Laporan Analis Menunjukkan Minat Investor Kripto untuk ‘Buy the Dip’ Melonjak setelah Penurunan Harga Pasar

Semenjak awal Desember, beberapa cryptocurrency mengalami penurunan nilai pasar secara mendadak. Laporan analisis CryptoCompare dan Santiment menunjukkan bahwa setelah penurunan pasar cryptocurrency selama sepekan terakhir, minat para investor untuk ‘buy the dip’ melonjak dibandingkan beberapa bulan belakangan ini.

Santiment, perusahaan analitik cryptocurrency, mengabarkan bahwa harga kripto merosot dari pekan lalu hingga saat ini. Perusahaan ini mencatat titik terendah terjadi pada akhir pekan minggu lalu. Selain itu, Santiment beranggapan penurunan nilai kripto ini merupakan dampak dari pihak institusi yang mengambil untung di tengah aksi jual pasar pekan lalu.

Menurut laporan analisis CryptoCompare, harga Bitcoin jatuh dari level tertinggi $57.000 ke titik $43.000 akhir pekan lalu. Per Coinmarketcap pada 7 Desember 2021, nilai Bitcoin berada di titik $50.000. Senada dengan Sentiment, CryptoCampare pula melaporkan bahwa salah satu pemicu penurunan harga tersebut karena sebuah institusi menjual Bitcoin senilai lebih dari $500 juta, hal tersebut memicu adanya likuidasi agresif di pasar derivatif kripto sehingga nilai cryptocurrency mengalami penurunan.

Baca juga Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Menghapus Kenaikkannya di Bulan Oktober, Apakah Momen Bearish akan Segera Datang?

- Advertisement -

Sentiment pula menambahkan bahwa mayoritas pemegang kripto menunjukkan aktivitas transaksi secara masif. Setelah penurunan harga cryptocurrency di mulai, banyak pemegang kripto membeli aset ketika ‘buy the dip’ dapat dipertaruhkan. Dalam laporan Sentiment, hanya ada tiga cryptocurrency yang tidak berada dalam posisi bahaya berdasarkan kapitalisasi pasar. Tiga cryptocurrency tersebut ialah Cosmos (ATOM), NEAR Protocol (NEAR), dan DeFiChain (DFI).

Selain pihak institusi menjual aset kripto mereka, salah satu dampak penurunan kapitalisasi nilai cryptocurrency ini adalah paranoid masyarakat terkait pandemi dan rasio antara investor yang membeli lebih banyak dibandingkan pihak yang menjual kripto.

El Salvador melalui Presiden Nayib Bukele termasuk satu investor yang membeli aset kripto ketika ‘buy the dip’ melonjak dimulai. Menurut Presiden Bukele, negara itu mengakuisisi 150 BTC dengan harga rata-rata $48.670 selama penurunan pasar.

Nikolas Panigirtzoglou menunjukkan hasil penelitiannya bahwa pihak analis berpandangan Bitcoin sebagai produk yang mampu bersaing dengan amas untuk preferensi para investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Mayoritas investor kripto beranggapan bahwa emas tidak dapat memberikan mereka solusi terhadap kekhawatiran atas inflasi mata uang fiat saat ini.

Sumber: https://www.cryptoglobe.com/latest/2021/12/crypto-investors-interest-in-buying-the-dip-surged-after-market-downturn/

Semenjak awal Desember, beberapa cryptocurrency mengalami penurunan nilai pasar secara mendadak. Laporan analisis CryptoCompare dan Santiment menunjukkan bahwa setelah penurunan pasar cryptocurrency selama sepekan terakhir, minat para investor untuk ‘buy the dip’ melonjak dibandingkan beberapa bulan belakangan ini.

Santiment, perusahaan analitik cryptocurrency, mengabarkan bahwa harga kripto merosot dari pekan lalu hingga saat ini. Perusahaan ini mencatat titik terendah terjadi pada akhir pekan minggu lalu. Selain itu, Santiment beranggapan penurunan nilai kripto ini merupakan dampak dari pihak institusi yang mengambil untung di tengah aksi jual pasar pekan lalu.

Menurut laporan analisis CryptoCompare, harga Bitcoin jatuh dari level tertinggi $57.000 ke titik $43.000 akhir pekan lalu. Per Coinmarketcap pada 7 Desember 2021, nilai Bitcoin berada di titik $50.000. Senada dengan Sentiment, CryptoCampare pula melaporkan bahwa salah satu pemicu penurunan harga tersebut karena sebuah institusi menjual Bitcoin senilai lebih dari $500 juta, hal tersebut memicu adanya likuidasi agresif di pasar derivatif kripto sehingga nilai cryptocurrency mengalami penurunan.

Baca juga Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Menghapus Kenaikkannya di Bulan Oktober, Apakah Momen Bearish akan Segera Datang?

Sentiment pula menambahkan bahwa mayoritas pemegang kripto menunjukkan aktivitas transaksi secara masif. Setelah penurunan harga cryptocurrency di mulai, banyak pemegang kripto membeli aset ketika ‘buy the dip’ dapat dipertaruhkan. Dalam laporan Sentiment, hanya ada tiga cryptocurrency yang tidak berada dalam posisi bahaya berdasarkan kapitalisasi pasar. Tiga cryptocurrency tersebut ialah Cosmos (ATOM), NEAR Protocol (NEAR), dan DeFiChain (DFI).

Selain pihak institusi menjual aset kripto mereka, salah satu dampak penurunan kapitalisasi nilai cryptocurrency ini adalah paranoid masyarakat terkait pandemi dan rasio antara investor yang membeli lebih banyak dibandingkan pihak yang menjual kripto.

El Salvador melalui Presiden Nayib Bukele termasuk satu investor yang membeli aset kripto ketika ‘buy the dip’ melonjak dimulai. Menurut Presiden Bukele, negara itu mengakuisisi 150 BTC dengan harga rata-rata $48.670 selama penurunan pasar.

Nikolas Panigirtzoglou menunjukkan hasil penelitiannya bahwa pihak analis berpandangan Bitcoin sebagai produk yang mampu bersaing dengan amas untuk preferensi para investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Mayoritas investor kripto beranggapan bahwa emas tidak dapat memberikan mereka solusi terhadap kekhawatiran atas inflasi mata uang fiat saat ini.

Sumber: https://www.cryptoglobe.com/latest/2021/12/crypto-investors-interest-in-buying-the-dip-surged-after-market-downturn/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here