CFTC Menuntut Pendiri Digitex Adam Todd Atas Tuduhan Menjalankan Platform Trading Derivatif Kripto Ilegal

Illust - Integrasi NFT Meta di Instagram dan Facebook Sudah Resmi Dapat Diakses Pengguna di Wilayah AS
Sumber Asset: Illustration of a weighing scale created by rawpixel.com- www.freepik.com

Adam Todd, pendiri crypto futures dan bursa spot market Digitex, telah didakwa oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) atas beberapa pelanggaran terhadap Commodity Exchange Act (CEA). Menurut pengaduan yang diajukan di Distrik Selatan Florida pada hari Jumat (30/9/22), Todd dituduh menggunakan berbagai entitas perusahaan, termasuk Digitex LLC, Digitex Ltd., Digitex Software Ltd. dan Blockster Holdings Ltd. Corp., untuk menjalankan platform trading derivatif kripto ilegal.

Tindakan penegakan CFTC terhadap Todd adalah salah satu dari serangkaian tuntutan hukum terkait kripto yang baru-baru ini diajukan oleh agensi tersebut. Mereka melakukan hal tersebut guna menindak para pelanggar hukum yang bermunculan di industri aset digital. 

Terkait hal ini, Michael Selig, seorang pengacara kripto di firma hukum Willkie Farr & Gallagher, mengatakan bahwa tindakan CFTC terhadap Adam Todd dan Digitex adalah pertama kalinya regulator tersebut menindak platform Decentralized Finance (DeFi). Alasannya adalah karena mereka gagal mendaftarkan diri sebagai bursa. Dan hal itu bukanlah hal yang mengejutkan, sebab regulator tersebut juga pernah membahas tentang platform DeFi itu.

Pengacara tersebut mengatakan bahwa mantan Komisaris CFTC, Dan Berkovitz, telah memprediksi adanya tindakan seperti ini dalam pidatonya pada bulan Juni 2021. Ia saat itu menyatakan bahwa “saya tidak hanya merasa bahwa pasar DeFi yang tidak berlisensi untuk instrumen derivatif adalah ide yang buruk, tapi saya juga tidak memandang bahwa mereka bisa menjadi legal di bawah CEA” 

- Advertisement -

Baca juga: Bursa Kripto Bittrex, Merkle Science, dan Bitgo Turut Serta Bergabung dalam CMIC

Dan kemudian Selig juga mengungkapkan bahwa Tindakan Digitex menunjukkan bahwa CFTC berfokus pada perantara yang menawarkan margin dan pembiayaan kepada trader aset kripto ritel serta platform-nya.

Karena Adam Todd dan platform Digitex tidak pernah terdaftar di CFTC sebagai merchant komisi berjangka (future commission), operasi tersebut pun dianggap telah melanggar regulasi CEA. Selain itu, Todd dan entitas tersebut pun telah dituduh gagal menerapkan praktik KYC dengan benar seperti yang disyaratkan oleh Undang-Undang Kerahasiaan Bank. Dan pelanggaran atas regulasi tersebut dapat membuat pelanggar aturan dipenjara hingga lima tahun.

Sumber: coindesk.com 

Illust - Integrasi NFT Meta di Instagram dan Facebook Sudah Resmi Dapat Diakses Pengguna di Wilayah AS
Sumber Asset: Illustration of a weighing scale created by rawpixel.com- www.freepik.com

Adam Todd, pendiri crypto futures dan bursa spot market Digitex, telah didakwa oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) atas beberapa pelanggaran terhadap Commodity Exchange Act (CEA). Menurut pengaduan yang diajukan di Distrik Selatan Florida pada hari Jumat (30/9/22), Todd dituduh menggunakan berbagai entitas perusahaan, termasuk Digitex LLC, Digitex Ltd., Digitex Software Ltd. dan Blockster Holdings Ltd. Corp., untuk menjalankan platform trading derivatif kripto ilegal.

Tindakan penegakan CFTC terhadap Todd adalah salah satu dari serangkaian tuntutan hukum terkait kripto yang baru-baru ini diajukan oleh agensi tersebut. Mereka melakukan hal tersebut guna menindak para pelanggar hukum yang bermunculan di industri aset digital. 

Terkait hal ini, Michael Selig, seorang pengacara kripto di firma hukum Willkie Farr & Gallagher, mengatakan bahwa tindakan CFTC terhadap Adam Todd dan Digitex adalah pertama kalinya regulator tersebut menindak platform Decentralized Finance (DeFi). Alasannya adalah karena mereka gagal mendaftarkan diri sebagai bursa. Dan hal itu bukanlah hal yang mengejutkan, sebab regulator tersebut juga pernah membahas tentang platform DeFi itu.

Pengacara tersebut mengatakan bahwa mantan Komisaris CFTC, Dan Berkovitz, telah memprediksi adanya tindakan seperti ini dalam pidatonya pada bulan Juni 2021. Ia saat itu menyatakan bahwa “saya tidak hanya merasa bahwa pasar DeFi yang tidak berlisensi untuk instrumen derivatif adalah ide yang buruk, tapi saya juga tidak memandang bahwa mereka bisa menjadi legal di bawah CEA” 

Baca juga: Bursa Kripto Bittrex, Merkle Science, dan Bitgo Turut Serta Bergabung dalam CMIC

Dan kemudian Selig juga mengungkapkan bahwa Tindakan Digitex menunjukkan bahwa CFTC berfokus pada perantara yang menawarkan margin dan pembiayaan kepada trader aset kripto ritel serta platform-nya.

Karena Adam Todd dan platform Digitex tidak pernah terdaftar di CFTC sebagai merchant komisi berjangka (future commission), operasi tersebut pun dianggap telah melanggar regulasi CEA. Selain itu, Todd dan entitas tersebut pun telah dituduh gagal menerapkan praktik KYC dengan benar seperti yang disyaratkan oleh Undang-Undang Kerahasiaan Bank. Dan pelanggaran atas regulasi tersebut dapat membuat pelanggar aturan dipenjara hingga lima tahun.

Sumber: coindesk.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here