Lagu Terakhir Mendiang Penyanyi SP Balasubrahmanyam yang Belum Dirilis akan Dilelang sebagai NFT

Penggemar musik, kolektor seni digital, dan penggemar penyanyi playback legendaris mendiang SP Balasubrahmanyam kini dapat memiliki lagu terakhirnya yang belum pernah dirilis. Pada 9 April, Diginoor, platform non-fungible token (NFT), akan melelang rekaman berdurasi 30 menit dari mendiang penyanyi tersebut. Hak hukum untuk menjual dan merilis lagu tersebut sebagai NFT adalah milik Diginoor.

Penyanyi tersebut sempat merekam album Vishwaroopa Darisanam yang bekerja sama dengan label musik Symphony Records. Lagu Tamil yang belum dirilis adalah lagu renungan terakhir mendiang penyanyi yang ia rekam hanya beberapa minggu sebelum kematiannya pada September 2020, karena komplikasi yang timbul dari COVID-19.

Penawaran pre-bid di platform Diginoor sudah menyentuh $200.000 (sekitar 1,5 crores). Dengan diluncurkannya NFT tersebut, Diginoor bertujuan untuk mengalihkan 51% hak cipta kepada penawar yang menjadi pemenang lelang tersebut. Hal ini akan memberikan hak kepada pemegang NFT untuk membuat lagu tersebut tersedia untuk khalayak yang lebih luas. Selain itu, pemegang NFT tersebut juga memiliki kewenangan untuk mengadaptasi atau mereproduksi lagu tersebut.

Baca juga Avocado Menawarkan Layanan Blockchain, Cryptocurrency, dan NFT dalam Satu Platform

- Advertisement -

SP Balasubrahmanyam adalah penerima penghargaan Padma Shri, Padma Bhushan dan Padma Vibhushan. Semasa hidupnya, ia juga telah menerima enam penghargaan nasional. Menurut catatan, sepanjang karir musiknya, ia telah merekam lebih dari 40.000 lagu dalam 16 bahasa.

Diginoor sendiri adalah platform yang dibangun dan diluncurkan oleh dua pengusaha yang berbasis di Chennai, yaitu Shaamil Karim dan Yash Rathod. Platform tersebut adalah marketplace NFT yang dikhususkan untuk dunia hiburan, seperti koleksi digital film Rajnikanth seperti Sivaji The Boss, Chandramukhi, dan Kabali.

Diginoor adalah platform pertama di negara India yang telah menerima kartu debit dan kredit untuk pembelian NFT di platformnya. Sejauh ini terdapat beberapa pihak yang sudah memberikan dukungan kepada Diginoor, termasuk Kunal Shah dari Cred, Abdul Wahab Al Halabi, mantan CEO Dubai Holding, Contrary Capital yang berbasis di California, dan Sandeep Nailwal dari Polygon.

Sumber: Ndtv

Penggemar musik, kolektor seni digital, dan penggemar penyanyi playback legendaris mendiang SP Balasubrahmanyam kini dapat memiliki lagu terakhirnya yang belum pernah dirilis. Pada 9 April, Diginoor, platform non-fungible token (NFT), akan melelang rekaman berdurasi 30 menit dari mendiang penyanyi tersebut. Hak hukum untuk menjual dan merilis lagu tersebut sebagai NFT adalah milik Diginoor.

Penyanyi tersebut sempat merekam album Vishwaroopa Darisanam yang bekerja sama dengan label musik Symphony Records. Lagu Tamil yang belum dirilis adalah lagu renungan terakhir mendiang penyanyi yang ia rekam hanya beberapa minggu sebelum kematiannya pada September 2020, karena komplikasi yang timbul dari COVID-19.

Penawaran pre-bid di platform Diginoor sudah menyentuh $200.000 (sekitar 1,5 crores). Dengan diluncurkannya NFT tersebut, Diginoor bertujuan untuk mengalihkan 51% hak cipta kepada penawar yang menjadi pemenang lelang tersebut. Hal ini akan memberikan hak kepada pemegang NFT untuk membuat lagu tersebut tersedia untuk khalayak yang lebih luas. Selain itu, pemegang NFT tersebut juga memiliki kewenangan untuk mengadaptasi atau mereproduksi lagu tersebut.

Baca juga Avocado Menawarkan Layanan Blockchain, Cryptocurrency, dan NFT dalam Satu Platform

SP Balasubrahmanyam adalah penerima penghargaan Padma Shri, Padma Bhushan dan Padma Vibhushan. Semasa hidupnya, ia juga telah menerima enam penghargaan nasional. Menurut catatan, sepanjang karir musiknya, ia telah merekam lebih dari 40.000 lagu dalam 16 bahasa.

Diginoor sendiri adalah platform yang dibangun dan diluncurkan oleh dua pengusaha yang berbasis di Chennai, yaitu Shaamil Karim dan Yash Rathod. Platform tersebut adalah marketplace NFT yang dikhususkan untuk dunia hiburan, seperti koleksi digital film Rajnikanth seperti Sivaji The Boss, Chandramukhi, dan Kabali.

Diginoor adalah platform pertama di negara India yang telah menerima kartu debit dan kredit untuk pembelian NFT di platformnya. Sejauh ini terdapat beberapa pihak yang sudah memberikan dukungan kepada Diginoor, termasuk Kunal Shah dari Cred, Abdul Wahab Al Halabi, mantan CEO Dubai Holding, Contrary Capital yang berbasis di California, dan Sandeep Nailwal dari Polygon.

Sumber: Ndtv

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here