Ethereum 2.0, Upgrade Jaringan Ethereum yang Lebih Skalabel dan Aman

Illust - Ethereum 2.0, Upgrade Jaringan Ethereum yang Lebih Skalabel dan Aman
Sumber Asset: Isometric smart city, digital town, server room created by fullvector – www.freepik.com

Ethereum 2.0 bukan sebuah kabar baik baru di industri blockchain dan cryptocurrency. Versi baru dari jaringan Ethereum ini telah dinantikan oleh banyak pihak sejak perilisan bagian pertama Ethereum 2.0 pada 1 Desember 2021. Dan saat ini Ethereum 2.0 sedang dalam pengembangan bagian ketiga atau terakhirnya. 

Mungkin Ethereum 2.0 sudah tidak asing lagi bagi Anda, mengingat jaringan Ethereum merupakan ekosistem blockchain terbesar saat ini. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya konsep dan pembaruan Ethereum 2.0? Mari simak poin-poin berikut ini untuk memahami seluk-beluk Ethereum 2.0 secara mendalam.

1. Memahami Ethereum 2.0

Ethereum 2.0 juga dikenal sebagai ETH2 atau “Serenity”, yaitu peningkatan (upgrade) blockchain Ethereum.  Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan skalabilitas jaringan Ethereum sehingga dapat menghindari kemacetan dan memproses lebih banyak transaksi secara bersamaan. Ini merupakan masalah terbesar jaringan Ethereum karena ekosistemnya yang sangat padat. Tetapi Ethereum 2.0 belum sepenuhnya terealisasikan, upgrade ini masih dalam tahap pengembangan. 

- Advertisement -

Baca Juga : dYdX Meninggalkan Blockchain Ethereum dan Beralih ke Cosmos

Pada Januari 2022, Ethereum Foundation mengatakan akan berhenti menyebut upgrade ini sebagai Ethereum 2.0.  Rebranding dimaksudkan untuk memperjelas bahwa apa yang sedang tim kerjakan adalah peningkatan jaringan, bukan peluncuran jaringan baru. Oleh karena itu, ETH1 sekarang dikenal sebagai execution layer, di mana smart contract dan aturan jaringan berada. Sedangakn ETH2 disebut sebagai consensus layer, yang memastikan bahwa perangkat yang berkontribusi ke jaringan bertindak sesuai dengan aturannya.

2. 3 Bagian Ethereum 2.0

Meskipun setiap bagian dari ETH 2.0 sedang dikerjakan secara paralel, namun bagian-bagian ini memiliki dependensi tertentu yang menentukan tanggal rilis ETH 2.0. Tiga elemen tersebut adalah Beacon Chain, The Merge, dan Shard Chains.

Beacon Chain, yang membawa PoS ke Ethereum, ditayangkan pada 1 Desember 2021. Beacon Chain belum dimasukkan ke dalam mainnet dan akan berjalan secara paralel hingga transisi, atau The Merge, yang berlangsung pada kuartal kedua tahun 2022. 

Fase terakhir adalah Shard Chains, yang akan memainkan peran kunci penskalaan jaringan Ethereum. Shard Chains menyebarkan pengoperasian ke 64 blockchain baru, tidak lagi menyelesaikan semua operasi di satu blockchain tunggal. Ini akan memudahkan perangkat keras untuk menjalankan node Ethereum, karena akan ada jauh lebih sedikit data yang perlu disimpan pada mesin tertentu.

Upgrade keseluruhan Ethereum 2.0 diharapkan akan selesai pada tahun 2023, menurut Ethereum Foundation.

3. Perbedaan Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0

Illust - Perbedaan Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0
Sumber Asset: Cryptocurrency mining equipment created by fullvector – www.freepik.com

Masalah penskalaan yang dihadapi jaringan Ethereum dapat diatasi dengan perubahan konsensus. Inilah yang menjadi salah satu perbedaan terbesar antara Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0. Jika Ethereum 1.0 menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work (PoW), maka Ethereum 2.0 menggunakan Proof of Stake (PoS).

Ethereum memiliki kebutuhan untuk memvalidasi transaksi dengan cara yang terdesentralisasi. Ethereum saat ini masih menggunakan mekanisme PoW seperti Bitcoin. Dalam sistem ini, miner menggunakan kekuatan pemrosesan mesin untuk memecahkan teka-teki matematika yang rumit dan memverifikasi transaksi baru. Miner pertama yang berhasil memecahkan teka-teki menambahkan transaksi baru ke catatan semua transaksi yang membentuk blockchain. Mereka kemudian diberi hadiah dengan cryptocurrency asli jaringan.  Namun, proses ini bisa sangat menguras energi, terutama karena kekuatan pemrosesan yang digunakan oleh miner yang gagal memecahkan teka-teki menjadi sia-sia.

Dengan beralih ke PoS, individu di jaringan dapat men-staking kripto asli jaringan dan menjadi validator, sehingga Ethereum tidak lagi mengandalkan miner.  Validator mirip dengan miner karena mereka memverifikasi transaksi dan memastikan jaringan tidak memproses transaksi penipuan atau palsu.

Validator ini dipilih berdasarkan jumlah kripto yang di-stake, dan berapa lama mereka men-staking. Validator lain kemudian dapat membuktikan bahwa mereka telah melihat blok baru.  Ketika ada cukup pengesahan, sebuah blok dapat ditambahkan ke blockchain.  Validator kemudian diberi imbalan untuk proposisi blok yang berhasil.  Proses ini dikenal sebagai forging atau minting.

Keuntungan utama PoS yaitu jauh lebih hemat energi dibanding PoW, karena memisahkan pemrosesan komputer intensif energi dari algoritma konsensus. Sehingga Anda tidak memerlukan banyak daya komputasi untuk mengamankan blockchain.

4. Skalabilitas dan Kemananan Ethereum 2.0 Lebih Baik

Illust - Skalabilitas dan Kemananan Ethereum 2.0 Lebih Baik
Sumber Asset: Abstract secure technology wallpaper created by pikisuperstar – www.freepik.com

Salah satu alasan utama upgrade jaringan Ethereum adalah skalabilitas. Jaringan Ethereum saat ini hanya dapat mendukung sekitar 30 transaksi per detik, hal ini menyebabkan keterlambatan dan kemacetan. Ethereum 2.0 menjanjikan hingga 100.000 transaksi per detik.  Upgrade ini akan tercapai melalui penerapan Shard Chains.

Setup Ethereum saat ini memiliki blockchain yang terdiri dari blockchain tunggal dengan blok berurutan.  Ini aman tetapi sangat lambat dan tidak efisien.  Dengan diperkenalkannya Shard Chains, blockchain tunggal akan dibagi untuk memungkinkan transaksi ditangani dalam rantai paralel, bukan yang berurutan. Ini bertujuan mempercepat jaringan dan meningkatkan skalabilitas dengan lebih mudah.

Ethereum 2.0 juga dirancang dengan mempertimbangkan keamanan.  Sebagian besar jaringan PoS memiliki sejumlah kecil validator, yang membuat sistem lebih terpusat dan menurunkan keamanan jaringan. Namun Ethereum 2.0 berbeda. Jaringan ini membutuhkan minimal 16.384 validator, membuatnya jauh lebih terdesentralisasi dan aman dibandingkan blockchain PoS lainnya.

5. Pengaruh Ethereum 2.0 Terhadap Harga ETH

Banyak yang berspekulasi bahwa upgrade Ethereum dapat mendongkrak harga ETH.  Opini ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa Ethereum dan jaringan DeFi-nya akan menjadi jauh lebih praktis bagi kebanyakan orang yang mungkin tidak memiliki banyak uang.

Biaya untuk melakukan transaksi di Ethereum kemungkinan akan turun ke titik yang memungkinkan pengguna untuk mengirim kripto dalam jumlah yang lebih kecil. Saat ini, hanya mereka yang memiliki lebih banyak uang yang dapat membayar biaya transaksi di Ethereum yang sangat besar. Mereka yang paling diuntungkan dari upgrade Ethereum adalah mereka yang tidak memiliki akses ke sistem perbankan modern yang ada saat ini.

Dengan segala kelebihan Ethereum 2.0 dan manfaat yang ditawarkan, maka akan sangat mungkin harga ETH akan naik di masa depan. Penggunaan yang lebih tinggi akan meningkatkan harga.

Illust - Ethereum 2.0, Upgrade Jaringan Ethereum yang Lebih Skalabel dan Aman
Sumber Asset: Isometric smart city, digital town, server room created by fullvector – www.freepik.com

Ethereum 2.0 bukan sebuah kabar baik baru di industri blockchain dan cryptocurrency. Versi baru dari jaringan Ethereum ini telah dinantikan oleh banyak pihak sejak perilisan bagian pertama Ethereum 2.0 pada 1 Desember 2021. Dan saat ini Ethereum 2.0 sedang dalam pengembangan bagian ketiga atau terakhirnya. 

Mungkin Ethereum 2.0 sudah tidak asing lagi bagi Anda, mengingat jaringan Ethereum merupakan ekosistem blockchain terbesar saat ini. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya konsep dan pembaruan Ethereum 2.0? Mari simak poin-poin berikut ini untuk memahami seluk-beluk Ethereum 2.0 secara mendalam.

1. Memahami Ethereum 2.0

Ethereum 2.0 juga dikenal sebagai ETH2 atau “Serenity”, yaitu peningkatan (upgrade) blockchain Ethereum.  Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan skalabilitas jaringan Ethereum sehingga dapat menghindari kemacetan dan memproses lebih banyak transaksi secara bersamaan. Ini merupakan masalah terbesar jaringan Ethereum karena ekosistemnya yang sangat padat. Tetapi Ethereum 2.0 belum sepenuhnya terealisasikan, upgrade ini masih dalam tahap pengembangan. 

Baca Juga : dYdX Meninggalkan Blockchain Ethereum dan Beralih ke Cosmos

Pada Januari 2022, Ethereum Foundation mengatakan akan berhenti menyebut upgrade ini sebagai Ethereum 2.0.  Rebranding dimaksudkan untuk memperjelas bahwa apa yang sedang tim kerjakan adalah peningkatan jaringan, bukan peluncuran jaringan baru. Oleh karena itu, ETH1 sekarang dikenal sebagai execution layer, di mana smart contract dan aturan jaringan berada. Sedangakn ETH2 disebut sebagai consensus layer, yang memastikan bahwa perangkat yang berkontribusi ke jaringan bertindak sesuai dengan aturannya.

2. 3 Bagian Ethereum 2.0

Meskipun setiap bagian dari ETH 2.0 sedang dikerjakan secara paralel, namun bagian-bagian ini memiliki dependensi tertentu yang menentukan tanggal rilis ETH 2.0. Tiga elemen tersebut adalah Beacon Chain, The Merge, dan Shard Chains.

Beacon Chain, yang membawa PoS ke Ethereum, ditayangkan pada 1 Desember 2021. Beacon Chain belum dimasukkan ke dalam mainnet dan akan berjalan secara paralel hingga transisi, atau The Merge, yang berlangsung pada kuartal kedua tahun 2022. 

Fase terakhir adalah Shard Chains, yang akan memainkan peran kunci penskalaan jaringan Ethereum. Shard Chains menyebarkan pengoperasian ke 64 blockchain baru, tidak lagi menyelesaikan semua operasi di satu blockchain tunggal. Ini akan memudahkan perangkat keras untuk menjalankan node Ethereum, karena akan ada jauh lebih sedikit data yang perlu disimpan pada mesin tertentu.

Upgrade keseluruhan Ethereum 2.0 diharapkan akan selesai pada tahun 2023, menurut Ethereum Foundation.

3. Perbedaan Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0

Illust - Perbedaan Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0
Sumber Asset: Cryptocurrency mining equipment created by fullvector – www.freepik.com

Masalah penskalaan yang dihadapi jaringan Ethereum dapat diatasi dengan perubahan konsensus. Inilah yang menjadi salah satu perbedaan terbesar antara Ethereum 1.0 dan Ethereum 2.0. Jika Ethereum 1.0 menggunakan mekanisme konsensus Proof of Work (PoW), maka Ethereum 2.0 menggunakan Proof of Stake (PoS).

Ethereum memiliki kebutuhan untuk memvalidasi transaksi dengan cara yang terdesentralisasi. Ethereum saat ini masih menggunakan mekanisme PoW seperti Bitcoin. Dalam sistem ini, miner menggunakan kekuatan pemrosesan mesin untuk memecahkan teka-teki matematika yang rumit dan memverifikasi transaksi baru. Miner pertama yang berhasil memecahkan teka-teki menambahkan transaksi baru ke catatan semua transaksi yang membentuk blockchain. Mereka kemudian diberi hadiah dengan cryptocurrency asli jaringan.  Namun, proses ini bisa sangat menguras energi, terutama karena kekuatan pemrosesan yang digunakan oleh miner yang gagal memecahkan teka-teki menjadi sia-sia.

Dengan beralih ke PoS, individu di jaringan dapat men-staking kripto asli jaringan dan menjadi validator, sehingga Ethereum tidak lagi mengandalkan miner.  Validator mirip dengan miner karena mereka memverifikasi transaksi dan memastikan jaringan tidak memproses transaksi penipuan atau palsu.

Validator ini dipilih berdasarkan jumlah kripto yang di-stake, dan berapa lama mereka men-staking. Validator lain kemudian dapat membuktikan bahwa mereka telah melihat blok baru.  Ketika ada cukup pengesahan, sebuah blok dapat ditambahkan ke blockchain.  Validator kemudian diberi imbalan untuk proposisi blok yang berhasil.  Proses ini dikenal sebagai forging atau minting.

Keuntungan utama PoS yaitu jauh lebih hemat energi dibanding PoW, karena memisahkan pemrosesan komputer intensif energi dari algoritma konsensus. Sehingga Anda tidak memerlukan banyak daya komputasi untuk mengamankan blockchain.

4. Skalabilitas dan Kemananan Ethereum 2.0 Lebih Baik

Illust - Skalabilitas dan Kemananan Ethereum 2.0 Lebih Baik
Sumber Asset: Abstract secure technology wallpaper created by pikisuperstar – www.freepik.com

Salah satu alasan utama upgrade jaringan Ethereum adalah skalabilitas. Jaringan Ethereum saat ini hanya dapat mendukung sekitar 30 transaksi per detik, hal ini menyebabkan keterlambatan dan kemacetan. Ethereum 2.0 menjanjikan hingga 100.000 transaksi per detik.  Upgrade ini akan tercapai melalui penerapan Shard Chains.

Setup Ethereum saat ini memiliki blockchain yang terdiri dari blockchain tunggal dengan blok berurutan.  Ini aman tetapi sangat lambat dan tidak efisien.  Dengan diperkenalkannya Shard Chains, blockchain tunggal akan dibagi untuk memungkinkan transaksi ditangani dalam rantai paralel, bukan yang berurutan. Ini bertujuan mempercepat jaringan dan meningkatkan skalabilitas dengan lebih mudah.

Ethereum 2.0 juga dirancang dengan mempertimbangkan keamanan.  Sebagian besar jaringan PoS memiliki sejumlah kecil validator, yang membuat sistem lebih terpusat dan menurunkan keamanan jaringan. Namun Ethereum 2.0 berbeda. Jaringan ini membutuhkan minimal 16.384 validator, membuatnya jauh lebih terdesentralisasi dan aman dibandingkan blockchain PoS lainnya.

5. Pengaruh Ethereum 2.0 Terhadap Harga ETH

Banyak yang berspekulasi bahwa upgrade Ethereum dapat mendongkrak harga ETH.  Opini ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa Ethereum dan jaringan DeFi-nya akan menjadi jauh lebih praktis bagi kebanyakan orang yang mungkin tidak memiliki banyak uang.

Biaya untuk melakukan transaksi di Ethereum kemungkinan akan turun ke titik yang memungkinkan pengguna untuk mengirim kripto dalam jumlah yang lebih kecil. Saat ini, hanya mereka yang memiliki lebih banyak uang yang dapat membayar biaya transaksi di Ethereum yang sangat besar. Mereka yang paling diuntungkan dari upgrade Ethereum adalah mereka yang tidak memiliki akses ke sistem perbankan modern yang ada saat ini.

Dengan segala kelebihan Ethereum 2.0 dan manfaat yang ditawarkan, maka akan sangat mungkin harga ETH akan naik di masa depan. Penggunaan yang lebih tinggi akan meningkatkan harga.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here