FTX Memperoleh Lisensi Penuh untuk Mengoperasikan Bursa Kripto di Dubai

Illust - FTX Memperoleh Lisensi Penuh untuk Mengoperasikan Bursa Kripto di Dubai
Sumber Asset: Illustration of document icon created by rawpixel.com – www.freepik.com

Dubai telah mengizinkan bursa aset kripto FTX untuk melakukan perdagangan aset digital dan operasi kliring di wilayahnya. Salah satu dari tujuh wilayah yang membentuk Uni Emirat Arab (UEA) tersebut telah memutuskan untuk meluncurkan rencana ambisius tahun ini untuk mengembangkan industri kripto dan blockchain.

Sebagai permulaan, bursa aset kripto FTX akan menawarkan produk turunan kripto yang sudah teregulasi serta berbagai layanan trading kepada investor dan lembaga keuangan di wilayah tersebut. Selain itu, mereka juga akan mengoperasikan marketplace NFT (non-fungible token) dan menyediakan layanan kustodian kepada kliennya.

Direktur FTX untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Balsam Danhach, mengatakan bahwa lisensi ini juga akan mencakup klien ritel mereka. Meskipun begitu, ia menjelaskan bahwa upaya ini akan mereka lakukan secara bertahap untuk memastikan bahwa mereka dapat mencakup pasar ritel dalam pedoman yang ditetapkan oleh Virtual Assets Regulatory Authority (VARA).

Pada bulan Maret, regulator kripto Dubai sudah terlebih dulu memberikan dua lisensi parsial pertama kepada FTX dan Binance untuk mengoperasikan aset virtual di wilayah itu. Tak lama setelahnya, Perdana Menteri dan Wakil Presiden UEA, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, mengumumkan pembentukan badan pengawas VARA.

- Advertisement -

Baca Juga: The Fed dan FDIC meminta Perusahaan Voyager untuk menghentikan klaim ‘salah dan menyesatkan’ atas asuransi simpanan

Layanan perusahaan tersebut akan ditawarkan melalui Bursa FTX FZE, anak perusahaan divisi FTX di Timur Tengah dan Eropa. Dan terlepas dari kekhawatiran yang muncul terkait dengan teknologi blockchain, Uni Emirat Arab telah memutuskan untuk menjadi pusat untuk perdagangan aset digital.

Di sisi lain, sejak mereka memperoleh lisensi operasi parsial pada bulan Maret, FTX telah mendirikan kantor di kota tersebut. Sementara itu, Binance juga telah meningkatkan investasinya di Emirat sejak mendapatkan izin untuk beroperasi.

Namun, FTX masih belum melaporkan apakah mereka sudah memiliki rencana untuk melanjutkan ekspansi di wilayah UEA lainnya. Sedangkan Binance sendiri sudah mengonfirmasikan rencana tersebut. Hal ini ditunjukkan pada bulan Maret, saat Central Bank of Bahrain (CBB) telah melegalkan Binance untuk menyediakan layanan keuangan dengan aset kripto di wilayahnya.

Sumber: investing.com 

Illust - FTX Memperoleh Lisensi Penuh untuk Mengoperasikan Bursa Kripto di Dubai
Sumber Asset: Illustration of document icon created by rawpixel.com – www.freepik.com

Dubai telah mengizinkan bursa aset kripto FTX untuk melakukan perdagangan aset digital dan operasi kliring di wilayahnya. Salah satu dari tujuh wilayah yang membentuk Uni Emirat Arab (UEA) tersebut telah memutuskan untuk meluncurkan rencana ambisius tahun ini untuk mengembangkan industri kripto dan blockchain.

Sebagai permulaan, bursa aset kripto FTX akan menawarkan produk turunan kripto yang sudah teregulasi serta berbagai layanan trading kepada investor dan lembaga keuangan di wilayah tersebut. Selain itu, mereka juga akan mengoperasikan marketplace NFT (non-fungible token) dan menyediakan layanan kustodian kepada kliennya.

Direktur FTX untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Balsam Danhach, mengatakan bahwa lisensi ini juga akan mencakup klien ritel mereka. Meskipun begitu, ia menjelaskan bahwa upaya ini akan mereka lakukan secara bertahap untuk memastikan bahwa mereka dapat mencakup pasar ritel dalam pedoman yang ditetapkan oleh Virtual Assets Regulatory Authority (VARA).

Pada bulan Maret, regulator kripto Dubai sudah terlebih dulu memberikan dua lisensi parsial pertama kepada FTX dan Binance untuk mengoperasikan aset virtual di wilayah itu. Tak lama setelahnya, Perdana Menteri dan Wakil Presiden UEA, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, mengumumkan pembentukan badan pengawas VARA.

Baca Juga: The Fed dan FDIC meminta Perusahaan Voyager untuk menghentikan klaim ‘salah dan menyesatkan’ atas asuransi simpanan

Layanan perusahaan tersebut akan ditawarkan melalui Bursa FTX FZE, anak perusahaan divisi FTX di Timur Tengah dan Eropa. Dan terlepas dari kekhawatiran yang muncul terkait dengan teknologi blockchain, Uni Emirat Arab telah memutuskan untuk menjadi pusat untuk perdagangan aset digital.

Di sisi lain, sejak mereka memperoleh lisensi operasi parsial pada bulan Maret, FTX telah mendirikan kantor di kota tersebut. Sementara itu, Binance juga telah meningkatkan investasinya di Emirat sejak mendapatkan izin untuk beroperasi.

Namun, FTX masih belum melaporkan apakah mereka sudah memiliki rencana untuk melanjutkan ekspansi di wilayah UEA lainnya. Sedangkan Binance sendiri sudah mengonfirmasikan rencana tersebut. Hal ini ditunjukkan pada bulan Maret, saat Central Bank of Bahrain (CBB) telah melegalkan Binance untuk menyediakan layanan keuangan dengan aset kripto di wilayahnya.

Sumber: investing.com 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here