Lima Tokoh Paling Berpengaruh di Ruang Kripto Sepanjang 2021

Tahun 2021 merupakan periode terbaik untuk ruang kripto. Pemegang aset kripto pasti menyaksikan peningkatan cryptocurrency di tahun ini, tetapi tidak banyak yang tahu tokoh paling berpengaruh di ruang ini. Beberapa pendukung ruang kripto paling terkenal tahun ini termasuk tokoh NFT, anggota Senat Amerika Serikat, dan pengusahaan kripto beramal untuk berbuat kebaikan.

Sandeep Nailwal

Sandeep Nailwal adalah salah satu pendiri Polygon, platform solusi penskalaan Ethereum. Tahun ini, nama Sandeep Naiwal menjadi sorotan utama baik di komunitas kripto maupun di kalangan masyarakat umum.

Gelombang Delta menyeruak pada April tahun ini, Nailwal mendirikan COVID-Crypto Relief Fund untuk mengumpulkan dana guna membantu orang-orang yang terkena dampak pandemi di India. Menurut laporan, proyek amal tersebut menggiring beberapa tokoh ruang kripto terkenal lainnya seperti mantan CTO Coinbase Balaji Srinivasan dan mantan pemain kriket Australia Bret Lee, termasuk Vitalik Buterin sebagai penyumbang terbesar dengan 500 ETH dan 50 triliun SHIB untuk dana tersebut, dengan nilai pasar lebih dari $1,14 miliar pada saat itu.

- Advertisement -

Selama beberapa bulan terakhir, ia menandatangani kesepakatan dengan UNICEF India untuk menyediakan 160 juta jarum suntik untuk upaya vaksinasi negara itu. Selain itu, ia bermitra dengan beberapa badan amal di India untuk menyediakan tempat tidur ICU, pelatihan CPR, dan kit ransum bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga BitOrbit: Platform Inovatif Berbasis Blockchain untuk Monetisasi Konten Para Kreator

Sam Bankman-Fried

Sam Bankman-Fried nama yang paling sering muncul diberitakan karena dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya termuda di dunia. Pencapaian itu tentu bukan tanpa prestasi yang matang. Sebagai seorang pengusaha, pendiri bursa kripto FTX ini kiat menjalin kerja sama dengan berbagai badan usaha lainnya seperti menjadikan atlet NFL Tom Burdy sebagai ambasador FTX, mensponsori Major Baseball League, dan berbagai lembaga olahraga terkemuka lainnya.

Bankman-Fried menjelaskan bahwa ia melakukan investasi di sana-sini karena ingin memberi orang-orang eksposur terhadap FTX.

Belum lama ini, pendiri FTX ini menceritakan bahwa ia akan menyalurkan sebagian keuntungan yang ia hasilkan untuk amal dalam wawancara bersama CNN. Ia berencana akan membantu melawan kemiskinan, kesiapsiagaan pandemi, dan proyek terkait pemanasan global.

“Ini adalah kewajiban kita untuk memberi tanpa pamrih, uang bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau reputasi. Sangat penting untuk membantu dunia,” kata Sam Bankman-Fried.

Emily Yang

Emily Yang atau akrab dipanggil komunitas NFT sebagai pplpleasr. Pada tahun 2021, ia mencetak sejarah sebagai salah satu tokoh kripto yang paling menonjol di sampul Fortune Magazine.

Yang memulai kariernya di bidang karya seni untuk beberapa proyek DeFi. Ketika ia mencetak NFT dari video promo yang dia buat untuk Uniswap V3 awal tahun ini, dia menyumbangkan 310 ETH untuk amal yang mendukung kelompok etnis minoritas. Nilainya lebih dari $525.000 pada saat itu.

Muncul di Fortune Magazine menjadi puncak kepopularitasannya. Emily Yang mengakui bahwa tahun lalu ia sempat menganggur dan mengkhawatirkan pendapatan yang tidak menetap. “Saya harap cerita saya dapat menginspirasi orang lain dan saya sangat berterima kasih kepada komunitas kripto,” kata Yang dalam akun Twitter resminya.

Emily Yang adalah bukti yang baik bahwa NFT memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan jutaan pencipta dan kolektor di seluruh dunia, dan rasanya perjalanannya baru saja dimulai.

Sam Sun

Pengguna DeFi di jaringan Ethereum mengetahui nama tokoh ini, Sam Sun atau peretas whitehat ‘samczsun’ yang paling produktif di ruang DeFi tanpa mengenal jam tidur.

Sun pernah menjabat posisi di Stripe, Wish, dan Trail of Bits, dan saat ini dia bekerja sebagai mitra riset di salah satu perusahaan modal ventura terkemuka di luar angkasa, Paradigm. Selama bertahun-tahun aktivitasnya sebagai peneliti keamanan independen, Sun telah menyelamatkan ratusan juta dolar milik komunitas DeFi dari potensi kerugian karena bug kontrak pintar dan kelemahan keamanan.

Tahun lalu, ia menemukan dan mengungkapkan kerentanan di Curve, Synthetix, Kyber Network, Nexus Mutual, Ethereum Name Service, Yearn.Finance, dan lainnya. Pada tahun ini, ia menemukan bug kritis di peluncuran token Miso Sushi, eksploitasi zero-day di Etherscan, dan bug kritis di klien CLI mandiri Ethereum, Geth, yang, jika dieksploitasi, dapat menyebabkan jaringan Ethereum bercabang. Komunitas Ethereum beruntung karena Sun menggunakan bakatnya untuk kebaikan.

Senat Ron Wyden, Pat Toomey, dan Cynthia Lummis

Regulasi menjadi tema utama kripto, terutama di Amerika Serikat. Undang-undang tagihan infrastruktur senilai $1,2 triliun yang membuat kebijakan mengenai kripto digagaskan oleh pemerintahan Biden.

Sementara anggota pemerintah lainnya mendukung draf asli tersebut, Senat Ron Wyden, Pat Toomey, dan Cynthia Lummis bersikeras pada definisi yang lebih jelas tentang kripto. Ketiga anggota senat tersebut memenangkan dukungan dari CEO Coinbase Brian Armstrong, Coin Center, dan anggota komunitas crypto kunci lainnya.

Wyden, Toomey, dan Lummis tidak berhenti berjuang untuk amandemen yang mendukung inovasi kripto. “Aset digital ada di sini untuk tetap berada di sistem keuangan kita dan keputusan yang kita buat sekarang akan berdampak jauh di masa depan. Kita perlu mendorong inovasi, bukan menghambatnya,” jelas Lummis dalam salah satu wawancara.

Sumber: https://cryptobriefing.com/2021-review-the-top-10-crypto-heroes-year/

Tahun 2021 merupakan periode terbaik untuk ruang kripto. Pemegang aset kripto pasti menyaksikan peningkatan cryptocurrency di tahun ini, tetapi tidak banyak yang tahu tokoh paling berpengaruh di ruang ini. Beberapa pendukung ruang kripto paling terkenal tahun ini termasuk tokoh NFT, anggota Senat Amerika Serikat, dan pengusahaan kripto beramal untuk berbuat kebaikan.

Sandeep Nailwal

Sandeep Nailwal adalah salah satu pendiri Polygon, platform solusi penskalaan Ethereum. Tahun ini, nama Sandeep Naiwal menjadi sorotan utama baik di komunitas kripto maupun di kalangan masyarakat umum.

Gelombang Delta menyeruak pada April tahun ini, Nailwal mendirikan COVID-Crypto Relief Fund untuk mengumpulkan dana guna membantu orang-orang yang terkena dampak pandemi di India. Menurut laporan, proyek amal tersebut menggiring beberapa tokoh ruang kripto terkenal lainnya seperti mantan CTO Coinbase Balaji Srinivasan dan mantan pemain kriket Australia Bret Lee, termasuk Vitalik Buterin sebagai penyumbang terbesar dengan 500 ETH dan 50 triliun SHIB untuk dana tersebut, dengan nilai pasar lebih dari $1,14 miliar pada saat itu.

Selama beberapa bulan terakhir, ia menandatangani kesepakatan dengan UNICEF India untuk menyediakan 160 juta jarum suntik untuk upaya vaksinasi negara itu. Selain itu, ia bermitra dengan beberapa badan amal di India untuk menyediakan tempat tidur ICU, pelatihan CPR, dan kit ransum bagi mereka yang membutuhkan.

Baca juga BitOrbit: Platform Inovatif Berbasis Blockchain untuk Monetisasi Konten Para Kreator

Sam Bankman-Fried

Sam Bankman-Fried nama yang paling sering muncul diberitakan karena dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya termuda di dunia. Pencapaian itu tentu bukan tanpa prestasi yang matang. Sebagai seorang pengusaha, pendiri bursa kripto FTX ini kiat menjalin kerja sama dengan berbagai badan usaha lainnya seperti menjadikan atlet NFL Tom Burdy sebagai ambasador FTX, mensponsori Major Baseball League, dan berbagai lembaga olahraga terkemuka lainnya.

Bankman-Fried menjelaskan bahwa ia melakukan investasi di sana-sini karena ingin memberi orang-orang eksposur terhadap FTX.

Belum lama ini, pendiri FTX ini menceritakan bahwa ia akan menyalurkan sebagian keuntungan yang ia hasilkan untuk amal dalam wawancara bersama CNN. Ia berencana akan membantu melawan kemiskinan, kesiapsiagaan pandemi, dan proyek terkait pemanasan global.

“Ini adalah kewajiban kita untuk memberi tanpa pamrih, uang bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau reputasi. Sangat penting untuk membantu dunia,” kata Sam Bankman-Fried.

Emily Yang

Emily Yang atau akrab dipanggil komunitas NFT sebagai pplpleasr. Pada tahun 2021, ia mencetak sejarah sebagai salah satu tokoh kripto yang paling menonjol di sampul Fortune Magazine.

Yang memulai kariernya di bidang karya seni untuk beberapa proyek DeFi. Ketika ia mencetak NFT dari video promo yang dia buat untuk Uniswap V3 awal tahun ini, dia menyumbangkan 310 ETH untuk amal yang mendukung kelompok etnis minoritas. Nilainya lebih dari $525.000 pada saat itu.

Muncul di Fortune Magazine menjadi puncak kepopularitasannya. Emily Yang mengakui bahwa tahun lalu ia sempat menganggur dan mengkhawatirkan pendapatan yang tidak menetap. “Saya harap cerita saya dapat menginspirasi orang lain dan saya sangat berterima kasih kepada komunitas kripto,” kata Yang dalam akun Twitter resminya.

Emily Yang adalah bukti yang baik bahwa NFT memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan jutaan pencipta dan kolektor di seluruh dunia, dan rasanya perjalanannya baru saja dimulai.

Sam Sun

Pengguna DeFi di jaringan Ethereum mengetahui nama tokoh ini, Sam Sun atau peretas whitehat ‘samczsun’ yang paling produktif di ruang DeFi tanpa mengenal jam tidur.

Sun pernah menjabat posisi di Stripe, Wish, dan Trail of Bits, dan saat ini dia bekerja sebagai mitra riset di salah satu perusahaan modal ventura terkemuka di luar angkasa, Paradigm. Selama bertahun-tahun aktivitasnya sebagai peneliti keamanan independen, Sun telah menyelamatkan ratusan juta dolar milik komunitas DeFi dari potensi kerugian karena bug kontrak pintar dan kelemahan keamanan.

Tahun lalu, ia menemukan dan mengungkapkan kerentanan di Curve, Synthetix, Kyber Network, Nexus Mutual, Ethereum Name Service, Yearn.Finance, dan lainnya. Pada tahun ini, ia menemukan bug kritis di peluncuran token Miso Sushi, eksploitasi zero-day di Etherscan, dan bug kritis di klien CLI mandiri Ethereum, Geth, yang, jika dieksploitasi, dapat menyebabkan jaringan Ethereum bercabang. Komunitas Ethereum beruntung karena Sun menggunakan bakatnya untuk kebaikan.

Senat Ron Wyden, Pat Toomey, dan Cynthia Lummis

Regulasi menjadi tema utama kripto, terutama di Amerika Serikat. Undang-undang tagihan infrastruktur senilai $1,2 triliun yang membuat kebijakan mengenai kripto digagaskan oleh pemerintahan Biden.

Sementara anggota pemerintah lainnya mendukung draf asli tersebut, Senat Ron Wyden, Pat Toomey, dan Cynthia Lummis bersikeras pada definisi yang lebih jelas tentang kripto. Ketiga anggota senat tersebut memenangkan dukungan dari CEO Coinbase Brian Armstrong, Coin Center, dan anggota komunitas crypto kunci lainnya.

Wyden, Toomey, dan Lummis tidak berhenti berjuang untuk amandemen yang mendukung inovasi kripto. “Aset digital ada di sini untuk tetap berada di sistem keuangan kita dan keputusan yang kita buat sekarang akan berdampak jauh di masa depan. Kita perlu mendorong inovasi, bukan menghambatnya,” jelas Lummis dalam salah satu wawancara.

Sumber: https://cryptobriefing.com/2021-review-the-top-10-crypto-heroes-year/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here