Kandidat Pemilihan Presiden Korea Selatan Meluncurkan Koleksi NFT

Topik tentang NFT terus mendominasi berita kripto pada minggu ini. Aset digital tersebut dan anggota parlemen Korea Selatan memiliki hubungan yang sedikit rumit dalam beberapa bulan terakhir. Ketika NFT dan Metaverse menawarkan peluang yang luar biasa, terdapat adanya peningkatan nyata dalam aktivitas terlarang. Hal itu kemudian menyebabkan diperlukannya pengawasan regulasi yang lebih ketat lagi.

Terlepas dari invasi Rusia ke Ukraina dan kekhawatiran atas Rusia yang menghindari sanksi melalui pasar aset kripto, anggota parlemen Korea Selatan terus menunjukkan dukungan mereka terhadap aset digital. Hal ini terlihat pada berita pemilihan presiden yang baru-baru ini muncul.

Yoon Suk-yeol, seorang kandidat konservatif dalam pemilihan presiden Korea Selatan yang akan diadakan pada 9 Maret, dilaporkan telah mencetak NFT berisi gambar dan video untuk merayu para pemilih. NFT tersebut adalah milik kandidat itu sendiri dan merupakan upaya terakhirnya untuk menarik calon pemilih yang lebih muda.

Menurut laporan itu, Yoon berencana untuk mencetak 22.329 NFT di blockchain AERGO. Hingga saat ini, Yoon telah mencetak lebih dari 4.000 NFT dengan masing-masing NFT yang diberi harga 50.000 Won Korea.

- Advertisement -

Baca juga Pembentukan Komite Pemerintah oleh Pakar Blockchain di Korea Selatan

Akan tetapi, Yoon bukan kandidat presiden pertama yang menarik perhatian pemilih muda dengan NFT. Kandidat Partai Demokrat dan saingannya, yaitu Lee Jae-myung juga mengirimkan NFT kepada pihak yang mengirimkan sumbangan kampanye pada bulan Februari lalu.

Pada bulan Januari, Lee mengumumkan bahwa ia akan menerima aset kripto untuk sumbangan politiknya. Selain Bitcoin (BTC), pendukung juga dapat memberikan donasi dalam bentuk Ethereum (ETH), PayProtocol Paycoin (PCI), dan beberapa aset kripto lainnya.

Lee juga mengumumkan rencana untuk memberikan NFT kepada pihak yang mengirimkan sumbangan dalam kampanye-nya. Untuk memastikan bahwa proses tersebut tidak melanggar Undang-Undang Dana Politik atau Undang-Undang Pemilihan Pejabat Publik, mereka tidak akan membeli NFT apapun. Namun, Sebagai gantinya, mereka akan menerima NFT momento yang menyertakan gambar Lee serta kebijakan-kebijakannya.

Salah satu perbedaan utama antara kedua kandidat tersebut adalah sikap mereka terhadap Korea Utara. Lee mendukung keterlibatan diplomatik dan kerja sama ekonomi. Sedangkan Yoon meminta Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi sebelum adanya diskusi tentang pakta perdamaian atau dukungan ekonomi apa pun.

Sumber: https://www.fxempire.com/news/article/south-korean-presidential-election-candidate-yoon-goes-nft-925321

Topik tentang NFT terus mendominasi berita kripto pada minggu ini. Aset digital tersebut dan anggota parlemen Korea Selatan memiliki hubungan yang sedikit rumit dalam beberapa bulan terakhir. Ketika NFT dan Metaverse menawarkan peluang yang luar biasa, terdapat adanya peningkatan nyata dalam aktivitas terlarang. Hal itu kemudian menyebabkan diperlukannya pengawasan regulasi yang lebih ketat lagi.

Terlepas dari invasi Rusia ke Ukraina dan kekhawatiran atas Rusia yang menghindari sanksi melalui pasar aset kripto, anggota parlemen Korea Selatan terus menunjukkan dukungan mereka terhadap aset digital. Hal ini terlihat pada berita pemilihan presiden yang baru-baru ini muncul.

Yoon Suk-yeol, seorang kandidat konservatif dalam pemilihan presiden Korea Selatan yang akan diadakan pada 9 Maret, dilaporkan telah mencetak NFT berisi gambar dan video untuk merayu para pemilih. NFT tersebut adalah milik kandidat itu sendiri dan merupakan upaya terakhirnya untuk menarik calon pemilih yang lebih muda.

Menurut laporan itu, Yoon berencana untuk mencetak 22.329 NFT di blockchain AERGO. Hingga saat ini, Yoon telah mencetak lebih dari 4.000 NFT dengan masing-masing NFT yang diberi harga 50.000 Won Korea.

Baca juga Pembentukan Komite Pemerintah oleh Pakar Blockchain di Korea Selatan

Akan tetapi, Yoon bukan kandidat presiden pertama yang menarik perhatian pemilih muda dengan NFT. Kandidat Partai Demokrat dan saingannya, yaitu Lee Jae-myung juga mengirimkan NFT kepada pihak yang mengirimkan sumbangan kampanye pada bulan Februari lalu.

Pada bulan Januari, Lee mengumumkan bahwa ia akan menerima aset kripto untuk sumbangan politiknya. Selain Bitcoin (BTC), pendukung juga dapat memberikan donasi dalam bentuk Ethereum (ETH), PayProtocol Paycoin (PCI), dan beberapa aset kripto lainnya.

Lee juga mengumumkan rencana untuk memberikan NFT kepada pihak yang mengirimkan sumbangan dalam kampanye-nya. Untuk memastikan bahwa proses tersebut tidak melanggar Undang-Undang Dana Politik atau Undang-Undang Pemilihan Pejabat Publik, mereka tidak akan membeli NFT apapun. Namun, Sebagai gantinya, mereka akan menerima NFT momento yang menyertakan gambar Lee serta kebijakan-kebijakannya.

Salah satu perbedaan utama antara kedua kandidat tersebut adalah sikap mereka terhadap Korea Utara. Lee mendukung keterlibatan diplomatik dan kerja sama ekonomi. Sedangkan Yoon meminta Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi sebelum adanya diskusi tentang pakta perdamaian atau dukungan ekonomi apa pun.

Sumber: https://www.fxempire.com/news/article/south-korean-presidential-election-candidate-yoon-goes-nft-925321

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here