Epic Menyatakan ‘Terbuka’ untuk Game Blockchain, Setelah Adanya Larangan dari Steam

Game yang menggunakan teknologi blockchain maupun game yang membiarkan para pengguna melakukan transaksi NFT atau uang kripto sempat tidak akan diizinkan beroperasi di Stream per tanggal 15 Oktober lusa lalu. Pencabutan izin ini didasari oleh aturan yang disampaikan Valve: apa yang tidak boleh dipublikasi di Steam. Menurut aturan Valve, game berbasis NFT memiliki nilai aset yang dapat dinilaikan dengan mata uang nyata. Itu termasuk pelanggaran peraturan Steam.

Baca juga Morningstar Ventures: Elrond Berpotensi Menjadi Ekosistem Blockchain Terbesar

Keputusan Valve mencabut hak operasi game berbasis kripto membuat para penggemar NFT kebingungan. Pasalnya setelah The Verge mengecek kembali aturan tertulis Steam, tidak ada aturan yang menyatakan sistem operasi berbasis kripto dilarang digunakan di Steam. Hal ini kemudian diluruskan oleh Epic.

Para gamer dan developer dengan basis NFT bisa sedikit bernafas lega. Dilansir dari wawancara Epic Game Store dengan The Verge kemarin (16/10/21), Epic terbuka dengan jenis game berbasis NFT maupun game yang memiliki aset blockchain. Berbeda dengan pendapat kompetitornya, Valve, yang melarang game berbasis teknologi blockchain maupun NFT di Steam. Epic pula menjelaskan lebih lanjut pendapatnya mengenai game berbasis NFT, pihak mereka menyatakan ada beberapa limitasi tetapi tetap terbuka untuk bekerja dengan early developers “di bidang baru”.

- Advertisement -

Epic memberi catatan penting bahwa game harus mematuhi undang-undang keuangan, memperjelas mekanisme penggunaan blockchain, dan mempunyai status appropriate age yang sesuai. Dibicarakan pula mengenai sistem pembayaran dengan kripto, para developer game berbasis kripto tidak bisa menggunakan sistem pembayaran Epic. Mereka perlu menggunakan sistem pembayaran mereka, jelas Epic.

Tim Sweeney, pendiri Epic Game Store, mengungkapkan perusahaanya enggan menyentuh NFT. Kendati demikian, Ia tetap memberi izin game berbasis kripto untuk beroperasi. Sweeney sebagai pendiri Epic menyampaikan pihaknya akan meregulasi kembali aturan mereka, hal ini untuk menghindari kesalapahaman seperti kasus pemutusan izin operasi sistem kripto ini secara sepihak oleh Valve. Epic meminta para developer game untuk memperjelas sistem kerja teknologi blockchain di game yang mereka ciptakan.

Sumber: https://www.theverge.com/2021/10/15/22729050/epic-game-store-open-to-blockchain-cryptocurrency-nft-games

Game yang menggunakan teknologi blockchain maupun game yang membiarkan para pengguna melakukan transaksi NFT atau uang kripto sempat tidak akan diizinkan beroperasi di Stream per tanggal 15 Oktober lusa lalu. Pencabutan izin ini didasari oleh aturan yang disampaikan Valve: apa yang tidak boleh dipublikasi di Steam. Menurut aturan Valve, game berbasis NFT memiliki nilai aset yang dapat dinilaikan dengan mata uang nyata. Itu termasuk pelanggaran peraturan Steam.

Baca juga Morningstar Ventures: Elrond Berpotensi Menjadi Ekosistem Blockchain Terbesar

Keputusan Valve mencabut hak operasi game berbasis kripto membuat para penggemar NFT kebingungan. Pasalnya setelah The Verge mengecek kembali aturan tertulis Steam, tidak ada aturan yang menyatakan sistem operasi berbasis kripto dilarang digunakan di Steam. Hal ini kemudian diluruskan oleh Epic.

Para gamer dan developer dengan basis NFT bisa sedikit bernafas lega. Dilansir dari wawancara Epic Game Store dengan The Verge kemarin (16/10/21), Epic terbuka dengan jenis game berbasis NFT maupun game yang memiliki aset blockchain. Berbeda dengan pendapat kompetitornya, Valve, yang melarang game berbasis teknologi blockchain maupun NFT di Steam. Epic pula menjelaskan lebih lanjut pendapatnya mengenai game berbasis NFT, pihak mereka menyatakan ada beberapa limitasi tetapi tetap terbuka untuk bekerja dengan early developers “di bidang baru”.

Epic memberi catatan penting bahwa game harus mematuhi undang-undang keuangan, memperjelas mekanisme penggunaan blockchain, dan mempunyai status appropriate age yang sesuai. Dibicarakan pula mengenai sistem pembayaran dengan kripto, para developer game berbasis kripto tidak bisa menggunakan sistem pembayaran Epic. Mereka perlu menggunakan sistem pembayaran mereka, jelas Epic.

Tim Sweeney, pendiri Epic Game Store, mengungkapkan perusahaanya enggan menyentuh NFT. Kendati demikian, Ia tetap memberi izin game berbasis kripto untuk beroperasi. Sweeney sebagai pendiri Epic menyampaikan pihaknya akan meregulasi kembali aturan mereka, hal ini untuk menghindari kesalapahaman seperti kasus pemutusan izin operasi sistem kripto ini secara sepihak oleh Valve. Epic meminta para developer game untuk memperjelas sistem kerja teknologi blockchain di game yang mereka ciptakan.

Sumber: https://www.theverge.com/2021/10/15/22729050/epic-game-store-open-to-blockchain-cryptocurrency-nft-games

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here