Coinbase Melaporkan Penurunan Pendapatan Sebanyak 63% di Tengah Anjloknya Industri Kripto

Illust - Coinbase Melaporkan Penurunan Pendapatan Sebanyak 63% di Tengah Anjloknya Industri Kripto
Sumber Asset: Hand drawn bankruptcy concept created by pikisuperstar – www.freepik.com

Ketika bursa kripto Coinbase mulai membuka layanannya untuk publik pada April 2021, itulah momen yang membawa dampak baik bagi industri kripto yang baru lahir. Sayangnya, perusahaan tersebut mengalami periode yang buruk di tahun 2022 dan harus berjuang menghadapi anjloknya pasar kripto yang membuat harga sahamnya turun dan memaksanya untuk memberhentikan ratusan karyawan. Perjuangan itu pun masih terus berlanjut, karena pada hari Selasa (9/8/22), Coinbase melaporkan bahwa bursa tersebut mengalami penurunan pendapatan sebanyak 63% pada kuartal kedua. Selain itu, mereka juga menerima kerugian yang bernilai $1,1 miliar yang terakumulasi sejak tahun lalu.

Sesuai dengan pernyataan dari perusahaan tersebut, karena kondisi pasar kripto saat ini, pendapatan yang mereka hasilkan hanya mencapai jumlah $808 juta. Dan jumah itu turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai $2,2 miliar. Sedangkan untuk total pelanggan bulanannya sempat naik menjadi sembilan juta dari jumlah 8,8 juta tahun lalu. Namun,  jumlah tersebut sudah berkurang dari jumlah yang awalnya 9,2 juta pada kuartal terakhir. 

Di sisi lain, Coinbase juga memperkirakan bahwa jumlah penggunanya akan terus turun selama tiga bulan ke depan. Kemudian, pada hari Selasa (9/8/22), Brian Armstrong, kepala eksekutif Coinbase, menekankan kembali tentang bagaimana sifat siklus kripto. Ia juga menunjukkan bahwa perusahaannya telah berhasil selamat dari penurunan pasar yang terjadi sebelumnya.

Penurunan pendapatan yang dialami Coinbase itu adalah hal yang wajar. Sebab, harga mata uang digital terkemuka juga sudah anjlok pada bulan Mei dan Juni karena adanya serangkaian usaha kripto eksperimental yang runtuh. Sehingga, para investor juga harus mengalami kerugian dalam jumlah besar. Tak hanya itu, peristiwa tersebut juga telah menyebabkan gelombang PHK yang terjadi di seluruh bagian industri kripto.

- Advertisement -

Baca Juga : Binance Menghentikan Transfer Off-Chain dengan WazirX

Sementara itu, sebagian besar penghasilan Coinbase terkait dengan fluktuasi pasar kripto yang lebih luas. Pada kuartal kedua, lebih dari 80 persen pendapatannya berasal dari biaya perdagangan yang dibebankan kepada pelanggan untuk membeli dan menjual aset digital seperti Bitcoin dan Ether.

Sumber : nytimes.com 

Illust - Coinbase Melaporkan Penurunan Pendapatan Sebanyak 63% di Tengah Anjloknya Industri Kripto
Sumber Asset: Hand drawn bankruptcy concept created by pikisuperstar – www.freepik.com

Ketika bursa kripto Coinbase mulai membuka layanannya untuk publik pada April 2021, itulah momen yang membawa dampak baik bagi industri kripto yang baru lahir. Sayangnya, perusahaan tersebut mengalami periode yang buruk di tahun 2022 dan harus berjuang menghadapi anjloknya pasar kripto yang membuat harga sahamnya turun dan memaksanya untuk memberhentikan ratusan karyawan. Perjuangan itu pun masih terus berlanjut, karena pada hari Selasa (9/8/22), Coinbase melaporkan bahwa bursa tersebut mengalami penurunan pendapatan sebanyak 63% pada kuartal kedua. Selain itu, mereka juga menerima kerugian yang bernilai $1,1 miliar yang terakumulasi sejak tahun lalu.

Sesuai dengan pernyataan dari perusahaan tersebut, karena kondisi pasar kripto saat ini, pendapatan yang mereka hasilkan hanya mencapai jumlah $808 juta. Dan jumah itu turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai $2,2 miliar. Sedangkan untuk total pelanggan bulanannya sempat naik menjadi sembilan juta dari jumlah 8,8 juta tahun lalu. Namun,  jumlah tersebut sudah berkurang dari jumlah yang awalnya 9,2 juta pada kuartal terakhir. 

Di sisi lain, Coinbase juga memperkirakan bahwa jumlah penggunanya akan terus turun selama tiga bulan ke depan. Kemudian, pada hari Selasa (9/8/22), Brian Armstrong, kepala eksekutif Coinbase, menekankan kembali tentang bagaimana sifat siklus kripto. Ia juga menunjukkan bahwa perusahaannya telah berhasil selamat dari penurunan pasar yang terjadi sebelumnya.

Penurunan pendapatan yang dialami Coinbase itu adalah hal yang wajar. Sebab, harga mata uang digital terkemuka juga sudah anjlok pada bulan Mei dan Juni karena adanya serangkaian usaha kripto eksperimental yang runtuh. Sehingga, para investor juga harus mengalami kerugian dalam jumlah besar. Tak hanya itu, peristiwa tersebut juga telah menyebabkan gelombang PHK yang terjadi di seluruh bagian industri kripto.

Baca Juga : Binance Menghentikan Transfer Off-Chain dengan WazirX

Sementara itu, sebagian besar penghasilan Coinbase terkait dengan fluktuasi pasar kripto yang lebih luas. Pada kuartal kedua, lebih dari 80 persen pendapatannya berasal dari biaya perdagangan yang dibebankan kepada pelanggan untuk membeli dan menjual aset digital seperti Bitcoin dan Ether.

Sumber : nytimes.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here