Galaxy Fight Club: Game Pertama yang Menyatukan Banyak Koleksi NFT dalam Sebuah Platform

Perkembangan game yang didukung oleh jaringan NFT semakin marak di kalangan gamers, bahkan orang awam sekali pun. Salah satu proyek avatar yang menarik dari sebuah game tersebut adalah Galaxy Fight Club (GFC).

Tidak hanya sekadar proyek avatar, GFC merupakan sebuah game PvP real-time yang menyatukan semua koleksi NFT ke dalam sebuah platform. Dengan begitu, permainan ini akan memungkinkan pengguna untuk ‘masuk’ melalui NFT yang telah dibeli atau dimiliki dan melakukan aktivitas dalam game menggunakan karakter tersebut.

Peluncuran proyek ini berangkat dari status sektor NFT saat ini yang masih terkotak-kotak karena tidak adanya kolaborasi antara berbagai aset. Selain itu, masih belum ada wadah platform untuk menjadi beberapa IP dengan aset berbeda memungkinkan jalannya kolaborasi. Sehingga, GFC hadir untuk menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Hal itu dilakukan dengan membangun dan meningkatkan manfaat aset avatar NFT yang ada, seperti Cryptopunks dan BAYC.

Baca juga DeFi Kingdoms dan Guild of Guardian Diprediksi Menjadi Game Blockchain Berbasis NFT Populer di Tahun 2022

- Advertisement -

$GCOIN merupakan uang dalam game yang mendasari seluruh kegiatan ekonomi di dalam permainan, termasuk GFC. Token ini tidak dijual langsung kepada para pemain, melainkan diperoleh dengan dua cara. Pertama, dengan memenangkan turnamen. Kedua, setiap Genesis Galaxy Fighter mengumpulkan sejumlah token $GCOIN dan diklaim dengan masuk ke dalam permainan.

$GCOIN diperdagangkan senilai Rp. 24.272.09 pada saat penulisan, dengan kenaikan sebesar 29.97% sejak peluncuran. Sebelumnya, token ini telah mencapai titik all-time-high (ATH) pada harga Rp. 26.280.98 dan titik terendah dengan harga Rp. 16.850.65. Bursa teratas yang memperdagangkan token ini di antaranya adalah Gate.io, ZT, Quickswap.

Dalam memberikan pengalaman bermain game yang menarik, komponen utama dari GFC dibangun di atas teknologi blockchain. Sementara bagian prosesor lainnya yang lebih berat dari game dibangun di luar rantai jaringan. NFT dari GFC Fighter dibuat menggunakan standar ERC-721 dan digunakan di mainnet Ethereum. Sedangkan senjata dan token $GCOIN akan disimpan di Polygon Layer-2. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya transaksi dalam setiap aktivitas dalam permainan.

Perkembangan game yang didukung oleh jaringan NFT semakin marak di kalangan gamers, bahkan orang awam sekali pun. Salah satu proyek avatar yang menarik dari sebuah game tersebut adalah Galaxy Fight Club (GFC).

Tidak hanya sekadar proyek avatar, GFC merupakan sebuah game PvP real-time yang menyatukan semua koleksi NFT ke dalam sebuah platform. Dengan begitu, permainan ini akan memungkinkan pengguna untuk ‘masuk’ melalui NFT yang telah dibeli atau dimiliki dan melakukan aktivitas dalam game menggunakan karakter tersebut.

Peluncuran proyek ini berangkat dari status sektor NFT saat ini yang masih terkotak-kotak karena tidak adanya kolaborasi antara berbagai aset. Selain itu, masih belum ada wadah platform untuk menjadi beberapa IP dengan aset berbeda memungkinkan jalannya kolaborasi. Sehingga, GFC hadir untuk menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Hal itu dilakukan dengan membangun dan meningkatkan manfaat aset avatar NFT yang ada, seperti Cryptopunks dan BAYC.

Baca juga DeFi Kingdoms dan Guild of Guardian Diprediksi Menjadi Game Blockchain Berbasis NFT Populer di Tahun 2022

$GCOIN merupakan uang dalam game yang mendasari seluruh kegiatan ekonomi di dalam permainan, termasuk GFC. Token ini tidak dijual langsung kepada para pemain, melainkan diperoleh dengan dua cara. Pertama, dengan memenangkan turnamen. Kedua, setiap Genesis Galaxy Fighter mengumpulkan sejumlah token $GCOIN dan diklaim dengan masuk ke dalam permainan.

$GCOIN diperdagangkan senilai Rp. 24.272.09 pada saat penulisan, dengan kenaikan sebesar 29.97% sejak peluncuran. Sebelumnya, token ini telah mencapai titik all-time-high (ATH) pada harga Rp. 26.280.98 dan titik terendah dengan harga Rp. 16.850.65. Bursa teratas yang memperdagangkan token ini di antaranya adalah Gate.io, ZT, Quickswap.

Dalam memberikan pengalaman bermain game yang menarik, komponen utama dari GFC dibangun di atas teknologi blockchain. Sementara bagian prosesor lainnya yang lebih berat dari game dibangun di luar rantai jaringan. NFT dari GFC Fighter dibuat menggunakan standar ERC-721 dan digunakan di mainnet Ethereum. Sedangkan senjata dan token $GCOIN akan disimpan di Polygon Layer-2. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya transaksi dalam setiap aktivitas dalam permainan.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here