Charles Hooskinson Menggenjot Pengembangan Proyek Cardano untuk Menyetarakan Kinerja dengan Jaringan Solana

Baru-baru ini, melalui sebuah wawancara dengan InsideW3B Marco Monty Montemagno, salah satu pendiri Cardano Charles Hoskinson menjanjikan kinerja layaknya Solana pada akhir tahun 2022. Mengacu pada fase skala Basho dari proyek Cardano yang dipaparkan pada road map-nya di awal tahun ini, Hoskinson mengatakan,

“Tahun ini, seluruh pembaharuan akan dilakukan secara besar-besaran untuk meningkatkan skalabilitas dan ekspresi sistem. Dengan begitu, pengguna dapat memperoleh jenis kinerja yang sama seperti dalam sistem Solana. Atau setidakknya dalam urutan dengan besaran yang sama.”

Salah satu prioritas Cardano pada tahun 2022 adalah keberlanjutan. Hal ini di mana jaringan akan menjadi lebih efisien, terukur, dan tumbuh dengan kecepatan organik saat beroperasi. Dengan begitu, pengguna membutuhkan beberapa hal seperti Mithril.

Dalam hal ini, Mithril adalah sidechain sebagai blockchain baru yang dapat dioperasikan dengan rantai utama Cardano. Protokol ini sangat kuat dan ringan serta mampu menyediakan skema stake-based threshold signature. Hal tersebut akan diimplementasikan sebagai protokol untuk menyelesaikan sinkronisasi rantai, bootstrap status, dan masalah kepercayaan dalam aplikasi blockchain.

- Advertisement -

Baca juga Djed COTI Bergabung dengan Cardax sebagai Bursa Berbasis Cardano

Selain itu, Hoskinson juga membanggakan terkait penentuan nasib Cardano, mengacu pada governance layer yang komprehensif dan sistem perbendaharaan yang melekat. Menurutnya, Cardano dapat mencetak uang seperti yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendanai pengembangannya.

Melalui wawancara tersebut, Hoskinson juga mememaparkan beberapa fase proyek yang dikembangkan oleh Cardano. Fase pertama adalah proyek Byron yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual ADA dalam jaringan yang menjalankan protokol proof-of-stake (PoS) pertama. Fase kedua adalah Shelley yang menumbuhkan dan mengembangkan jaringan untuk meningkatkan desentralisasi dengan berpindah dari jaringan federasi ke jaringan yang dijalankan oleh komunitas. Fase ketiga, Goguen yang melakukan integrasi smart contract untuk memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi.

Hoskinson juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap hard fork bulan Juni dan Oktober, di mana terdapat banyak fitur yang akan diluncurkan. Hal ini termasuk peningkatan platform smart contract Plutus, side chain, dan pipelining. Hard fork bulan juni akan disediakan untuk beberapa pengembang dApp yang ingin memasukkan pipelining ke dalam aplikasi mereka. Hoskinson percaya bahwa total value locked (TVL) pada aplikasi Cardano akan meningkat setelah hard fork bulan Juni tersebut.

Sumber: Beincrypto

Baru-baru ini, melalui sebuah wawancara dengan InsideW3B Marco Monty Montemagno, salah satu pendiri Cardano Charles Hoskinson menjanjikan kinerja layaknya Solana pada akhir tahun 2022. Mengacu pada fase skala Basho dari proyek Cardano yang dipaparkan pada road map-nya di awal tahun ini, Hoskinson mengatakan,

“Tahun ini, seluruh pembaharuan akan dilakukan secara besar-besaran untuk meningkatkan skalabilitas dan ekspresi sistem. Dengan begitu, pengguna dapat memperoleh jenis kinerja yang sama seperti dalam sistem Solana. Atau setidakknya dalam urutan dengan besaran yang sama.”

Salah satu prioritas Cardano pada tahun 2022 adalah keberlanjutan. Hal ini di mana jaringan akan menjadi lebih efisien, terukur, dan tumbuh dengan kecepatan organik saat beroperasi. Dengan begitu, pengguna membutuhkan beberapa hal seperti Mithril.

Dalam hal ini, Mithril adalah sidechain sebagai blockchain baru yang dapat dioperasikan dengan rantai utama Cardano. Protokol ini sangat kuat dan ringan serta mampu menyediakan skema stake-based threshold signature. Hal tersebut akan diimplementasikan sebagai protokol untuk menyelesaikan sinkronisasi rantai, bootstrap status, dan masalah kepercayaan dalam aplikasi blockchain.

Baca juga Djed COTI Bergabung dengan Cardax sebagai Bursa Berbasis Cardano

Selain itu, Hoskinson juga membanggakan terkait penentuan nasib Cardano, mengacu pada governance layer yang komprehensif dan sistem perbendaharaan yang melekat. Menurutnya, Cardano dapat mencetak uang seperti yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendanai pengembangannya.

Melalui wawancara tersebut, Hoskinson juga mememaparkan beberapa fase proyek yang dikembangkan oleh Cardano. Fase pertama adalah proyek Byron yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual ADA dalam jaringan yang menjalankan protokol proof-of-stake (PoS) pertama. Fase kedua adalah Shelley yang menumbuhkan dan mengembangkan jaringan untuk meningkatkan desentralisasi dengan berpindah dari jaringan federasi ke jaringan yang dijalankan oleh komunitas. Fase ketiga, Goguen yang melakukan integrasi smart contract untuk memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi.

Hoskinson juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap hard fork bulan Juni dan Oktober, di mana terdapat banyak fitur yang akan diluncurkan. Hal ini termasuk peningkatan platform smart contract Plutus, side chain, dan pipelining. Hard fork bulan juni akan disediakan untuk beberapa pengembang dApp yang ingin memasukkan pipelining ke dalam aplikasi mereka. Hoskinson percaya bahwa total value locked (TVL) pada aplikasi Cardano akan meningkat setelah hard fork bulan Juni tersebut.

Sumber: Beincrypto

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here