JPMorgan Melakukan Tes pada Blockchain yang Mungkin akan Menjadi Jembatan DeFi

Pengujian kasus penggunaan blockchain untuk penyelesaian agunan akan dilaksanakan setelah after-hours oleh raksasa perbankan, Well Street JPMorgan Chase. Sekarang ini, bank-bank besar telah bergerak ke ruang blockchain dan crypto dengan lebih cepat. JPMorgan merupakan perusahaan yang paling baru melaksanakan eksperimen dengan teknologi pembukuan terdistribusi untuk meningkatkan efisiensi transfer.

Pada 26 Mei, Bloomberg menyampaikan bahwa bank Wall Street menjalankan tes transfer pada minggu lalu. Eksperimen yang dilakukan melibatkan transfer representasi token saham modal pasar uang BlackRock sebagai jaminan pada blockchain pribadinya.

“Apa yang kami capai saat ini adalah friction-less transfer yang dapat dilakukan dengan instan.” Kata Ben Challice, selaku Kepala Layanan Perdagangan Global JPMorgan.

Bank menyampaikan bahwa semuanya dapat di selesaikan di blockchain, baik transaksi yang melibatkan derivatif, repo trading, dan pinjaman sekuritas. Ia menambahkan bahwa adanya rencana untuk memperluas jaminan tokenized untuk memasukan ekuitas, pendapatan tetap, dan Janis aset lainnya.

- Advertisement -

Baca Juga : InsurAce akan Membayar Jutaan untuk Penggugat

Jaringan Blockchain mungkin saja diperluas dan difungsikan sebagai jembatan untuk menuju protocol keuangan terdesentralisasi (DeFi) bagi investor institusi. Tyrone Lobban, Kepala perusahaan Peluncuran Blockchain dan Aset Digital Onyx (Oda) menyampaikan bahwa akan ada serangkaian kegiatan keuangan yang berkembang yang terjadi di blockchain public Ketika adopsi crypto mengalami peningkatan.

JPMorgan menggunakan Onyx sebagai platform yang diizinkan sendiri yang ditugaskan pada tahun 2020. Bank mengakui bahwa telh memelopori platform berbasis blockchin pertama duna untuk transaksi pembayaran besar.

Pada tahun 2020, menurut Bloomberg, Bank mulai memanfaatkan teknologi Blockchain ketika menggunakan DLT untuk melakukan pembelian intraday. Mulai dari sana, lebih dari $300 miliar transaksi repo telah di proses di jaringan.

JPMorgan, pada bulan Maret, melakukan investasi dengan jumlah yang tidak diungkatkan ke dalam organisasi blockchain TRM Labs. Perusahaan yang berbasis di California ini  membantu bisnis yang berfokus pada crypto, Lembaga moneter, dan lembaga public dalam menyelidiki dan mengelola penipuan dan kejahatan keuangan.

Berdasarkan catatan yang dirilis kepada investor minggu ini, Ahli Strategi JPM menyampaikan bahwa nilai wajar Bitcoin lebih dekat ke $38.000 dari pada level saat ini. Aset crypto lebih disukai bank dari pada real estate karena dia tidak termasuk dalam kategori yang sama dengan saham dan obligasi.

Sumber : cryptopotato.com

Pengujian kasus penggunaan blockchain untuk penyelesaian agunan akan dilaksanakan setelah after-hours oleh raksasa perbankan, Well Street JPMorgan Chase. Sekarang ini, bank-bank besar telah bergerak ke ruang blockchain dan crypto dengan lebih cepat. JPMorgan merupakan perusahaan yang paling baru melaksanakan eksperimen dengan teknologi pembukuan terdistribusi untuk meningkatkan efisiensi transfer.

Pada 26 Mei, Bloomberg menyampaikan bahwa bank Wall Street menjalankan tes transfer pada minggu lalu. Eksperimen yang dilakukan melibatkan transfer representasi token saham modal pasar uang BlackRock sebagai jaminan pada blockchain pribadinya.

“Apa yang kami capai saat ini adalah friction-less transfer yang dapat dilakukan dengan instan.” Kata Ben Challice, selaku Kepala Layanan Perdagangan Global JPMorgan.

Bank menyampaikan bahwa semuanya dapat di selesaikan di blockchain, baik transaksi yang melibatkan derivatif, repo trading, dan pinjaman sekuritas. Ia menambahkan bahwa adanya rencana untuk memperluas jaminan tokenized untuk memasukan ekuitas, pendapatan tetap, dan Janis aset lainnya.

Baca Juga : InsurAce akan Membayar Jutaan untuk Penggugat

Jaringan Blockchain mungkin saja diperluas dan difungsikan sebagai jembatan untuk menuju protocol keuangan terdesentralisasi (DeFi) bagi investor institusi. Tyrone Lobban, Kepala perusahaan Peluncuran Blockchain dan Aset Digital Onyx (Oda) menyampaikan bahwa akan ada serangkaian kegiatan keuangan yang berkembang yang terjadi di blockchain public Ketika adopsi crypto mengalami peningkatan.

JPMorgan menggunakan Onyx sebagai platform yang diizinkan sendiri yang ditugaskan pada tahun 2020. Bank mengakui bahwa telh memelopori platform berbasis blockchin pertama duna untuk transaksi pembayaran besar.

Pada tahun 2020, menurut Bloomberg, Bank mulai memanfaatkan teknologi Blockchain ketika menggunakan DLT untuk melakukan pembelian intraday. Mulai dari sana, lebih dari $300 miliar transaksi repo telah di proses di jaringan.

JPMorgan, pada bulan Maret, melakukan investasi dengan jumlah yang tidak diungkatkan ke dalam organisasi blockchain TRM Labs. Perusahaan yang berbasis di California ini  membantu bisnis yang berfokus pada crypto, Lembaga moneter, dan lembaga public dalam menyelidiki dan mengelola penipuan dan kejahatan keuangan.

Berdasarkan catatan yang dirilis kepada investor minggu ini, Ahli Strategi JPM menyampaikan bahwa nilai wajar Bitcoin lebih dekat ke $38.000 dari pada level saat ini. Aset crypto lebih disukai bank dari pada real estate karena dia tidak termasuk dalam kategori yang sama dengan saham dan obligasi.

Sumber : cryptopotato.com

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here