Headlines

Eksekutif Coinbase Menyatakan bahwa Coinbase Cloud Ingin Menjadi AWS Crypto

Coinbase ingin divisi Coinbase Cloud miliknya menjadi mata uang kripto yang setara dengan Amazon Web Services (AWS). Produk infrastruktur pertukaran tersebut akan “membantu pengembang untuk membangun aplikasi mereka sendiri” dengan proses yang lebih cepat, kata Surojit Chatterjee – Chief Product Officer.

Seperti Apakah Masa Depan Coinbase Cloud?

Didirikan hampir 20 tahun yang lalu, Amazon Web Services (AWS) – anak perusahaan dari raksasa e-commerce Amazon – sekarang menjadi mesin keuntungan utama bagi perusahaan. Layanan tersebut telah menghasilkan lebih dari $13 miliar pada pendapatan operasional tahunan tahun 2020 dengan basis pendapatan hampir $45 miliar (64% dari total perusahaan induknya).

Baca juga Michael Saylor Membahas Bagaimana Masa Depan Cryptocurrency Ditentukan

Pada intinya, AWS menyediakan platform layanan komputasi awan (sesuai permintaan) untuk individu, perusahaan, dan bahkan pemerintah dengan sistem bayar sesuai pemakaian. Salah satu layanannya termasuk Amazon Elastic Compute Cloud (EC2), yang menyediakan klaster komputer virtual yang tersedia selama 24/7 melalui Internet kepada pengguna. Saat ini, AWS adalah pemimpin di sektor cloud, melampaui pesaing terdekatnya yaitu Microsoft Azure dan Google Cloud.

Karena itu, tidak mengherankan jika Coinbase ingin salah satu produk infrastrukturnya, Coinbase Cloud terlihat menjadi seperti AWS, seperti yang dikatakan oleh Surojit Chatterjee – CPO di pertukaran itu – dalam sesi wawancaranya baru-baru ini dengan Forbes:

“Kami ingin menjadi AWS kripto. Kami sedang membangun seluruh rangkaian produk Coinbase Cloud secara maksimal. Selain itu, kami juga berharap platform ini akan dianggap sebagai layanan komputasi kripto yang mampu membantu pengembang membangun aplikasi mereka dengan lebih cepat.”

Perubahan harga di pasar cryptocurrency cukup sering terjadi. Dengan demikian, eksekutif mengungkapkan bahwa Coinbase berusaha untuk meningkatkan pendapatan perdagangan dengan menyediakan layanan berlangganan yang dapat menahan fluktuasi. Untuk tujuan itu, platform tersebut menyediakan fitur staking, opsi penyimpanan (kustodian), sistem pembayaran e-commerce, dan kartu debit Visa kepada pelanggan.

Akuisisi Coinbase Cloud (sebelumnya dikenal sebagai Bison Trails) menandai langkah penting lainnya dalam transisi Coinbase menjadi “sistem keuangan yang matang,” tambahnya.

“Crypto tidak hanya difungsikan sebagai transaksi membeli dan menjual token, akan tetapi untuk membangun seluruh sistem keuangan ini di atas teknologi blockchain. Kami pikir kami dapat memainkan peran yang lebih besar dalam memimpin pelanggan kami menuju fase utilitas kripto dari fase pertama ini, yang lebih didorong oleh investasi atau spekulasi… tujuan kami adalah menjadi akun keuangan utama ekonomi kripto bagi pelanggan kami,” Chatterjee menyimpulkan.

Saat ini, Coinbase Cloud mendukung dana, aplikasi terdesentralisasi, kustodian kripto, dan holder. Beberapa klien terkemukanya termasuk pemodal fintech yang berbasis di New York, Current, firma ventura Andreessen Horowitz (a16z), dan Turner Sports.

Kesuksesan Coinbase di Tahun 2021

Bisa dibilang pencapaian paling signifikan untuk Coinbase tahun ini adalah listing publiknya di Nasdaq pada pertengahan April lalu. Dengan demikian, perusahaan tersebut menjadi pertukaran besar pertama dengan kehadirannya di pasar global.

Setelah listing tersebut, satu saham COIN mencapai hampir $400, sementara pada saat penulisan, harganya masih berada di angka $270.

Sumber: https://cryptopotato.com/coinbase-cloud-aims-to-become-the-aws-of-crypto-says-cpo/