CEO FTX Menyambut Lebih Banyak Regulasi dan CFTC Mempertimbangkan Proposal Derivatif Kripto

Listen Audio Button

CEO FTX mengungkapkan bahwa langkah bursa kripto FTX untuk mencari persetujuan regulasi untuk trading langsung dalam derivatif aset kripto akan membuka pintu untuk pengawasan lebih lanjut terhadap bisnisnya di Amerika Serikat.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat saat ini sedang mempertimbangkan permohonan dari FTX AS untuk menawarkan trading margin “non-perantara” bagi derivatif kripto. Hal tersebut berarti bahwa FTX akan menjadi jalan pintas.

Bankman Fried memberikan keterangan pada hari Rabu (27/4/22), bahwa terdapat pengawasan federal yang hilang dari bursa (kripto) yang beroperasi di Amerika Serikat. Untuk itulah ia merasa bahwa hal tersebut bisa dijadikan alasan bagi platform bursa FTX untuk mengupayakan operasi mereka di bawah badan regulasi tersebut.

- Advertisement -

Beberapa clearing house, termasuk CME Group mengatakan bahwa mereka akan menentang proposal yang diajukan oleh FTX. Hal tersebut mengarah pada keadaan saat ini, dimana para regulator secara global telah berjuang dengan cara terbaik mereka untuk mengawasi pertumbuhan yang meroket di pasar kripto. CFTC pun telah menjadwalkan diskusi publik untuk membahas trading langsung pada 25 Mei. FTX juga turut terbuka untuk mendiskusikan dan menerapkan langkah-langkah perlindungan tambahan.

Baca juga Golden State Warriors Bermitra dengan Bursa FTX AS untuk Meluncurkan Koleksi NFT Terbarunya

Menurut CoinMarketCap, FTX sendiri adalah bursa derivatif kripto terbesar kelima di dunia berdasarkan volume trading-nya. Mereka baru-baru juga mencapai valuasi $32 miliar. Di sisi lain, perusahaan tersebut secara terpisah mengumumkan pada hari Kamis (28/4/22), bahwa mereka akan menyumbangkan hingga $1 miliar untuk mitigasi perubahan iklim dan persiapan pandemi.

Bankman-Fried (CEO FTX), mengatakan bahwa bursa tersebut akan mencapai donasi sebesar $100 juta pada tahun ini. Pada akhirnya, jumlah tersebut juga akan tergantung pada seberapa baik kinerja mereka sebagai perusahaan bursa kripto. Ia juga menambahkan bahwa timnya sedang berupaya untuk memberikan lebih banyak metode penambangan kripto dan penskalaan blockchain yang berkelanjutan.

Pada bulan Maret lalu, FTX juga telah mendapatkan lisensi VAX yang memungkinkan bursa tersebut untuk melakukan operasi dan layanan bursa kripto di Dubai, Uni Emirat Arab. Setelahnya, FTX masih terus berupaya untuk melakukan ekspansi dengan memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku di setiap wilayah incarannya.

Sumber: Finance.yahoo

Listen Audio Button

CEO FTX mengungkapkan bahwa langkah bursa kripto FTX untuk mencari persetujuan regulasi untuk trading langsung dalam derivatif aset kripto akan membuka pintu untuk pengawasan lebih lanjut terhadap bisnisnya di Amerika Serikat.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat saat ini sedang mempertimbangkan permohonan dari FTX AS untuk menawarkan trading margin “non-perantara” bagi derivatif kripto. Hal tersebut berarti bahwa FTX akan menjadi jalan pintas.

Bankman Fried memberikan keterangan pada hari Rabu (27/4/22), bahwa terdapat pengawasan federal yang hilang dari bursa (kripto) yang beroperasi di Amerika Serikat. Untuk itulah ia merasa bahwa hal tersebut bisa dijadikan alasan bagi platform bursa FTX untuk mengupayakan operasi mereka di bawah badan regulasi tersebut.

Beberapa clearing house, termasuk CME Group mengatakan bahwa mereka akan menentang proposal yang diajukan oleh FTX. Hal tersebut mengarah pada keadaan saat ini, dimana para regulator secara global telah berjuang dengan cara terbaik mereka untuk mengawasi pertumbuhan yang meroket di pasar kripto. CFTC pun telah menjadwalkan diskusi publik untuk membahas trading langsung pada 25 Mei. FTX juga turut terbuka untuk mendiskusikan dan menerapkan langkah-langkah perlindungan tambahan.

Baca juga Golden State Warriors Bermitra dengan Bursa FTX AS untuk Meluncurkan Koleksi NFT Terbarunya

Menurut CoinMarketCap, FTX sendiri adalah bursa derivatif kripto terbesar kelima di dunia berdasarkan volume trading-nya. Mereka baru-baru juga mencapai valuasi $32 miliar. Di sisi lain, perusahaan tersebut secara terpisah mengumumkan pada hari Kamis (28/4/22), bahwa mereka akan menyumbangkan hingga $1 miliar untuk mitigasi perubahan iklim dan persiapan pandemi.

Bankman-Fried (CEO FTX), mengatakan bahwa bursa tersebut akan mencapai donasi sebesar $100 juta pada tahun ini. Pada akhirnya, jumlah tersebut juga akan tergantung pada seberapa baik kinerja mereka sebagai perusahaan bursa kripto. Ia juga menambahkan bahwa timnya sedang berupaya untuk memberikan lebih banyak metode penambangan kripto dan penskalaan blockchain yang berkelanjutan.

Pada bulan Maret lalu, FTX juga telah mendapatkan lisensi VAX yang memungkinkan bursa tersebut untuk melakukan operasi dan layanan bursa kripto di Dubai, Uni Emirat Arab. Setelahnya, FTX masih terus berupaya untuk melakukan ekspansi dengan memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku di setiap wilayah incarannya.

Sumber: Finance.yahoo

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here