Integrasi Rarible dan Tezos dalam Menciptakan Platform Blockchain Berbiaya Rendah dan Hemat Energi

Pada tanggal 15 Desember, Rarible yang merupakan sebuah pasar nonfungible token (NFT) memberikan pernyataan bahwa perusahaannya telah melakukan integrasi dengan Tezos — yaitu sebuah Blockchain proof-of-stake (PoS).

Dalam hal ini, Rarible akan dapat menjual NFT Tezos di pasarnya serta memberikan penawaran terkait penjualan sekunder proyek Tezos aktif. Hal tersebut memberikan kemungkinan bagi pengguna untuk melakukan pencetakan NFT dengan biaya lebih rendah.

Integrasi antara Tezos dengan Rarible akan membentuk platform Blockchain lapisan ketiga. Platform tersebut mengikuti Ethereum dan Flow yang merupakan jaringan Blockchain Dapper Labs dan mendukung Top Show. Selanjutnya, Rarible berupaya untuk melakukan integrasi terhadap Solana dan Polygon dalam rangka mengembangkan platform multi-chain untuk mengkonsolidasikan sektor NFT.

Baca juga Fakta-Fakta Seputar Rarible, NFT Marketplace Berbasis Ethereum

- Advertisement -

Terkait rencana tersebut, Alexei Falin selaku CEO Rarible memberikan sebuah pernyataan bahwa “Kami memiliki keyakinan bahwa cross-chain merupakan jalan masa depan NFT, dan interoperabilitas menjadi kunci ekosistem NFT yang efisien dan sukses.” Dalam hal ini, banyak Blockchain alternatif mampu menarik minat industri NFT karena keunikannya. Salah satunya Tezos, yang dikenal dengan harga rendah dan prosedur pencetakan yang hemat energi melalui validasi PoS.

Menurut perusahaan tersebut, integrasi akan dilakukan dalam dua tahap. Dimulai dengan koleksi metaverse dalam game yang disebut Digits dari perusahaan game warisan Ubisoft. Kemudian, Rarible akan menggunakan kontrak yang dipesan terlebih dahulu untuk membuat koleksi baru dan mengatur royalty. Langkah tersebut berguna untuk koleksi impor yang sebelumnya telah tersedia di Tezos.

Diane Drubay sebagai seorang pendiri We Are Museums dan pembuat NFT di Hic Et Nunc, telah melakukan kurasi terhadap koleksi NFT awal yang disebut Blazing Futures. Koleksi tersebut diluncurkan bersama oleh Rarible dan Tezos yang mencakup karya dari sepuluh seniman berbasis Tezos dan hanya tersedia melalui Rarible.

Dalam hal ini Falin mengatakan bahwa “konsumen langka akan mendapatkan manfaat dari pengalaman yang ditingkatkan di pasar kami. Konsumen juga akan mendapatkan paparan berbagai proyek NFT yang lebih besar dalam jaringan Tezos yang kuat.” Dalam hal ini, protokol Rarible sebagai protokol NFT cross-chain yang dikelola oleh komunitas open-source dan dijalankan oleh Rarible.com sehingga memungkinkan terjadinya integrasi.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/rarible-integrates-with-tezos-blockchain-and-launches-own-nft-collection

Pada tanggal 15 Desember, Rarible yang merupakan sebuah pasar nonfungible token (NFT) memberikan pernyataan bahwa perusahaannya telah melakukan integrasi dengan Tezos — yaitu sebuah Blockchain proof-of-stake (PoS).

Dalam hal ini, Rarible akan dapat menjual NFT Tezos di pasarnya serta memberikan penawaran terkait penjualan sekunder proyek Tezos aktif. Hal tersebut memberikan kemungkinan bagi pengguna untuk melakukan pencetakan NFT dengan biaya lebih rendah.

Integrasi antara Tezos dengan Rarible akan membentuk platform Blockchain lapisan ketiga. Platform tersebut mengikuti Ethereum dan Flow yang merupakan jaringan Blockchain Dapper Labs dan mendukung Top Show. Selanjutnya, Rarible berupaya untuk melakukan integrasi terhadap Solana dan Polygon dalam rangka mengembangkan platform multi-chain untuk mengkonsolidasikan sektor NFT.

Baca juga Fakta-Fakta Seputar Rarible, NFT Marketplace Berbasis Ethereum

Terkait rencana tersebut, Alexei Falin selaku CEO Rarible memberikan sebuah pernyataan bahwa “Kami memiliki keyakinan bahwa cross-chain merupakan jalan masa depan NFT, dan interoperabilitas menjadi kunci ekosistem NFT yang efisien dan sukses.” Dalam hal ini, banyak Blockchain alternatif mampu menarik minat industri NFT karena keunikannya. Salah satunya Tezos, yang dikenal dengan harga rendah dan prosedur pencetakan yang hemat energi melalui validasi PoS.

Menurut perusahaan tersebut, integrasi akan dilakukan dalam dua tahap. Dimulai dengan koleksi metaverse dalam game yang disebut Digits dari perusahaan game warisan Ubisoft. Kemudian, Rarible akan menggunakan kontrak yang dipesan terlebih dahulu untuk membuat koleksi baru dan mengatur royalty. Langkah tersebut berguna untuk koleksi impor yang sebelumnya telah tersedia di Tezos.

Diane Drubay sebagai seorang pendiri We Are Museums dan pembuat NFT di Hic Et Nunc, telah melakukan kurasi terhadap koleksi NFT awal yang disebut Blazing Futures. Koleksi tersebut diluncurkan bersama oleh Rarible dan Tezos yang mencakup karya dari sepuluh seniman berbasis Tezos dan hanya tersedia melalui Rarible.

Dalam hal ini Falin mengatakan bahwa “konsumen langka akan mendapatkan manfaat dari pengalaman yang ditingkatkan di pasar kami. Konsumen juga akan mendapatkan paparan berbagai proyek NFT yang lebih besar dalam jaringan Tezos yang kuat.” Dalam hal ini, protokol Rarible sebagai protokol NFT cross-chain yang dikelola oleh komunitas open-source dan dijalankan oleh Rarible.com sehingga memungkinkan terjadinya integrasi.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/rarible-integrates-with-tezos-blockchain-and-launches-own-nft-collection

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here