Gubernur Bank Sentral Zimbabwe Tengah Mempertimbangkan Peluncuran CBDC

Gubernur bank sentral, John Mangudya baru-baru ini mengungkapkan bahwa Zimbabwe sedang mempertimbangkan mata uang digital yang didukung oleh regulator, alih-alih cryptocurrency seperti Bitcoin. Berikut penuturan Mangudya:

“Sederhananya, sebagai bank sentral, kami tidak mendukung cryptocurrency.”

Dolar e-Zimbabwe Saat Ini sedang Dikembangkan

e-Zimbabwe telah berada di posisi pengembangan dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebelumnya, ketika dunia berspekulasi mengenai apakah negara Afrika akan mengikuti jejak El Salvador, pemerintah Zimbabwe menyatakan dengan tegas bahwa mereka “tidak mempertimbangkan pengenalan mata uang lain dalam tatanan perekonomiannya.”

- Advertisement -

Baca juga Sebelum Sidang Kongres di Amerika Serikat, FTX Mengumumkan Proposal untuk Regulasi Kripto

Bank sentral Zimbabwe, seperti banyak regulator lain di seluruh dunia, khawatir dengan volatilitas dan kurangnya pengawasan bank sentral terhadap cryptocurrency. Menurut sang gubernur, pengembangan CBDC di Zimbabwe tampaknya sudah melampaui tahap awal.

“… kita tidak diragukan lagi akan segera menyelesaikan misi kami.”

Mangudya mencatat bahwa mereka “bekerja sangat keras” dengan perusahaan teknologi keuangan. Menggunakan Cina dan Nigeria sebagai contoh, ia mengklaim bahwa “masalah” bank sentral pasti akan meningkat sebagai akibat dari keterbatasan blockchain dan Bitcoin.

“Kami tidak percaya pada Bitcoin. Mata uang digital bank sentral adalah sesuatu yang kami yakini.” Mangudya menambahkan bahwa pendidikan dan bantuan tambahan diperlukan, bersama dengan umpan balik dari industri cryptocurrency.

“Sepanjang sejarah kami, kami telah belajar bahwa cara terbaik untuk menyebarkan berita mengenai produk baru adalah dengan menyebarkannya sebanyak mungkin.”

Sikap Pemerintah terhadap Cryptocurrency

Zimbabwe sangat proaktif dalam hal mengenali minat yang berkembang dalam cryptocurrency jika dibandingkan dengan beberapa pesaingnya di Afrika. Pemerintah awalnya menentang crypto lantaran khawatir akan pencucian uang dan aliran dana ilegal.

Pemerintah, bagaimanapun, mengubah sikapnya ketika Menteri Keuangan, Mthuli Ncube, menyatakan pada awal Oktober, bahwa ia “berniat untuk membangun kerangka kerja dan undang-undang yang mengatur perdagangan resmi di kelas aset uang digital,” seperti dilansir media lokal.

Segera setelah itu, pemerintah dilaporkan meminta masukan dari banyak industri dan melakukan konsultasi eksternal sebelum mengembangkan kebijakan cryptocurrency. Warga Zimbabwe, menurut sebuah penelitian, memiliki portofolio crypto paling beragam di Afrika. Ini secara efektif menunjukkan bahwa, selain Bitcoin, warga telah mempertimbangkan altcoin.

Zimbabwe berada di peringkat 61 pada skala global adopsi crypto oleh Chainalysis 2021 dan 121 pada DeFi Adoption Index.

Sumber: https://ambcrypto.com/we-are-definitely-almost-there-zimbabwes-central-bank-governor-on-cbdc/

Gubernur bank sentral, John Mangudya baru-baru ini mengungkapkan bahwa Zimbabwe sedang mempertimbangkan mata uang digital yang didukung oleh regulator, alih-alih cryptocurrency seperti Bitcoin. Berikut penuturan Mangudya:

“Sederhananya, sebagai bank sentral, kami tidak mendukung cryptocurrency.”

Dolar e-Zimbabwe Saat Ini sedang Dikembangkan

e-Zimbabwe telah berada di posisi pengembangan dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebelumnya, ketika dunia berspekulasi mengenai apakah negara Afrika akan mengikuti jejak El Salvador, pemerintah Zimbabwe menyatakan dengan tegas bahwa mereka “tidak mempertimbangkan pengenalan mata uang lain dalam tatanan perekonomiannya.”

Baca juga Sebelum Sidang Kongres di Amerika Serikat, FTX Mengumumkan Proposal untuk Regulasi Kripto

Bank sentral Zimbabwe, seperti banyak regulator lain di seluruh dunia, khawatir dengan volatilitas dan kurangnya pengawasan bank sentral terhadap cryptocurrency. Menurut sang gubernur, pengembangan CBDC di Zimbabwe tampaknya sudah melampaui tahap awal.

“… kita tidak diragukan lagi akan segera menyelesaikan misi kami.”

Mangudya mencatat bahwa mereka “bekerja sangat keras” dengan perusahaan teknologi keuangan. Menggunakan Cina dan Nigeria sebagai contoh, ia mengklaim bahwa “masalah” bank sentral pasti akan meningkat sebagai akibat dari keterbatasan blockchain dan Bitcoin.

“Kami tidak percaya pada Bitcoin. Mata uang digital bank sentral adalah sesuatu yang kami yakini.” Mangudya menambahkan bahwa pendidikan dan bantuan tambahan diperlukan, bersama dengan umpan balik dari industri cryptocurrency.

“Sepanjang sejarah kami, kami telah belajar bahwa cara terbaik untuk menyebarkan berita mengenai produk baru adalah dengan menyebarkannya sebanyak mungkin.”

Sikap Pemerintah terhadap Cryptocurrency

Zimbabwe sangat proaktif dalam hal mengenali minat yang berkembang dalam cryptocurrency jika dibandingkan dengan beberapa pesaingnya di Afrika. Pemerintah awalnya menentang crypto lantaran khawatir akan pencucian uang dan aliran dana ilegal.

Pemerintah, bagaimanapun, mengubah sikapnya ketika Menteri Keuangan, Mthuli Ncube, menyatakan pada awal Oktober, bahwa ia “berniat untuk membangun kerangka kerja dan undang-undang yang mengatur perdagangan resmi di kelas aset uang digital,” seperti dilansir media lokal.

Segera setelah itu, pemerintah dilaporkan meminta masukan dari banyak industri dan melakukan konsultasi eksternal sebelum mengembangkan kebijakan cryptocurrency. Warga Zimbabwe, menurut sebuah penelitian, memiliki portofolio crypto paling beragam di Afrika. Ini secara efektif menunjukkan bahwa, selain Bitcoin, warga telah mempertimbangkan altcoin.

Zimbabwe berada di peringkat 61 pada skala global adopsi crypto oleh Chainalysis 2021 dan 121 pada DeFi Adoption Index.

Sumber: https://ambcrypto.com/we-are-definitely-almost-there-zimbabwes-central-bank-governor-on-cbdc/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here