Core, Dompet Terbaru Avalanche yang akan Diluncurkan pada Kuartal Kedua Tahun 2022

Avalanche mengumumkan rencana peluncuran aplikasi dompet miliknya, yang disebut Core dan menambahkan fungsionalitas penghubung Bitcoin. Kedua inisiatif tersebut bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan membawa lebih banyak aset ke dalam ekosistem Avalanche.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kepala Produk Ava Labs, Nick Mussallem pada 22 Maret di KTT Avalanche yang diselenggarakan di Barcelona, Spanyol. Ava Labs sendiri merupakan tim yang mendukung pengembangan blockchain Avalanche.

Menurut Mussallem, inti dari pengembangan Avalanche bukan hanya pada dompet, tetapi sistem operasi Web3 yang dikurasi dengan menggabungkan arsitektur keamanan dompet dengan teknologi yang tidak ditemukan dalam dompet lain. Penjelasan tersebut dikeluarkan tak lama setelah ConsenSys mencapai $7 miliar dalam putaran pendanaan terbarunya. ConsenSys sendiri merupakan perusahaan induk dari dompet MetaMask.

Nantinya, dompet ini akan menggabungkan fungsionalitas bridging Avalanche yang memungkinkan pengguna dompet untuk berinteraksi langsung dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps) di blockchain Avalanche. Sebelumnya, pengguna MetaMask harus menggunakan Ethereum-Avalanche bridges untuk memindahkan aset mereka ke blockchain Avalanche.

- Advertisement -

Baca juga Dompet DeFi Argent Meluncurkan Akun Layer-2 dengan Daftar Tunggu Lebih dari 500.000

Dalam hal ini, bridges merupakan aplikasi yang membantu pengguna memindahkan aset dari satu blockchain ke blockchain lainnya. Proses ini seringkali rumit dan rentan terhadap peretasan.

Berkaitan dengan perkembangan penggunaan DeFi dalam Avalanche, Avalanche bridge telah menjadi connected bridge Ethereum yang paling populer dengan total value locked (TVL) lebih dari $6 miliar. Menurut Avalanche, bridge tersebut telah memfasilitasi penggunaan aset senilai lebih dari $43 miliar sejak diluncurkan pada bulan Juli tahun lalu.

Fase pertama peluncuran melibatkan peluncuran ekstensi browser Core pada akhir Maret tahun ini. Fase kedua akan mencakup peluncuran aplikasi seluler Core di awal kuartal kedua. Selanjutnya, Avalanche mengumumkan bahwa Avalanche Bridge akan mendukung Bitcoin di awal kuartal kedua dengan memasukkan cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini ke dalam ekosistem Avalanche DeFi.

Sebelumnya, pengguna yang ingin memindahkan Bitcoin mereka ke Avalanche harus ‘wrap’ Bitcoin menggunakan wrapping-services pihak ketiga seperti WBTC atau renBTC. Terkait hal ini, pemimpin proyek juga mengungkapkan keinginannya untuk mendukung semakin banyak blockchain dengan infrastruktur penghubung.

Sumber: Coindesk

Avalanche mengumumkan rencana peluncuran aplikasi dompet miliknya, yang disebut Core dan menambahkan fungsionalitas penghubung Bitcoin. Kedua inisiatif tersebut bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan membawa lebih banyak aset ke dalam ekosistem Avalanche.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kepala Produk Ava Labs, Nick Mussallem pada 22 Maret di KTT Avalanche yang diselenggarakan di Barcelona, Spanyol. Ava Labs sendiri merupakan tim yang mendukung pengembangan blockchain Avalanche.

Menurut Mussallem, inti dari pengembangan Avalanche bukan hanya pada dompet, tetapi sistem operasi Web3 yang dikurasi dengan menggabungkan arsitektur keamanan dompet dengan teknologi yang tidak ditemukan dalam dompet lain. Penjelasan tersebut dikeluarkan tak lama setelah ConsenSys mencapai $7 miliar dalam putaran pendanaan terbarunya. ConsenSys sendiri merupakan perusahaan induk dari dompet MetaMask.

Nantinya, dompet ini akan menggabungkan fungsionalitas bridging Avalanche yang memungkinkan pengguna dompet untuk berinteraksi langsung dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps) di blockchain Avalanche. Sebelumnya, pengguna MetaMask harus menggunakan Ethereum-Avalanche bridges untuk memindahkan aset mereka ke blockchain Avalanche.

Baca juga Dompet DeFi Argent Meluncurkan Akun Layer-2 dengan Daftar Tunggu Lebih dari 500.000

Dalam hal ini, bridges merupakan aplikasi yang membantu pengguna memindahkan aset dari satu blockchain ke blockchain lainnya. Proses ini seringkali rumit dan rentan terhadap peretasan.

Berkaitan dengan perkembangan penggunaan DeFi dalam Avalanche, Avalanche bridge telah menjadi connected bridge Ethereum yang paling populer dengan total value locked (TVL) lebih dari $6 miliar. Menurut Avalanche, bridge tersebut telah memfasilitasi penggunaan aset senilai lebih dari $43 miliar sejak diluncurkan pada bulan Juli tahun lalu.

Fase pertama peluncuran melibatkan peluncuran ekstensi browser Core pada akhir Maret tahun ini. Fase kedua akan mencakup peluncuran aplikasi seluler Core di awal kuartal kedua. Selanjutnya, Avalanche mengumumkan bahwa Avalanche Bridge akan mendukung Bitcoin di awal kuartal kedua dengan memasukkan cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini ke dalam ekosistem Avalanche DeFi.

Sebelumnya, pengguna yang ingin memindahkan Bitcoin mereka ke Avalanche harus ‘wrap’ Bitcoin menggunakan wrapping-services pihak ketiga seperti WBTC atau renBTC. Terkait hal ini, pemimpin proyek juga mengungkapkan keinginannya untuk mendukung semakin banyak blockchain dengan infrastruktur penghubung.

Sumber: Coindesk

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here