dianggap sebagai hal pribadi atau dimiliki oleh komunitas.

Selain itu, Kennedy menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki kemampuan untuk memantau dan melacak pergerakan, komunikasi, dan transaksi keuangan individu secara detail.

- Advertisement -

Baca Juga : Dubai Akan Membangun “Menara Bitcoin” Pertama di Dunia

Hal ini membuatnya semakin mendukung bitcoin setelah secara pribadi menyaksikan pemerintah Kanada menggunakan sistem pengawasan dan pelacakan data untuk membatasi akses pengemudi truk yang ikut serta dalam protes terhadap mandat COVID-19 terhadap rekening bank mereka, yang pada akhirnya bertujuan untuk membungkam demonstrasi tersebut.

Dalam pidato utamanya, Kennedy secara khusus mengkritik proposal Presiden Joe Biden untuk memberlakukan pajak sebesar 30% atas konsumsi energi oleh penambang bitcoin.

Ia berpendapat bahwa pajak semacam itu akan memerlukan penerapan mekanisme pengawasan yang mengganggu untuk memantau penggunaan energi setiap individu. Kennedy menegaskan bahwa hal ini akan membuka pintu bagi pemerintah untuk terus memonitor kegiatan sehari-hari rakyat.

“Ini akan menciptakan preseden buruk di mana setiap aktivitas yang membutuhkan listrik harus dipantau oleh pemerintah,” tegas Kennedy, sambil bersikeras bahwa ia akan mendukung hak individu untuk menolak penggunaan meteran pintar di rumah mereka.

Sebagai Presiden, Kennedy berkomitmen untuk memastikan bahwa hak individu untuk memiliki dan menggunakan bitcoin tidak dapat diganggu gugat, dan ia akan memperjuangkan hak-hak tersebut.

Menurutnya, pemerintah tidak berhak meminta akses ke kunci dan kata sandi bitcoin individu. Kennedy berpendapat bahwa mengatakan sebaliknya berarti menyerahkan wilayah penting kepada negara pengawas.

Inti dari bitcoin adalah keberadaan yang terdesentralisasi, di mana siapa pun dapat menjalankan node, dan hal ini tidak hanya penting bagi bitcoin itu sendiri, tetapi juga untuk menjaga demokrasi tetap terdesentralisasi.

Sumber : BitcoinNewsCom

Pada hari penutup Konferensi Bitcoin 2023 di Miami, Florida, Robert F. Kennedy Jr., seorang calon presiden dari Partai Demokrat, dengan tegas mengintegrasikan bitcoin ke dalam agenda kampanyenya ketika berbicara kepada banyak orang.

Ia menekankan pentingnya melindungi bitcoin dari apa yang disebutnya sebagai “pengawasan mengganggu”.

Dalam pidatonya, Kennedy menyampaikan keprihatinannya terhadap era digital saat ini, menggarisbawahi sejauh mana teknologi telah memberdayakan pemerintah dan perusahaan untuk mengendalikan kehidupan masyarakat.

Ia menyoroti bahwa entitas multinasional yang tidak dekat dan tanpa wajah, serta teknologi otoriter, telah mencampuri domain aktivitas individu yang dulu dianggap sebagai hal pribadi atau dimiliki oleh komunitas.

Selain itu, Kennedy menunjukkan bahwa teknologi ini memiliki kemampuan untuk memantau dan melacak pergerakan, komunikasi, dan transaksi keuangan individu secara detail.

Baca Juga : Dubai Akan Membangun “Menara Bitcoin” Pertama di Dunia

Hal ini membuatnya semakin mendukung bitcoin setelah secara pribadi menyaksikan pemerintah Kanada menggunakan sistem pengawasan dan pelacakan data untuk membatasi akses pengemudi truk yang ikut serta dalam protes terhadap mandat COVID-19 terhadap rekening bank mereka, yang pada akhirnya bertujuan untuk membungkam demonstrasi tersebut.

Dalam pidato utamanya, Kennedy secara khusus mengkritik proposal Presiden Joe Biden untuk memberlakukan pajak sebesar 30% atas konsumsi energi oleh penambang bitcoin.

Ia berpendapat bahwa pajak semacam itu akan memerlukan penerapan mekanisme pengawasan yang mengganggu untuk memantau penggunaan energi setiap individu. Kennedy menegaskan bahwa hal ini akan membuka pintu bagi pemerintah untuk terus memonitor kegiatan sehari-hari rakyat.

“Ini akan menciptakan preseden buruk di mana setiap aktivitas yang membutuhkan listrik harus dipantau oleh pemerintah,” tegas Kennedy, sambil bersikeras bahwa ia akan mendukung hak individu untuk menolak penggunaan meteran pintar di rumah mereka.

Sebagai Presiden, Kennedy berkomitmen untuk memastikan bahwa hak individu untuk memiliki dan menggunakan bitcoin tidak dapat diganggu gugat, dan ia akan memperjuangkan hak-hak tersebut.

Menurutnya, pemerintah tidak berhak meminta akses ke kunci dan kata sandi bitcoin individu. Kennedy berpendapat bahwa mengatakan sebaliknya berarti menyerahkan wilayah penting kepada negara pengawas.

Inti dari bitcoin adalah keberadaan yang terdesentralisasi, di mana siapa pun dapat menjalankan node, dan hal ini tidak hanya penting bagi bitcoin itu sendiri, tetapi juga untuk menjaga demokrasi tetap terdesentralisasi.

Sumber : BitcoinNewsCom

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar