FCA Inggris Menyelidiki 300 Perusahaan Crypto pada Tahun 2021

Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) telah mengumumkan bahwa mereka akan menggandakan upayanya untuk mencegah investor dari risiko berbahaya. Hal itu diungkapkannya dalam siaran pers yang juga merinci rencana regulasi dan pencapaiannya dalam beberapa bulan terakhir.

FCA Menyelidiki 300 Perusahaan Crypto

Antara April dan September tahun lalu, regulator menerima lebih dari 16.400 pertanyaan tentang kemungkinan penipuan. Sebagian besar dari ini adalah penipuan cryptocurrency. Hal tersebut mendorong FCA untuk memeriksa kemungkinan perusahaan penipuan cryptocurrency, yang menyebabkan dibukanya 300 kasus.

Namun, tidak semua kasus itu merupakan penipuan yang sebenarnya. Sebagian dari kasus itu merupakan sekuritas yang tidak terdaftar. Saat ini, 50 kasus di antaranya sedang diselidiki untuk kegiatan bisnis yang tidak sah dan kegiatan kriminal.

Laporan tinjauan data konsumen FCA menunjukkan bahwa badan tersebut dapat menghentikan pendaftaran 1 dari 4 perusahaan, jika terlihat latar belakang anggota tim proyek yang mencurigakan. FCA juga telah memasukkan 172 perusahaan ke daftar hitam (blacklist) sebagai bisnis crypto yang tidak terdaftar.

- Advertisement -

Baca juga Jordan Belfort Menjadi Investor Perusahaan Game Berbasis Blockchain India, OneTo11

Meski begitu, masih banyak yang bergantung pada konsumen. Sarah Pritchard, direktur eksekutif pasar FCA, mengatakan bahwa:

Konsumen membutuhkan kepercayaan diri saat membuat keputusan investasi, dan data yang kami sajikan menunjukkan maraknya penipuan. Sebelum melakukan investasi, pastikan untuk memverifikasi bahwa perusahaan yang Anda terjuni terdaftar di Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) dan mohon cari tahu tentang potensi bahaya yang terlibat.”

Inggris akan Memperketat UU Crypto

Tidak seperti banyak negara lain, undang-undang Inggris yang mengatur bisnis kripto masih terbilang ambigu. Namun, mengingat bahaya ditimbulkan oleh aset kripto yang tidak diatur dan prevalensi penipuan terkait kripto di negara tersebut, pihak berwenang mungkin ingin lebih meningkatkannya.

Badan pemerintah membuka konsultasi publik mengenai beberapa rekomendasinya pada bulan Januari dan akan menerima umpan balik hingga 23 Maret. Di antara rekomendasinya adalah untuk memperluas peraturan promosi keuangannya ke investasi berisiko tinggi, seperti cryptocurrency.

Saat ini, setiap perusahaan yang menyediakan layanan crypto kepada penduduk Inggris harus mendaftar ke pemerintah. Meskipun 32 organisasi telah disahkan sebagai penyedia layanan aset kripto terdaftar, masih banyak lagi yang belum terdaftar.

Perlu dicatat bahwa Otoritas Standar Periklanan Inggris (ASA) telah mengambil sikap yang sama kerasnya terhadap bisnis cryptocurrency. Tahun lalu, badan tersebut melarang lebih dari 20 iklan cryptocurrency menyesatkan atau gagal memberikan informasi yang memadai terhadap risiko yang terkait dengan investasi cryptocurrency.

Sumber: https://cryptoslate.com/uks-fca-investigated-300-crypto-firms-in-2021/

Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) telah mengumumkan bahwa mereka akan menggandakan upayanya untuk mencegah investor dari risiko berbahaya. Hal itu diungkapkannya dalam siaran pers yang juga merinci rencana regulasi dan pencapaiannya dalam beberapa bulan terakhir.

FCA Menyelidiki 300 Perusahaan Crypto

Antara April dan September tahun lalu, regulator menerima lebih dari 16.400 pertanyaan tentang kemungkinan penipuan. Sebagian besar dari ini adalah penipuan cryptocurrency. Hal tersebut mendorong FCA untuk memeriksa kemungkinan perusahaan penipuan cryptocurrency, yang menyebabkan dibukanya 300 kasus.

Namun, tidak semua kasus itu merupakan penipuan yang sebenarnya. Sebagian dari kasus itu merupakan sekuritas yang tidak terdaftar. Saat ini, 50 kasus di antaranya sedang diselidiki untuk kegiatan bisnis yang tidak sah dan kegiatan kriminal.

Laporan tinjauan data konsumen FCA menunjukkan bahwa badan tersebut dapat menghentikan pendaftaran 1 dari 4 perusahaan, jika terlihat latar belakang anggota tim proyek yang mencurigakan. FCA juga telah memasukkan 172 perusahaan ke daftar hitam (blacklist) sebagai bisnis crypto yang tidak terdaftar.

Baca juga Jordan Belfort Menjadi Investor Perusahaan Game Berbasis Blockchain India, OneTo11

Meski begitu, masih banyak yang bergantung pada konsumen. Sarah Pritchard, direktur eksekutif pasar FCA, mengatakan bahwa:

Konsumen membutuhkan kepercayaan diri saat membuat keputusan investasi, dan data yang kami sajikan menunjukkan maraknya penipuan. Sebelum melakukan investasi, pastikan untuk memverifikasi bahwa perusahaan yang Anda terjuni terdaftar di Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) dan mohon cari tahu tentang potensi bahaya yang terlibat.”

Inggris akan Memperketat UU Crypto

Tidak seperti banyak negara lain, undang-undang Inggris yang mengatur bisnis kripto masih terbilang ambigu. Namun, mengingat bahaya ditimbulkan oleh aset kripto yang tidak diatur dan prevalensi penipuan terkait kripto di negara tersebut, pihak berwenang mungkin ingin lebih meningkatkannya.

Badan pemerintah membuka konsultasi publik mengenai beberapa rekomendasinya pada bulan Januari dan akan menerima umpan balik hingga 23 Maret. Di antara rekomendasinya adalah untuk memperluas peraturan promosi keuangannya ke investasi berisiko tinggi, seperti cryptocurrency.

Saat ini, setiap perusahaan yang menyediakan layanan crypto kepada penduduk Inggris harus mendaftar ke pemerintah. Meskipun 32 organisasi telah disahkan sebagai penyedia layanan aset kripto terdaftar, masih banyak lagi yang belum terdaftar.

Perlu dicatat bahwa Otoritas Standar Periklanan Inggris (ASA) telah mengambil sikap yang sama kerasnya terhadap bisnis cryptocurrency. Tahun lalu, badan tersebut melarang lebih dari 20 iklan cryptocurrency menyesatkan atau gagal memberikan informasi yang memadai terhadap risiko yang terkait dengan investasi cryptocurrency.

Sumber: https://cryptoslate.com/uks-fca-investigated-300-crypto-firms-in-2021/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here