JellyFi Pelopor ‘DeFi 2.0’ Berhasil Mengumpulkan Seed Funding Sebesar $4,4 Juta

JellyFi dilaporkan berhasil mengumpulkan dana sebesar $4,4 juta putaran seed funding yang dipimpin oleh Lemniscap, partisipan dari berbagai pihak turut menyalurkan dana mereka seperti ParaFi Capital, Tioga Capital, White Star Capital, DeFiance Capital, True Ventures, Divergence Ventures, AngelDAO, Digital Currency Group dan Genesis Trading, serta investor investor malaikat.

Seed funding atau pendanaan awal adalah suatu bentuk penawaran sekuritas oleh investor menginvestasikan modal di perusahaan rintisan dengan imbalan saham ekuitas konversi di perusahaan. Oleh karena itu, JellyFi mengumumkan pendanaan awal tersebut akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan JellyFi melalui R&D, key hires, dan beberapa proyek akan diluncurkan pada Februari tahun depan.

Baca juga Langkah XY Finance Menggiring Jutaan Pengguna Baru ke Ruang DeFi

JellyFi merupakan platform DeFi (decentralized finance) dengan spesialisasi dalam pinjaman kripto tanpa agunan. Alexis Masseron, CEO dan pendiri JellyFi, berpendapat bahwa protokol peminjaman dana seperti Aave dan Compound menjadi fokus utama di ruang DeFi karena menyediakan jaminan berlebihan. Masseron menyoroti bahwa pemberian pinjaman dalam jumlah beras adalah kekurangan ruang DeFi saat ini, sebagai contoh pinjaman tanpa agunan tidak efisien karena para peminjam harus memposting $15 juta dalam aset kripto untuk meminjam $10 juta, dan itulah kekurangan yang Masseron temukan.

- Advertisement -

“Oleh karena itu, JellyFi melihat evolusi berikutnya yang kami sebut DeFi 2.0, dengan DeFi 2.0 ini kami akan menyediakan layanan pinjaman tanpa agunan,” jelas Masseron.

Eksekutif JellyFi ini mengatakan sistem kerja DeFi 2.0 ialah semacam pasar untuk jalur kredit, secara teori sederhananya. Melalui DeFi 2.0, para peminjam dan pemberi pinjaman akan dicocokkan berdasarkan tarif paling kompetitif di pasaran. Masseron menerangkan bahwa pihak peminjam hanya perlu membayar biaya pemeliharaan, sementara pemberi pinjaman akan diberikan tarif tertentu. Tarif tersebut dicocokkan berdasarkan likuiditas mereka yang ditransfer ke DeFi Aave guna memeroleh hasil dan biaya pemeliharaan rendah.

Pihak JellyFi pula menerangkan bahwa perusahaan mereka menerima hibah sebesar $70.000 dari Aave, yang merupakan mitra utama JellyFi.

Masseron bersama JellyFi memiliki misi untung pemberikan para pengguna DeFi ke wadah yang benar-benar menyediakan pinjaman tanpa agunan untuk menikmati hasil. Oleh karena itu, JellyFi mengembangkan DeFi 2.0 guna memberikan fasilitas pinjaman tanpa agunan terbaik di ruang DeFi.

Sumber: https://www.coindesk.com/business/2021/12/08/defi-20-platform-jellyfi-raises-44m-seed-round/

JellyFi dilaporkan berhasil mengumpulkan dana sebesar $4,4 juta putaran seed funding yang dipimpin oleh Lemniscap, partisipan dari berbagai pihak turut menyalurkan dana mereka seperti ParaFi Capital, Tioga Capital, White Star Capital, DeFiance Capital, True Ventures, Divergence Ventures, AngelDAO, Digital Currency Group dan Genesis Trading, serta investor investor malaikat.

Seed funding atau pendanaan awal adalah suatu bentuk penawaran sekuritas oleh investor menginvestasikan modal di perusahaan rintisan dengan imbalan saham ekuitas konversi di perusahaan. Oleh karena itu, JellyFi mengumumkan pendanaan awal tersebut akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan JellyFi melalui R&D, key hires, dan beberapa proyek akan diluncurkan pada Februari tahun depan.

Baca juga Langkah XY Finance Menggiring Jutaan Pengguna Baru ke Ruang DeFi

JellyFi merupakan platform DeFi (decentralized finance) dengan spesialisasi dalam pinjaman kripto tanpa agunan. Alexis Masseron, CEO dan pendiri JellyFi, berpendapat bahwa protokol peminjaman dana seperti Aave dan Compound menjadi fokus utama di ruang DeFi karena menyediakan jaminan berlebihan. Masseron menyoroti bahwa pemberian pinjaman dalam jumlah beras adalah kekurangan ruang DeFi saat ini, sebagai contoh pinjaman tanpa agunan tidak efisien karena para peminjam harus memposting $15 juta dalam aset kripto untuk meminjam $10 juta, dan itulah kekurangan yang Masseron temukan.

“Oleh karena itu, JellyFi melihat evolusi berikutnya yang kami sebut DeFi 2.0, dengan DeFi 2.0 ini kami akan menyediakan layanan pinjaman tanpa agunan,” jelas Masseron.

Eksekutif JellyFi ini mengatakan sistem kerja DeFi 2.0 ialah semacam pasar untuk jalur kredit, secara teori sederhananya. Melalui DeFi 2.0, para peminjam dan pemberi pinjaman akan dicocokkan berdasarkan tarif paling kompetitif di pasaran. Masseron menerangkan bahwa pihak peminjam hanya perlu membayar biaya pemeliharaan, sementara pemberi pinjaman akan diberikan tarif tertentu. Tarif tersebut dicocokkan berdasarkan likuiditas mereka yang ditransfer ke DeFi Aave guna memeroleh hasil dan biaya pemeliharaan rendah.

Pihak JellyFi pula menerangkan bahwa perusahaan mereka menerima hibah sebesar $70.000 dari Aave, yang merupakan mitra utama JellyFi.

Masseron bersama JellyFi memiliki misi untung pemberikan para pengguna DeFi ke wadah yang benar-benar menyediakan pinjaman tanpa agunan untuk menikmati hasil. Oleh karena itu, JellyFi mengembangkan DeFi 2.0 guna memberikan fasilitas pinjaman tanpa agunan terbaik di ruang DeFi.

Sumber: https://www.coindesk.com/business/2021/12/08/defi-20-platform-jellyfi-raises-44m-seed-round/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here