Foxbit Dipaksa untuk Mengganti Rugi Hilangnya Ethereum Pelanggannya

Pengadilan di Brazil telah memerintahkan bursa kripto domestik Foxbit dan perusahaan yang terkait dengan kripto lainnya untuk mengganti rugi dana pelanggannya. Disebutkan bahwa pelanggan tersebut kehilangan aset ethereum (ETH) senilai hampir USD 3.000 dalam sebuah transaksi pada Februari 2020 yang lalu.

Globo melaporkan bahwa investor tersebut mengklaim bahwa telah mentransfer kepemilikan ETH dari dompet di sebuah platform trading internasional besar ke akun Foxbit. Akan tetapi, pada saat itu tampaknya telah terjadi kesalahan. Oleh karena itulah pelanggan tersebut memutuskan untuk tidak menggunakan jaringan yang direkomendasikan untuk melakukan transfer.

Foxbit mengklaim bahwa pelanggan telah dengan sendirinya “memilih untuk melakukan transfer aset kripto mereka tanpa menggunakan teknologi keamanan yang umum digunakan,” dan seperti yang sudah di klaim sebelumnya, tentunya hal tersebut menyebabkan ia “kehilangan dana.” Pihak Foxbit pun mengatakan akan melakukan banding atas keputusan pengadilan yang sudah disampaikan.

Pada putusan pengadilan, Foxbit dan firma lain yang bernama B Fintech Serviços de Tecnologia didenda sekitar USD 3.000 oleh pengadilan sipil di provinsi Rio Grande do Sul. Namun, kedua belah pihak akan diizinkan untuk mengajukan banding atas putusan ini jika mereka menginginkannya. Di sisi lain, hakim juga telah menolak klaim pelanggan atas pengajuan kompensasi moral.

- Advertisement -

Baca Juga : Bursa Aset Kripto WhiteBit Membeli Piala Eurovision

Tim hukum B Fintech sendiri menyatakan bahwa terdapat kemungkinan bahwa mereka akan melakukan banding. Akan tetapi, untuk saat ini perusahaan tersebut tidak akan berkomentar lebih jauh tentang kasus tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, pelanggan yang mengajukan tuntutan mengungkapkan kekesalannya dan kekhawatirannya karena dana yang ia transfer tidak sampai tujuan. Ia menyebutkan bahwa kejadian ini seharusnya ditangani sama seperti apabila melakukan transfer melalui bank. Pasalnya, ketika melakukan transfer ke bank lain dan dananya tidak masuk, maka pihak bank lah yang akan bertanggung jawab. 

Hakim juga telah mengonfirmasi bahwa pelanggan tersebut telah menyediakan bukti dilakukannya transaksi. Selain itu, ia juga telah melampirkan bukti bahwa dana yang ditransfer tidak masuk ke akun yang dituju.

Sumber : cryptonews.com 

Pengadilan di Brazil telah memerintahkan bursa kripto domestik Foxbit dan perusahaan yang terkait dengan kripto lainnya untuk mengganti rugi dana pelanggannya. Disebutkan bahwa pelanggan tersebut kehilangan aset ethereum (ETH) senilai hampir USD 3.000 dalam sebuah transaksi pada Februari 2020 yang lalu.

Globo melaporkan bahwa investor tersebut mengklaim bahwa telah mentransfer kepemilikan ETH dari dompet di sebuah platform trading internasional besar ke akun Foxbit. Akan tetapi, pada saat itu tampaknya telah terjadi kesalahan. Oleh karena itulah pelanggan tersebut memutuskan untuk tidak menggunakan jaringan yang direkomendasikan untuk melakukan transfer.

Foxbit mengklaim bahwa pelanggan telah dengan sendirinya “memilih untuk melakukan transfer aset kripto mereka tanpa menggunakan teknologi keamanan yang umum digunakan,” dan seperti yang sudah di klaim sebelumnya, tentunya hal tersebut menyebabkan ia “kehilangan dana.” Pihak Foxbit pun mengatakan akan melakukan banding atas keputusan pengadilan yang sudah disampaikan.

Pada putusan pengadilan, Foxbit dan firma lain yang bernama B Fintech Serviços de Tecnologia didenda sekitar USD 3.000 oleh pengadilan sipil di provinsi Rio Grande do Sul. Namun, kedua belah pihak akan diizinkan untuk mengajukan banding atas putusan ini jika mereka menginginkannya. Di sisi lain, hakim juga telah menolak klaim pelanggan atas pengajuan kompensasi moral.

Baca Juga : Bursa Aset Kripto WhiteBit Membeli Piala Eurovision

Tim hukum B Fintech sendiri menyatakan bahwa terdapat kemungkinan bahwa mereka akan melakukan banding. Akan tetapi, untuk saat ini perusahaan tersebut tidak akan berkomentar lebih jauh tentang kasus tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, pelanggan yang mengajukan tuntutan mengungkapkan kekesalannya dan kekhawatirannya karena dana yang ia transfer tidak sampai tujuan. Ia menyebutkan bahwa kejadian ini seharusnya ditangani sama seperti apabila melakukan transfer melalui bank. Pasalnya, ketika melakukan transfer ke bank lain dan dananya tidak masuk, maka pihak bank lah yang akan bertanggung jawab. 

Hakim juga telah mengonfirmasi bahwa pelanggan tersebut telah menyediakan bukti dilakukannya transaksi. Selain itu, ia juga telah melampirkan bukti bahwa dana yang ditransfer tidak masuk ke akun yang dituju.

Sumber : cryptonews.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here