Hampir 90% Nilai SnowDog Hilang sejak Protokol Menjadwalkan Pembelian Token

Token SnowDog mengalami penurunan lebih dari 90% pada hari Kamis, 25 November. Penurunan tersebut terjadi pasca aksi jual besar-besaran yang disebabkan oleh pembelian kembali token yang direncanakan oleh protokol.

Token SnowDog (SDOG) yang menyebut dirinya sebagai ‘cadangan mata uang meme yang terdesentralisasi,’ memungkinkan pengguna untuk mendapatkan diskon pada token SnowDog (SDOG) dengan menempatkan aset lain sebagai jaminan.

SnowDog menarik likuiditas dengan cara serupa dengan OlympusDAO, yang merupakan protokol pertama yang menggunakan pendekatan ‘liquidity flywheel’. Banyak perpecahan OlympusDAO telah muncul di Ethereum dan Blockchain lainnya dalam beberapa minggu terakhir hal ini menunjukkan peningkatan minat terhadap protokol.

Snowdog menjadi unik di antara cabang OlympusDAO karena dikhususkan untuk beroperasi selama delapan hari. Pada peluncurannya, protokol mengklaim bahwa dalam delapan hari, ia akan menggunakan semua aset dalam pembendaharaannya untuk mengatur pembelian token secara besar-besaran. Hal ini sebagai persiapan untuk transisi ke mata uang meme dengan membagi setiap token SDOG dengan faktor satu miliar.

- Advertisement -

Baca juga Penurunan AUM Bitcoin Sebesar 9.5% Menjadi Penurunan Terbesar sejak Bulan Juli

Dalam hal ini, banyak pemegang token SDOG mengakumulasikan token SDOG dengan harapan kenaikan harga yang signifikan sebagai hasil dari pembelian kembali yang direncanakan. Di sisi lain, token SnowDog jatuh ketika pembelian kembali dimulai pada hari Kamis. Pada akhirnya, token ini kehilangan hampir 90% dari nilai pra-pembelian kembali.

Banyak anggota komunitas Snowdog menuduh para pengembang “memperas uang” dengan menggunakan pembelian kembali (buyback) untuk keluar dari saham mereka terlebih dahulu, yang mengakibatkan investor lain terjebak karena harga turun.

Di sisi lain, beberapa pihak menentang tuduhan tersebut. Mereka mengklaim bahwa data transaksi tidak menunjukkan adanya bukti kesalahan. Menanggapi hal ini, SnowDog mengeluarkan laporan post-mortem pada hari Jumat 25 November. Mereka mengungkapkan alasan runtuhnya token SnowDog.

Dalam laporan tersebut, pengembang menyampaikan permintaan maaf karena tidak mengatakan bahwa pembelian kembali akan mempengaruhi harga. Ia juga mengatakan bahwa agar harga SDOG melebihi harga pasar sebelum pembelian kembali, penjual mengharuskan SDOG mereka berada di antara tujuh% pasokan pertama yang terjual.

Sumber:

https://cryptobriefing.com/olympus-dao-fork-snowdog-hit-by-90-crash/

Token SnowDog mengalami penurunan lebih dari 90% pada hari Kamis, 25 November. Penurunan tersebut terjadi pasca aksi jual besar-besaran yang disebabkan oleh pembelian kembali token yang direncanakan oleh protokol.

Token SnowDog (SDOG) yang menyebut dirinya sebagai ‘cadangan mata uang meme yang terdesentralisasi,’ memungkinkan pengguna untuk mendapatkan diskon pada token SnowDog (SDOG) dengan menempatkan aset lain sebagai jaminan.

SnowDog menarik likuiditas dengan cara serupa dengan OlympusDAO, yang merupakan protokol pertama yang menggunakan pendekatan ‘liquidity flywheel’. Banyak perpecahan OlympusDAO telah muncul di Ethereum dan Blockchain lainnya dalam beberapa minggu terakhir hal ini menunjukkan peningkatan minat terhadap protokol.

Snowdog menjadi unik di antara cabang OlympusDAO karena dikhususkan untuk beroperasi selama delapan hari. Pada peluncurannya, protokol mengklaim bahwa dalam delapan hari, ia akan menggunakan semua aset dalam pembendaharaannya untuk mengatur pembelian token secara besar-besaran. Hal ini sebagai persiapan untuk transisi ke mata uang meme dengan membagi setiap token SDOG dengan faktor satu miliar.

Baca juga Penurunan AUM Bitcoin Sebesar 9.5% Menjadi Penurunan Terbesar sejak Bulan Juli

Dalam hal ini, banyak pemegang token SDOG mengakumulasikan token SDOG dengan harapan kenaikan harga yang signifikan sebagai hasil dari pembelian kembali yang direncanakan. Di sisi lain, token SnowDog jatuh ketika pembelian kembali dimulai pada hari Kamis. Pada akhirnya, token ini kehilangan hampir 90% dari nilai pra-pembelian kembali.

Banyak anggota komunitas Snowdog menuduh para pengembang “memperas uang” dengan menggunakan pembelian kembali (buyback) untuk keluar dari saham mereka terlebih dahulu, yang mengakibatkan investor lain terjebak karena harga turun.

Di sisi lain, beberapa pihak menentang tuduhan tersebut. Mereka mengklaim bahwa data transaksi tidak menunjukkan adanya bukti kesalahan. Menanggapi hal ini, SnowDog mengeluarkan laporan post-mortem pada hari Jumat 25 November. Mereka mengungkapkan alasan runtuhnya token SnowDog.

Dalam laporan tersebut, pengembang menyampaikan permintaan maaf karena tidak mengatakan bahwa pembelian kembali akan mempengaruhi harga. Ia juga mengatakan bahwa agar harga SDOG melebihi harga pasar sebelum pembelian kembali, penjual mengharuskan SDOG mereka berada di antara tujuh% pasokan pertama yang terjual.

Sumber:

https://cryptobriefing.com/olympus-dao-fork-snowdog-hit-by-90-crash/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here