Cronos Crypto.com Bermitra dengan Chainalysis untuk Melacak Token CRC-20

Menurut pengumuman yang dibagikan pada hari Rabu, Cronos telah bermitra dengan perusahaan intelijen blockchain Chainalysis untuk mengaktifkan alat pemantauan transaksi secara real time untuk token Cronos (CRO) dan semua token CRC-20 yang beroperasi di jaringan Cronos. Jaringan Cronos diluncurkan pada akhir tahun 2021 dan telah mengumpulkan lebih dari 450.000 pengguna DeFi dan NFT, yang membutuhkan compliance tool.

Integrasi kepatuhan yang baru tersebut bertujuan untuk memungkinkan institusi, bursa mata uang kripto, maupun dana aset digital untuk melacak transaksi token CRC-20. Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk melacak volume aktivitas yang besar dan mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi. Kemitraan ini secara khusus memungkinkan lembaga dan bursa kripto untuk fokus pada masalah yang paling mendesak dan melaporkan aktivitas mencurigakan dengan benar.

Integrasi ini merupakan pencapaian baru dalam hal pengembangan dan adopsi institusional dari blockchain Cronos serta aset digital yang digunakan di Cronos. Direktur pelaksana Cronos, Ken Timsit mengatakan bahwa pembuat aplikasi dan penyedia layanan akan memiliki akses ke alat dan layanan paling canggih, sementara platform data Chainalysis adalah salah satu fondasi penting dari hal tersebut.

Baca juga Chainalysis: Pencucian Uang Sebagian Besar Berasal dari Protokol DeFi

- Advertisement -

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, mainnet Cronos diluncurkan pada November 2021 lalu, dan bertujuan untuk memberikan interoperabilitas yang lebih besar antara ekosistem Cosmos dan Ethereum Virtual Machine (EVM). Dirancang untuk mendukung aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), non-fungible token (NFT), dan GameFi, Cronos telah mengumpulkan lebih dari 450.000 pengguna DeFi dan NFT. Sejauh ini, Cronos juga telah menjalin kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan dan institusi.

Sementara itu, Crypto.com sebagai induk Cronos diluncurkan pada tahun 2016 dan merupakan salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia. Menurut data dari CoinGecko, bursa tersebut memiliki volume trading harian rata-rata $3,3 miliar untuk saat ini.

Pada bulan Maret 2021, Crypto.com meluncurkan blockchain open-source terdesentralisasinya sendiri, Crypto.org Chain, di samping token aslinya, Crypto.org Coin (CRO). Hanya sekitar tiga bulan setelah meluncurkan mainnet Cronos, Crypto.org mengganti nama Crypto.org Coin menjadi token Cronos pada Februari 2022.

Sumber: Cointelegraph

Menurut pengumuman yang dibagikan pada hari Rabu, Cronos telah bermitra dengan perusahaan intelijen blockchain Chainalysis untuk mengaktifkan alat pemantauan transaksi secara real time untuk token Cronos (CRO) dan semua token CRC-20 yang beroperasi di jaringan Cronos. Jaringan Cronos diluncurkan pada akhir tahun 2021 dan telah mengumpulkan lebih dari 450.000 pengguna DeFi dan NFT, yang membutuhkan compliance tool.

Integrasi kepatuhan yang baru tersebut bertujuan untuk memungkinkan institusi, bursa mata uang kripto, maupun dana aset digital untuk melacak transaksi token CRC-20. Hal tersebut memungkinkan pengguna untuk melacak volume aktivitas yang besar dan mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi. Kemitraan ini secara khusus memungkinkan lembaga dan bursa kripto untuk fokus pada masalah yang paling mendesak dan melaporkan aktivitas mencurigakan dengan benar.

Integrasi ini merupakan pencapaian baru dalam hal pengembangan dan adopsi institusional dari blockchain Cronos serta aset digital yang digunakan di Cronos. Direktur pelaksana Cronos, Ken Timsit mengatakan bahwa pembuat aplikasi dan penyedia layanan akan memiliki akses ke alat dan layanan paling canggih, sementara platform data Chainalysis adalah salah satu fondasi penting dari hal tersebut.

Baca juga Chainalysis: Pencucian Uang Sebagian Besar Berasal dari Protokol DeFi

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, mainnet Cronos diluncurkan pada November 2021 lalu, dan bertujuan untuk memberikan interoperabilitas yang lebih besar antara ekosistem Cosmos dan Ethereum Virtual Machine (EVM). Dirancang untuk mendukung aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), non-fungible token (NFT), dan GameFi, Cronos telah mengumpulkan lebih dari 450.000 pengguna DeFi dan NFT. Sejauh ini, Cronos juga telah menjalin kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan dan institusi.

Sementara itu, Crypto.com sebagai induk Cronos diluncurkan pada tahun 2016 dan merupakan salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia. Menurut data dari CoinGecko, bursa tersebut memiliki volume trading harian rata-rata $3,3 miliar untuk saat ini.

Pada bulan Maret 2021, Crypto.com meluncurkan blockchain open-source terdesentralisasinya sendiri, Crypto.org Chain, di samping token aslinya, Crypto.org Coin (CRO). Hanya sekitar tiga bulan setelah meluncurkan mainnet Cronos, Crypto.org mengganti nama Crypto.org Coin menjadi token Cronos pada Februari 2022.

Sumber: Cointelegraph

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here