Dompet Bitcoin Terbangun Setelah 11 Tahun Tertidur, Transfer Lebih Dari $30 Juta

Crypto news indonesia, situs berita cryptocurrency & blockchain - dompet bitcoin terbangun setelah 11 tahun tertidur, transfer lebih dari $30 juta

Dompet Bitcoin (BTC) yang telah tidur selama 11 tahun tiba-tiba menjadi sorotan ketika lebih dari 1.037 Bitcoin senilai $31 juta diperdagangkan dalam satu transaksi. Kejadian ini terjadi pada ketinggian blok 799701 sekitar pukul 10:51 UTC pada 22 Juli, seperti yang dilaporkan oleh BitInfoCharts saat harga BTC mencapai $29.956. 

Dilansir dari Cointelegraph, alamat lama yang tidak aktif ini pertama kali menerima 1.037 BTC pada 11 April 2012 ketika harga Bitcoin hanya $4,92. Pada saat itu, nilai simpanannya hanya sekitar $5.108. Namun, menurut data dari blockchain aggregator Blockchair dalam transaksi terbaru ini, alamat “bc1qt180…” menjadi penerima $31 juta.

Menariknya, pemerintah Amerika Serikat juga telah menjadi bagian dari pergerakan besar di pasar Bitcoin. Pada 12 Juli, hampir 10.000 BTC senilai $299 juta dikirim keluar dalam serangkaian transaksi sehubungan dengan penyitaan Jalur Sutra. Namun, tujuan akhir dari transaksi ini, apakah akan dikirim ke bursa mata uang kripto atau berada dalam pengawasan Departemen Kehakiman, masih belum jelas.

Sementara itu, kehadiran transaksi besar seperti ini menjadi misteri tersendiri. Pada 11 Juni, sebuah dompet lain memindahkan 1.400 BTC senilai $36 juta ke alamat Pay-to-Taproot (P2TR), dengan asumsi bahwa motif di balik transaksi tersebut mungkin untuk meningkatkan privasi.

Bukan hanya itu, beberapa bulan sebelumnya, sebuah alamat Bitcoin lain mentransfer 2.071 BTC senilai $60 juta hampir 10 tahun setelah BTC tersebut diperoleh dengan harga $663. Dan pada periode sebelumnya lagi, ada transfer besar-besaran sebesar $250 juta yang melibatkan 26.056 BTC, dengan nilai dompet tersebut mencapai lebih dari $1 miliar saat harga Bitcoin mencapai puncak tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga :Apa Yang Akan Terjadi Setelah Semua BTC Ditambang?

Tentu saja, meskipun ada transaksi besar semacam ini, lebih dari 55% dari total Bitcoin belum bergerak selama lebih dari dua tahun menurut analisis perusahaan Glassnode. 

Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $30.082, meningkat 81,8% pada tahun 2023, meskipun masih turun 56,4% dari harga tertinggi sepanjang masa yang terjadi pada November 2021. Semua ini menunjukkan bahwa pasar Bitcoin tetap menjadi ranah yang menarik dan penuh tantangan bagi para investor dan pengamat kripto.