Kasus Penipuan Kripto di Uganda Berkembang Pesat, Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

Listen Audio Button

Minggu ini, pemerintah Uganda memulai langkah tegas terhadap penyedia pembayaran digital yang memfasilitasi bisnis kripto di negara itu. Bank of Uganda (BoU) mengeluarkan peringatakan keras kepada seluruh penyedia layanan pembayaran, termasuk operator keuangan seluler. Ini berkaitan dengan transaksi kripto yang akan memberikan peluang pada penipuan, pencucian uang, penjualan barang terlarang, dan penipuan online.

Berdasarkan surat edaran tertanggal 29 April, BoU mengatakan prihatin bahwa agen periklanan telah memasarkan uang seluler untuk transaksi kripto dan sebaliknya. Di mana hal ini merupakan sebuah bentuk bisnis ilegal. Regulator terkati menyatakan,

“Kami juga menyadari bahwa konversi seperti itu tidak dapat terjadi tanpa partisipasi penyedia layanan pembayaran.”

- Advertisement -

Penipuan Kripto Uganda dan Skema Ponzi Berkembang Pesat

Februari lalu, parlemen Uganda mulai mengkriminalisasi skema Ponzi yang selalu dikaitkan dengan cryptocurrency. Ini telah menyebabkan kerugian finansial bagi masyarakat Uganda.

Baca juga Ilies Larbi Meninggalkan FXCM dan Meluncurkan Bursa Kripto Baru

Menteri Keuangan David Bahati mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas untuk mengeksplorasi cryptocurrency dan aplikasi potensial mereka di Uganda. Pemerintah juga memperingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru untuk bergabung dengan beberapa bursa kripto online seperti Binance, Bitcoin Lokal, Kraken, Cex,Coinmama, OkCoin, dan Changelly.

“Tantangannya adalah operator skema tersebut mendaftar sebagai lembaga keuangan tetapi ketika mereka turun ke lapangan, operasinya berbeda,” ungkap Bahati.

Uganda juga bergerak cepat untuk memperbaharui Undang-Undang Anti Pencucian Uang untuk memasukkan penyedia aset virtual. Ini berada di bawah payung peraturan lingkup Otoritas Intelijen Keuangan.

Kerugian Masyarakat Uganda Akibat Penipuan Kripto

Sebanyak 5.000 korban penipuan Dunamoscoins Resources Limited mengajukan sebuah petisi yang diduga telah mencuri sekitar $2.7 juta. Insiden ini telah mempengaruhi arahan pemerintah terbaru berkaitan dengan cryptocurrency.

November lalu, Dunamiscoins dibuka di Masaka dengan menjanjikan keuntungan besar bagi Uganda dengan menjadi ‘jaringan mata uang digital’ negara itu. Akan tetapi, perusahaan tersebut tutup setelah beroperasi selama satu bulan dan 10.000 orang mengalami kerugian. Hal serupa juga terjadi dengan perusahaan-perusahaan lainnya.

Robert bakalikwira, petugas investigasi kriminal memperkirakan 200.000 masyarakat Uganda kehilangan sekitar $1 miliar atau hampir 4% dari PDB negara di tahun 2018 dan 2020. Direktorat Investigasi Kriminal juga telah menahan beberapa pihak yang dilaporkan dan terbukti melakukan penipuan tersebut.

Sumber: Qz

Listen Audio Button

Minggu ini, pemerintah Uganda memulai langkah tegas terhadap penyedia pembayaran digital yang memfasilitasi bisnis kripto di negara itu. Bank of Uganda (BoU) mengeluarkan peringatakan keras kepada seluruh penyedia layanan pembayaran, termasuk operator keuangan seluler. Ini berkaitan dengan transaksi kripto yang akan memberikan peluang pada penipuan, pencucian uang, penjualan barang terlarang, dan penipuan online.

Berdasarkan surat edaran tertanggal 29 April, BoU mengatakan prihatin bahwa agen periklanan telah memasarkan uang seluler untuk transaksi kripto dan sebaliknya. Di mana hal ini merupakan sebuah bentuk bisnis ilegal. Regulator terkati menyatakan,

“Kami juga menyadari bahwa konversi seperti itu tidak dapat terjadi tanpa partisipasi penyedia layanan pembayaran.”

Penipuan Kripto Uganda dan Skema Ponzi Berkembang Pesat

Februari lalu, parlemen Uganda mulai mengkriminalisasi skema Ponzi yang selalu dikaitkan dengan cryptocurrency. Ini telah menyebabkan kerugian finansial bagi masyarakat Uganda.

Baca juga Ilies Larbi Meninggalkan FXCM dan Meluncurkan Bursa Kripto Baru

Menteri Keuangan David Bahati mengatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas untuk mengeksplorasi cryptocurrency dan aplikasi potensial mereka di Uganda. Pemerintah juga memperingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru untuk bergabung dengan beberapa bursa kripto online seperti Binance, Bitcoin Lokal, Kraken, Cex,Coinmama, OkCoin, dan Changelly.

“Tantangannya adalah operator skema tersebut mendaftar sebagai lembaga keuangan tetapi ketika mereka turun ke lapangan, operasinya berbeda,” ungkap Bahati.

Uganda juga bergerak cepat untuk memperbaharui Undang-Undang Anti Pencucian Uang untuk memasukkan penyedia aset virtual. Ini berada di bawah payung peraturan lingkup Otoritas Intelijen Keuangan.

Kerugian Masyarakat Uganda Akibat Penipuan Kripto

Sebanyak 5.000 korban penipuan Dunamoscoins Resources Limited mengajukan sebuah petisi yang diduga telah mencuri sekitar $2.7 juta. Insiden ini telah mempengaruhi arahan pemerintah terbaru berkaitan dengan cryptocurrency.

November lalu, Dunamiscoins dibuka di Masaka dengan menjanjikan keuntungan besar bagi Uganda dengan menjadi ‘jaringan mata uang digital’ negara itu. Akan tetapi, perusahaan tersebut tutup setelah beroperasi selama satu bulan dan 10.000 orang mengalami kerugian. Hal serupa juga terjadi dengan perusahaan-perusahaan lainnya.

Robert bakalikwira, petugas investigasi kriminal memperkirakan 200.000 masyarakat Uganda kehilangan sekitar $1 miliar atau hampir 4% dari PDB negara di tahun 2018 dan 2020. Direktorat Investigasi Kriminal juga telah menahan beberapa pihak yang dilaporkan dan terbukti melakukan penipuan tersebut.

Sumber: Qz

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here