ETF Metaverse Membawa Untung Besar bagi Investor Korea Selatan Tahun Ini

ETF Metaverse – Sejumlah perusahaan keuangan Korea Selatan membawa hasil bagi para investor setelah ETF (Exchange-Traded Fund) mereka terdaftar dan dilaporkan bahwa perusahaan dan investor tersebut meraup untung hampir $170 juta dalam Net Asset Value.

Empat perusahaan manajemen aset ternama korea selatan mengeluarkan ETF bertema metaverse mereka. Perusahaan-perusahaan ternama tersebut ialah KB, Samsung, Mirae Asset, dan NH-Amundi. Rata-rata, ETF keempat perusahaan tersebut meraup keuntungan lebih dari 27% dalam sebulan setelah di-list di Korea Exchange.

Baca juga Harga Token dalam Ekosistem Game Metaverse Berbanding Terbalik dengan Harga Token di Pasar Kripto yang Menurun

Perusahaan menginvestasikan ETF metaverse mereka di berbagai perusahaan teknologi yang mengembangkan platform metaverse seperti komputasi cloud dan teknologi VR (virtual reality). Selain berinvestasi pada perusahaan yang mengembangkan teknologi metaverse, empat perusahaan itu pula menginvestasikan ETF metaverse mereka ke berbagai perusahaan di industri game dan hiburan. Setelah satu bulan ETF mereka di-list pada perusahaan tersebut, keuntungan lebih signifikan terlihat dari perusahaan-perusahaan game dan hiburan. Hal ini didorong oleh industri game dan hiburan adalah penerima utama manfaat dari metaverse futures di Korea Selatan.

- Advertisement -

Menurut laporan, TIGER Fn Metaverse ETF milik Mirae Asset, HYBE, JYP Entertainment, dan YG Entertainment meraup untung hampir 30% dari total ETF. HYBE, JYP Entertainment, dan YG Entertainment adalah perusahaan terkemuka di industri musik K-pop dan kini sudah menggarap proyek metaverse ataupun NFT (Non-Fungible Token).

HYBE bermitra dengan Danamu untuk proyek NFT mereka. Danamu adalah pemilik platform pertukaran cryptocurrency Upbit. Selain HYBE, Danamu pun menggaet YG Entertainment dalam kemitraan mereka. Mirae Asset dilaporkan menginvestasikan ETF mereka di WYSIWYG Studios, sebuah perusahaan efek visual dan teknologi video. Kemitraan Mirae Asset dan WYSIWYG Studios menghasilkan kentungan 10,11% bagi para investor.

Pada industri game Korea Selatan, beberapa pengembang game pula meraup dari investasi ETF metaverse seperti Pearl Abyss, Wemade, dan Netmarble. NH Investment & Securities memberikan penilaian positif kepada video game DokeV luncuran Pearl Abyss karena game tersebut menandakan revolusi video game yang terhubung ke NFT dan metaverse.

Naver, sebagai salah satu perusahaan internet terbesar di Korea selatan, lebih awal meluncurkan metaverse Zepeto pada tahun 2018. Kakao sebagai saingan Naver tidak mau kalah dalam pengembangan metaverse, Kakao dilaporkan sedang mengembangkan metaverse sebagai portofolio di bawah ETF metaverse perusahaan mereka.

Pada 16 November lalu, Mirae Asset mengumumkan bahwa Net Asset Value (NAV) perusahaan mereka tembus ke angka $169 juta dalam sebulan setelah perusahaan ter-listing di Korea Excange. Melalui Forkast.News, pihak Mirae Asset mengomentari pencapaian ini dan menjelaskan alasan adanya permintaan tinggi untuk ETF metaverse.

Ia berkata, “daya tarik besar bagi investor terhadap metaverse ialah karena semua orang berbicara tentang ini, tetapi mereka tidak punya waktu untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, ini adalah cara yang mudah untuk membentuk portofolio di industri baru dengan risiko lebih kecil daripada berinvestasi di perusahan lainnya.”

Metaverse menjadi pembicaraan hangat di Korea Selatan pada tahun ini. Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan mendeklarasikan metaverse sebagai salah satu industri utama masa depan, bersama dengan blockchain, robot cerdas, dan lainnya. Walaupun demikian, metaverse masih memiliki perjalanan panjang di negara tersebut dengan argumen bahwa orang-orang tidak ingin hidup di metaverse karena ada interoperabilitas terbatas antara satu metaverse dengan metaverse lainnya, menurut Park Hye-jin seorang wakil kepala profesor Venture Capital MBA di aSSIST.

Wakil kepala profesor tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa membangun metaverse secara mulus dan sesuai harapan, metaverse perlu dibangun di atas teknologi blockchain yang terdesentralisasi, tetapi juga bahwa perusahaan yang berbeda perlu mengembangkan teknologi mereka ke tingkat yang sama. Ia menambahkan bahwa beberapa area yang perlu lebih ditingkatkan adalah perangkat keras, daya komputasi, dan stabilitas jaringan.

Sumber: https://forkast.news/metaverse-etfs-south-korea-returns-investors/

ETF Metaverse – Sejumlah perusahaan keuangan Korea Selatan membawa hasil bagi para investor setelah ETF (Exchange-Traded Fund) mereka terdaftar dan dilaporkan bahwa perusahaan dan investor tersebut meraup untung hampir $170 juta dalam Net Asset Value.

Empat perusahaan manajemen aset ternama korea selatan mengeluarkan ETF bertema metaverse mereka. Perusahaan-perusahaan ternama tersebut ialah KB, Samsung, Mirae Asset, dan NH-Amundi. Rata-rata, ETF keempat perusahaan tersebut meraup keuntungan lebih dari 27% dalam sebulan setelah di-list di Korea Exchange.

Baca juga Harga Token dalam Ekosistem Game Metaverse Berbanding Terbalik dengan Harga Token di Pasar Kripto yang Menurun

Perusahaan menginvestasikan ETF metaverse mereka di berbagai perusahaan teknologi yang mengembangkan platform metaverse seperti komputasi cloud dan teknologi VR (virtual reality). Selain berinvestasi pada perusahaan yang mengembangkan teknologi metaverse, empat perusahaan itu pula menginvestasikan ETF metaverse mereka ke berbagai perusahaan di industri game dan hiburan. Setelah satu bulan ETF mereka di-list pada perusahaan tersebut, keuntungan lebih signifikan terlihat dari perusahaan-perusahaan game dan hiburan. Hal ini didorong oleh industri game dan hiburan adalah penerima utama manfaat dari metaverse futures di Korea Selatan.

Menurut laporan, TIGER Fn Metaverse ETF milik Mirae Asset, HYBE, JYP Entertainment, dan YG Entertainment meraup untung hampir 30% dari total ETF. HYBE, JYP Entertainment, dan YG Entertainment adalah perusahaan terkemuka di industri musik K-pop dan kini sudah menggarap proyek metaverse ataupun NFT (Non-Fungible Token).

HYBE bermitra dengan Danamu untuk proyek NFT mereka. Danamu adalah pemilik platform pertukaran cryptocurrency Upbit. Selain HYBE, Danamu pun menggaet YG Entertainment dalam kemitraan mereka. Mirae Asset dilaporkan menginvestasikan ETF mereka di WYSIWYG Studios, sebuah perusahaan efek visual dan teknologi video. Kemitraan Mirae Asset dan WYSIWYG Studios menghasilkan kentungan 10,11% bagi para investor.

Pada industri game Korea Selatan, beberapa pengembang game pula meraup dari investasi ETF metaverse seperti Pearl Abyss, Wemade, dan Netmarble. NH Investment & Securities memberikan penilaian positif kepada video game DokeV luncuran Pearl Abyss karena game tersebut menandakan revolusi video game yang terhubung ke NFT dan metaverse.

Naver, sebagai salah satu perusahaan internet terbesar di Korea selatan, lebih awal meluncurkan metaverse Zepeto pada tahun 2018. Kakao sebagai saingan Naver tidak mau kalah dalam pengembangan metaverse, Kakao dilaporkan sedang mengembangkan metaverse sebagai portofolio di bawah ETF metaverse perusahaan mereka.

Pada 16 November lalu, Mirae Asset mengumumkan bahwa Net Asset Value (NAV) perusahaan mereka tembus ke angka $169 juta dalam sebulan setelah perusahaan ter-listing di Korea Excange. Melalui Forkast.News, pihak Mirae Asset mengomentari pencapaian ini dan menjelaskan alasan adanya permintaan tinggi untuk ETF metaverse.

Ia berkata, “daya tarik besar bagi investor terhadap metaverse ialah karena semua orang berbicara tentang ini, tetapi mereka tidak punya waktu untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, ini adalah cara yang mudah untuk membentuk portofolio di industri baru dengan risiko lebih kecil daripada berinvestasi di perusahan lainnya.”

Metaverse menjadi pembicaraan hangat di Korea Selatan pada tahun ini. Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan mendeklarasikan metaverse sebagai salah satu industri utama masa depan, bersama dengan blockchain, robot cerdas, dan lainnya. Walaupun demikian, metaverse masih memiliki perjalanan panjang di negara tersebut dengan argumen bahwa orang-orang tidak ingin hidup di metaverse karena ada interoperabilitas terbatas antara satu metaverse dengan metaverse lainnya, menurut Park Hye-jin seorang wakil kepala profesor Venture Capital MBA di aSSIST.

Wakil kepala profesor tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa membangun metaverse secara mulus dan sesuai harapan, metaverse perlu dibangun di atas teknologi blockchain yang terdesentralisasi, tetapi juga bahwa perusahaan yang berbeda perlu mengembangkan teknologi mereka ke tingkat yang sama. Ia menambahkan bahwa beberapa area yang perlu lebih ditingkatkan adalah perangkat keras, daya komputasi, dan stabilitas jaringan.

Sumber: https://forkast.news/metaverse-etfs-south-korea-returns-investors/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here