Concept Art House: Veteran Industri Video Game yang Membuat Karya Seni untuk Proyek NFT Populer

Illust - Concept Art House Veteran Industri Video Game yang Membuat Karya Seni untuk Proyek NFT Populer
Sumber Asset: Gamers play video game on different hardware platforms created by vectorjuice – www.freepik.com

James Zhang adalah veteran industri video game yang telah berkarir selama 24 tahun. Awalnya, ia memulai karirnya sebagai seniman, dan kemudian beralih sebagai pendiri proyek dan investor. Zhang, pendiri dan CEO konsultan seni NFT Concept Art House, memulai karirnya sebagai seniman konsep di LucasArts, studio di balik video game Star Wars.

Concept Art House sendiri ia rilis 14 tahun lalu, dengan mandat untuk menyediakan seni bagi perusahaan video game. Dan pada saat itu, perusahaannya telah membantu pembuatan karya untuk lebih dari 1.000 game. Namun, pada tahun 2021, perusahaannya pun mulai mengalihkan fokusnya untuk secara eksklusif melayani pelanggan yang membangun video game web3. Selama periode tersebut, Zhang pun terus berusaha mengidentifikasi peluang yang bisa perusahaanya gunakan dalam perubahan haluan tersebut.

Concept Art House sendiri sudah bekerjasama dengan kedua merek kreatif yang ingin membangun eksistensi mereka melalui video game web3 dan perusahaan crypto-native yang tidak memiliki pengalaman dalam bidang game dan penciptaan seni. Dan saat ini, perusahaannya telah mengerjakan proyek bersama raksasa NFT Dapper Labs, perusahaan di belakang NBA Top Shot. Selain itu, mereka juga bermitra dengan kreator buku komik Frank Miller, yang terkenal karena menulis dan mengilustrasikan “The Dark Knight Returns.” 

Sementara itu, pada Oktober tahun lalu, mereka sudah berhasil mengumpulkan investasi sebanyak $25 juta dari berbagai investor, termasuk Animoca Brands, dan dari angel investor seperti kreator Axie Infinity Jeff ‘Jiho’ Zirlin. Namun, terlepas dari kesuksesan Concept di web3, bear market telah memberikan dampak yang signifikan kepada NFT dalam beberapa bulan terakhir. Sehingga, perusahaan tersebut pun mengalami mengalami masa-masa sulit. 

- Advertisement -

Baca juga : Planet Mojo dan Concept Art House Mengumumkan Kemitraan dalam Web3 Gaming

Zhang mengatakan bahwa crypto winter membawa tiga efek utama pada bisnisnya. Pertama, harga token yang rendah telah menyebabkan orang lebih berhati-hati dengan NFT yang mereka beli. Kedua, periode pendanaan ventura harus berlangsung lebih lama, dan ketiga, peluncuran token baru tidak lagi menjadi katalis utama untuk pertumbuhan di sektor NFT.

Sumber : finance.yahoo.com

Illust - Concept Art House Veteran Industri Video Game yang Membuat Karya Seni untuk Proyek NFT Populer
Sumber Asset: Gamers play video game on different hardware platforms created by vectorjuice – www.freepik.com

James Zhang adalah veteran industri video game yang telah berkarir selama 24 tahun. Awalnya, ia memulai karirnya sebagai seniman, dan kemudian beralih sebagai pendiri proyek dan investor. Zhang, pendiri dan CEO konsultan seni NFT Concept Art House, memulai karirnya sebagai seniman konsep di LucasArts, studio di balik video game Star Wars.

Concept Art House sendiri ia rilis 14 tahun lalu, dengan mandat untuk menyediakan seni bagi perusahaan video game. Dan pada saat itu, perusahaannya telah membantu pembuatan karya untuk lebih dari 1.000 game. Namun, pada tahun 2021, perusahaannya pun mulai mengalihkan fokusnya untuk secara eksklusif melayani pelanggan yang membangun video game web3. Selama periode tersebut, Zhang pun terus berusaha mengidentifikasi peluang yang bisa perusahaanya gunakan dalam perubahan haluan tersebut.

Concept Art House sendiri sudah bekerjasama dengan kedua merek kreatif yang ingin membangun eksistensi mereka melalui video game web3 dan perusahaan crypto-native yang tidak memiliki pengalaman dalam bidang game dan penciptaan seni. Dan saat ini, perusahaannya telah mengerjakan proyek bersama raksasa NFT Dapper Labs, perusahaan di belakang NBA Top Shot. Selain itu, mereka juga bermitra dengan kreator buku komik Frank Miller, yang terkenal karena menulis dan mengilustrasikan “The Dark Knight Returns.” 

Sementara itu, pada Oktober tahun lalu, mereka sudah berhasil mengumpulkan investasi sebanyak $25 juta dari berbagai investor, termasuk Animoca Brands, dan dari angel investor seperti kreator Axie Infinity Jeff ‘Jiho’ Zirlin. Namun, terlepas dari kesuksesan Concept di web3, bear market telah memberikan dampak yang signifikan kepada NFT dalam beberapa bulan terakhir. Sehingga, perusahaan tersebut pun mengalami mengalami masa-masa sulit. 

Baca juga : Planet Mojo dan Concept Art House Mengumumkan Kemitraan dalam Web3 Gaming

Zhang mengatakan bahwa crypto winter membawa tiga efek utama pada bisnisnya. Pertama, harga token yang rendah telah menyebabkan orang lebih berhati-hati dengan NFT yang mereka beli. Kedua, periode pendanaan ventura harus berlangsung lebih lama, dan ketiga, peluncuran token baru tidak lagi menjadi katalis utama untuk pertumbuhan di sektor NFT.

Sumber : finance.yahoo.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here