Hasil Studi Juniper Research Menemukan bahwa NFT akan Capai 40 Juta Transaksi pada Tahun 2027

Illust - Hasil Studi Juniper Research Menemukan bahwa NFT akan Capai 40 Juta Transaksi pada Tahun 2027
Sumber Asset: Data inform illustration concept created by storyset – www.freepik.com

Juniper Research telah melakukan studi terbaru, dan dalam studi tersebut, mereka menemukan bahwa jumlah global transaksi NFT (Non-fungible Token) akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2027. Secara lebih detail, mereka mengatakan bahwa transaksi yang berjumlah 24 juta pada tahun 2022, lima tahun kemudian akan berubah menjadi 40 juta. 

Jumlah ini mereka dasarkan pada skenario jangka medium mereka untuk adopsi NFT. Mereka pun menjelaskan bahwa dengan adanya berbagai merek yang memanfaatkan metaverse untuk mendorong pertumbuhan digital jumlah itu kemungkinan besar akan tercapai. Namun, Juniper Research juga memperingatkan resiko yang dibawa NFT. 

Menurut mereka, meskipun NFT telah menghadirkan media baru untuk menyokong pertumbuhan pasar, para vendor harus tetap sadar akan risikonya. Sebab, mau tidak mau, mereka pasti akan menghadapinya saat beroperasi di sektor yang belum sepenuhnya teregulasi dan berpotensi memicu aktivitas ilegal seperti penipuan, pencucian uang, peretasan dan kejahatan siber lainnya. 

NFT sendiri adalah token unik yang ada di blockchain dan dapat merepresentasikan benda-benda yang ada di dunia nyata seperti karya seni, musik, maupun video. NFT pun dapat diperjual belikan dengan transaksi yang transparan melalui blockchain. Namun, NFT juga telah memicu munculnya berbagai kritik. 

- Advertisement -

Baca juga : Pendiri Telegram Menyarankan Smart Contract Seperti NFT Melakukan Pelelangan Username

Salah satu yang menjadi faktor munculnya kritik tersebut adalah karena NFT boros energi. Banyak organisasi dan kelompok yang tidak setuju dengan hadirnya NFT karena mereka memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Akan tetapi, sudah ada berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini. 

Selain itu, tindak kriminal yang terjadi di sektor NFT juga cukup mengkhawatirkan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, NFT membawa risiko yang cukup besar karena sektor tersebut belum sepenuhnya teregulasi. Oleh karena itulah, masih banyak pelaku kejahatan siber yang bersarang di sektor tersebut dan mengakibatkan sejumlah besar kerugian. Sehingga, apabila kita tidak waspada, kita bisa saja sewaktu-waktu menjadi target kejahatan tersebut. 

Akan tetapi, terlepas dari semua hal tersebut, NFT masih tetap memiliki potensi yang besar untuk memajukan industri teknologi dan ekonomi masyarakat. Dan mengingat usia sektor ini yang tergolong masih muda, masih ada banyak waktu untuk mengupayakan perkembangan NFT yang lebih bisa diterima masyarakat umum.

Sumber : itwire.com

Illust - Hasil Studi Juniper Research Menemukan bahwa NFT akan Capai 40 Juta Transaksi pada Tahun 2027
Sumber Asset: Data inform illustration concept created by storyset – www.freepik.com

Juniper Research telah melakukan studi terbaru, dan dalam studi tersebut, mereka menemukan bahwa jumlah global transaksi NFT (Non-fungible Token) akan meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2027. Secara lebih detail, mereka mengatakan bahwa transaksi yang berjumlah 24 juta pada tahun 2022, lima tahun kemudian akan berubah menjadi 40 juta. 

Jumlah ini mereka dasarkan pada skenario jangka medium mereka untuk adopsi NFT. Mereka pun menjelaskan bahwa dengan adanya berbagai merek yang memanfaatkan metaverse untuk mendorong pertumbuhan digital jumlah itu kemungkinan besar akan tercapai. Namun, Juniper Research juga memperingatkan resiko yang dibawa NFT. 

Menurut mereka, meskipun NFT telah menghadirkan media baru untuk menyokong pertumbuhan pasar, para vendor harus tetap sadar akan risikonya. Sebab, mau tidak mau, mereka pasti akan menghadapinya saat beroperasi di sektor yang belum sepenuhnya teregulasi dan berpotensi memicu aktivitas ilegal seperti penipuan, pencucian uang, peretasan dan kejahatan siber lainnya. 

NFT sendiri adalah token unik yang ada di blockchain dan dapat merepresentasikan benda-benda yang ada di dunia nyata seperti karya seni, musik, maupun video. NFT pun dapat diperjual belikan dengan transaksi yang transparan melalui blockchain. Namun, NFT juga telah memicu munculnya berbagai kritik. 

Baca juga : Pendiri Telegram Menyarankan Smart Contract Seperti NFT Melakukan Pelelangan Username

Salah satu yang menjadi faktor munculnya kritik tersebut adalah karena NFT boros energi. Banyak organisasi dan kelompok yang tidak setuju dengan hadirnya NFT karena mereka memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Akan tetapi, sudah ada berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini. 

Selain itu, tindak kriminal yang terjadi di sektor NFT juga cukup mengkhawatirkan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, NFT membawa risiko yang cukup besar karena sektor tersebut belum sepenuhnya teregulasi. Oleh karena itulah, masih banyak pelaku kejahatan siber yang bersarang di sektor tersebut dan mengakibatkan sejumlah besar kerugian. Sehingga, apabila kita tidak waspada, kita bisa saja sewaktu-waktu menjadi target kejahatan tersebut. 

Akan tetapi, terlepas dari semua hal tersebut, NFT masih tetap memiliki potensi yang besar untuk memajukan industri teknologi dan ekonomi masyarakat. Dan mengingat usia sektor ini yang tergolong masih muda, masih ada banyak waktu untuk mengupayakan perkembangan NFT yang lebih bisa diterima masyarakat umum.

Sumber : itwire.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here