Indonesia Bertujuan untuk Memiliki Bursa Kripto yang Melindungi Investornya

Illust - Indonesia Bertujuan untuk Memiliki Bursa Kripto yang Melindungi Investornya
Sumber Asset: Business team meeting in office or co-working space created by pch.vector – www.freepik.com

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan pengaruh mereka untuk mendukung sektor kripto yang sedang berkembang di negaranya. Hal tersebut berkaitan dengan upaya mereka untuk  meluncurkan bursa kripto yang akan melindungi para investor ritel. 

Berita tersebut berasal dari wakil menteri perdagangan Indonesia. Dalam sebuah pernyataan, ia  juga menambahkan bahwa populasi muda negara itu telah memberikannya keuntungan di sektor aset kripto. Pasalnya, mereka masih terus terbuka dengan teknologi blockchain yang baru.

Meskipun bursa saham Indonesia mengalami tingkat perdagangan yang lemah, rekan digitalnya, yaitu Indodax, justru menjadi bursa kripto terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, bursa tersebut juga menawarkan banyak aset kripto terkemuka seperti BTC/IDR, AAVE, ADA, dan 1INCH.

Di samping itu, Dr. Jerry Sambuaga, Menteri Perdagangan Republik Indonesia mengatakan bahwa industri kripto di Indonesia sudah berkembang sangat pesat. Dan hal tersebut dapat terlihat melalui peningkatan transaksi per 31 Desember 2021 yang mencapai total Rp835 triliun ($700 miliar). Selain itu, jumlah investornya juga sudah semakin banyak dan bahkan mencapai 12,5 juta pengguna. 

- Advertisement -

Baca Juga : Jacobi Luncurkan Bitcoin ETF Spot untuk Diperdagangkan di Bursa Euronext Amsterdam

Menurut Coinhills, rupiah Indonesia adalah mata uang fiat terbesar ke-17 yang masuk ke BTC secara global. Namun, rupiah masih bertempat di urutan kedua di Asia Tenggara. Dan posisi tersebut berada tepat di belakang Singapura. Kemudian, yang menjadi salah satu aspek terpenting dalam mendukung cepatnya ekspansi pasar kripto Indonesia adalah kemudahan offramping BTC atau pertukaran ETH menjadi Rp.

Bahkan, baru-baru ini, salah satu penambang ETH ritel Indonesia, yaitu Milo, mengatakan kepada bahwa terdapat likuiditas yang mencukupi untuk mengonversi aset digital ke dalam rupiah. Apalagi, Milo sendiri memiliki lima set-up komputer yang dapat menghasilkan $4.000 per bulan selama puncak pasar kripto pada tahun 2021 lalu. 

Di samping itu, Milo juga menyebutkan bahwa hanya dengan menggunakan smartphone-nya saja, ia dapat memindahkan ETH yang tersimpan di rig penambangannya ke bursa lokal dan mengubahnya menjadi rupiah. Kemudian, ia juga bisa menarik uang tunai dari ATM dan semuanya itu dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Sumber : capital.com

Illust - Indonesia Bertujuan untuk Memiliki Bursa Kripto yang Melindungi Investornya
Sumber Asset: Business team meeting in office or co-working space created by pch.vector – www.freepik.com

Pemerintah Indonesia telah menunjukkan pengaruh mereka untuk mendukung sektor kripto yang sedang berkembang di negaranya. Hal tersebut berkaitan dengan upaya mereka untuk  meluncurkan bursa kripto yang akan melindungi para investor ritel. 

Berita tersebut berasal dari wakil menteri perdagangan Indonesia. Dalam sebuah pernyataan, ia  juga menambahkan bahwa populasi muda negara itu telah memberikannya keuntungan di sektor aset kripto. Pasalnya, mereka masih terus terbuka dengan teknologi blockchain yang baru.

Meskipun bursa saham Indonesia mengalami tingkat perdagangan yang lemah, rekan digitalnya, yaitu Indodax, justru menjadi bursa kripto terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, bursa tersebut juga menawarkan banyak aset kripto terkemuka seperti BTC/IDR, AAVE, ADA, dan 1INCH.

Di samping itu, Dr. Jerry Sambuaga, Menteri Perdagangan Republik Indonesia mengatakan bahwa industri kripto di Indonesia sudah berkembang sangat pesat. Dan hal tersebut dapat terlihat melalui peningkatan transaksi per 31 Desember 2021 yang mencapai total Rp835 triliun ($700 miliar). Selain itu, jumlah investornya juga sudah semakin banyak dan bahkan mencapai 12,5 juta pengguna. 

Baca Juga : Jacobi Luncurkan Bitcoin ETF Spot untuk Diperdagangkan di Bursa Euronext Amsterdam

Menurut Coinhills, rupiah Indonesia adalah mata uang fiat terbesar ke-17 yang masuk ke BTC secara global. Namun, rupiah masih bertempat di urutan kedua di Asia Tenggara. Dan posisi tersebut berada tepat di belakang Singapura. Kemudian, yang menjadi salah satu aspek terpenting dalam mendukung cepatnya ekspansi pasar kripto Indonesia adalah kemudahan offramping BTC atau pertukaran ETH menjadi Rp.

Bahkan, baru-baru ini, salah satu penambang ETH ritel Indonesia, yaitu Milo, mengatakan kepada bahwa terdapat likuiditas yang mencukupi untuk mengonversi aset digital ke dalam rupiah. Apalagi, Milo sendiri memiliki lima set-up komputer yang dapat menghasilkan $4.000 per bulan selama puncak pasar kripto pada tahun 2021 lalu. 

Di samping itu, Milo juga menyebutkan bahwa hanya dengan menggunakan smartphone-nya saja, ia dapat memindahkan ETH yang tersimpan di rig penambangannya ke bursa lokal dan mengubahnya menjadi rupiah. Kemudian, ia juga bisa menarik uang tunai dari ATM dan semuanya itu dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Sumber : capital.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here