Grayscale Terus Menerima Aliran Dana Kripto, walaupun Memiliki Performa yang Kurang

Sebagai salah satu perusahaan investasi kripto terbesar saat, Grayscale terus menerima aliran modal karena perusahaan sedang menawarkan layanan reksa dana ETF yang dijanjikan akan diperdagangkan pada akhir tahun ini.

Kinerja Grayscale telah menarik investasi secara global karena dunia saat ini sedang menghadapi guncangan dalam beberapa bulan terakhir, hal ini juga memengaruhi pertumbuhan pasar. Beberapa halangan tersebut seperti aksi jual saham teknologi secara besar-besaran dan invasi Rusia ke Ukraina yang mendorong manajer kekayaan mengalami kerugian.

Guncangan tersebut juga mengakibatkan dana GBTC berkinerja buruk. GBTC atau Grayscale Bitcoin Trust adalah sarana investasi yang dirancang untuk memungkinkan investor memperdagangkan saham Bitcoin tanpa perlu memiliki cryptocurrency yang mendasarinya, menurut zephynet.com.

Perusahaan investasi Ark Invesment dan Morgan Stanley meluncurkan reksa dana ETF Bitcoin, yaitu ARK Next Generation ETF dan Morgan Stanley Insight Fund. Kedua ETF tersebut memiliki kinerja negatif dari tahun ke tahu karena eksposur tinggi di GBTC. Menurut laporan CoinQuora, tak satu pun dari kedua dana tersebut melaporkan penjualan saham GBTC yang signifikan.

- Advertisement -

Baca juga Perusahaan Investasi Kripto Grayscale Bekerja Sama dengan Bloomberg Meluncurkan Reksa Dana ETF

Ada berbagi faktor yang memengaruhi kinerja GBTC di pasar, salah satunya adalah meningkatkanya persaingan ETF di kanada. Tidak seperti GBTC, ETF pada umumnya memungkinkan investor untuk melakukan penebusan saham; sebuah proses ketika investor dapat menghancurkan saham berdasarkan dinamika penawaran dan permintaan.

Digital Currency Group, perusahaan induk Grayscale, telah berupaya untuk mengurangi diskon dengan membeli kembali saham GBTC. Namun, upaya mereka terbukti tidak membuahkan hasil setelah peluncuran ProShares Bitcoin Strategy ETF yang memegang kontrak berjangka. Hal tersebut berpengaruh pada harga GBTC karena lebih jatuh dari harga spot Bitcoin.

Walaupun kinerja GBTC mengalami penurunan, investor institusional kembali menanamkan modal dan mengumpulkan saham di GBTC karena diskon untuk harga spot telah meningkat hampir 30%, menurut data Glassnode.

Sejak Desember 2021, investor institusional berinvestasi kisaran antara $10 juta hingga $120 juta ke dana unggulan Grayscale. Aliran modal terbesar saat ini mencapai $140 juta yang tercatat pada minggu terakhir Februari 2022.

Graycale juga telah mengusulkan reksa dana ETF bersama Bloomberg pada awal Februari 2022, reksa dana dengan ticker GFOF tersebut akan melacak indeks keuangan Bloomberg Grayscale Future of Finance Index. Selain itu, Grayscale sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam altcoin seperti Algoran (ALGO) dan Fantom (FTM).

Sumber: https://coinquora.com/grayscales-crypto-fund-attracts-capital-despite-underperformance/

Sebagai salah satu perusahaan investasi kripto terbesar saat, Grayscale terus menerima aliran modal karena perusahaan sedang menawarkan layanan reksa dana ETF yang dijanjikan akan diperdagangkan pada akhir tahun ini.

Kinerja Grayscale telah menarik investasi secara global karena dunia saat ini sedang menghadapi guncangan dalam beberapa bulan terakhir, hal ini juga memengaruhi pertumbuhan pasar. Beberapa halangan tersebut seperti aksi jual saham teknologi secara besar-besaran dan invasi Rusia ke Ukraina yang mendorong manajer kekayaan mengalami kerugian.

Guncangan tersebut juga mengakibatkan dana GBTC berkinerja buruk. GBTC atau Grayscale Bitcoin Trust adalah sarana investasi yang dirancang untuk memungkinkan investor memperdagangkan saham Bitcoin tanpa perlu memiliki cryptocurrency yang mendasarinya, menurut zephynet.com.

Perusahaan investasi Ark Invesment dan Morgan Stanley meluncurkan reksa dana ETF Bitcoin, yaitu ARK Next Generation ETF dan Morgan Stanley Insight Fund. Kedua ETF tersebut memiliki kinerja negatif dari tahun ke tahu karena eksposur tinggi di GBTC. Menurut laporan CoinQuora, tak satu pun dari kedua dana tersebut melaporkan penjualan saham GBTC yang signifikan.

Baca juga Perusahaan Investasi Kripto Grayscale Bekerja Sama dengan Bloomberg Meluncurkan Reksa Dana ETF

Ada berbagi faktor yang memengaruhi kinerja GBTC di pasar, salah satunya adalah meningkatkanya persaingan ETF di kanada. Tidak seperti GBTC, ETF pada umumnya memungkinkan investor untuk melakukan penebusan saham; sebuah proses ketika investor dapat menghancurkan saham berdasarkan dinamika penawaran dan permintaan.

Digital Currency Group, perusahaan induk Grayscale, telah berupaya untuk mengurangi diskon dengan membeli kembali saham GBTC. Namun, upaya mereka terbukti tidak membuahkan hasil setelah peluncuran ProShares Bitcoin Strategy ETF yang memegang kontrak berjangka. Hal tersebut berpengaruh pada harga GBTC karena lebih jatuh dari harga spot Bitcoin.

Walaupun kinerja GBTC mengalami penurunan, investor institusional kembali menanamkan modal dan mengumpulkan saham di GBTC karena diskon untuk harga spot telah meningkat hampir 30%, menurut data Glassnode.

Sejak Desember 2021, investor institusional berinvestasi kisaran antara $10 juta hingga $120 juta ke dana unggulan Grayscale. Aliran modal terbesar saat ini mencapai $140 juta yang tercatat pada minggu terakhir Februari 2022.

Graycale juga telah mengusulkan reksa dana ETF bersama Bloomberg pada awal Februari 2022, reksa dana dengan ticker GFOF tersebut akan melacak indeks keuangan Bloomberg Grayscale Future of Finance Index. Selain itu, Grayscale sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam altcoin seperti Algoran (ALGO) dan Fantom (FTM).

Sumber: https://coinquora.com/grayscales-crypto-fund-attracts-capital-despite-underperformance/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here