Memerangi Kelaparan dengan FoodChain Global Berteknologi Blockchain

Selain mendesain merchandise untuk NBA dan memasok kopi untuk pedagang retail besar, Shawn Kurz berupaya untuk memerangi kelaparan dunia dengan bantuan teknologi blockchain.

Kurz termotivasi untuk memperbaiki kelemahan sistem amal tradisional dengan mendirikan FoodChain Global (FCG). Sebagai sebuah organisasi yang menggunakan ekosistem berbasis blockchain, FCG mendukung inisiatif amal yang menargetkan pihak-pihak kekurangan pangan secara global.

Dengan bantuan Cody Boyd yang merupakan mantan insinyur sistem militer dan pemimpin tim pengembangan blockchain, FCG telah meluncurkan produk aset digital. Di antaranya adalah FoodChain Global token (FOOD) dan NFT. Keuntungan dari aset tersebut akan digunakan untuk memasok makanan ke bank makanan.

Kepada Cointelegraph, Kurz menyampaikan bahwa proyek tersebut memiliki tujuan untuk mendorong generasi muda bergerak memerangi kelaparan global. Tim ini memiliki tujuan untuk terus menyediakan produk digital yang sesuai dengan generasi milenial dan GenZ.

- Advertisement -

Terkait hal tersebut, Kurz menyampaikan bahwa “kita perlu menghubungkan dan menyediakan produk untuk generasi mendatang sehingga dapat mengatasi krisis kelaparan global. Akan tetapi, di saat yang sama juga menghasilkan produk menarik dan interaktif.”

Baca juga Tiga Tren Teratas dalam Ekosistem Game Berbasis Blockchain Tahun 2022

Menurutnya, banyak proyek blockchain saat ini terutama koin meme, hanya memiliki sedikit kontribusi atau bahkan tidak berkontribusi terhadap dunia nyata. Ia berusaha untuk mengajak masyarakat mendukung bisnis yang juga dapat menunjukkan sisi positif dari perkembangan teknologi.

Saat ini, FCG telah merilis toke FOOD berbasis Polygon, NFT, dan toko pakaian merchandise kripto. Hasil dari keuntungan tersebut digunakan untuk memasok makanan ke Daily Bread Food Bank dan Haven yang terletak di Queensway.

Kurz juga menggarisbawahi bahwa, “sebagian besar orang memberikan sumbangan untuk amal hanya sebatas ‘menyumbang’ dan tidak pernah melihat bukti nyata dari uang yang dibelanjakan.” Sebaliknya, pendiri FCG tersebut mengatakan bahwa orang yang menyumbang dengan membeli token FOOD dapat dengan mudah melacak ke mana uang mereka mengalir melalui blockchain Polygon.

Dengan melalui transaksi umum yang tersedia dalam Polyscan, siapa pun dapat melihat pergerakan aset dalam ekosistem FCG. Dengan begitu, setiap pihak dapat melacak jumlah uang yang digunakan untuk amal. Sehingga, memungkinkan bagi publik untuk meminta pertanggung jawaban perusahaan atas transaksi yang dilakukan.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/nba-merch-designer-turned-to-blockchain-to-help-end-world-hunger

Selain mendesain merchandise untuk NBA dan memasok kopi untuk pedagang retail besar, Shawn Kurz berupaya untuk memerangi kelaparan dunia dengan bantuan teknologi blockchain.

Kurz termotivasi untuk memperbaiki kelemahan sistem amal tradisional dengan mendirikan FoodChain Global (FCG). Sebagai sebuah organisasi yang menggunakan ekosistem berbasis blockchain, FCG mendukung inisiatif amal yang menargetkan pihak-pihak kekurangan pangan secara global.

Dengan bantuan Cody Boyd yang merupakan mantan insinyur sistem militer dan pemimpin tim pengembangan blockchain, FCG telah meluncurkan produk aset digital. Di antaranya adalah FoodChain Global token (FOOD) dan NFT. Keuntungan dari aset tersebut akan digunakan untuk memasok makanan ke bank makanan.

Kepada Cointelegraph, Kurz menyampaikan bahwa proyek tersebut memiliki tujuan untuk mendorong generasi muda bergerak memerangi kelaparan global. Tim ini memiliki tujuan untuk terus menyediakan produk digital yang sesuai dengan generasi milenial dan GenZ.

Terkait hal tersebut, Kurz menyampaikan bahwa “kita perlu menghubungkan dan menyediakan produk untuk generasi mendatang sehingga dapat mengatasi krisis kelaparan global. Akan tetapi, di saat yang sama juga menghasilkan produk menarik dan interaktif.”

Baca juga Tiga Tren Teratas dalam Ekosistem Game Berbasis Blockchain Tahun 2022

Menurutnya, banyak proyek blockchain saat ini terutama koin meme, hanya memiliki sedikit kontribusi atau bahkan tidak berkontribusi terhadap dunia nyata. Ia berusaha untuk mengajak masyarakat mendukung bisnis yang juga dapat menunjukkan sisi positif dari perkembangan teknologi.

Saat ini, FCG telah merilis toke FOOD berbasis Polygon, NFT, dan toko pakaian merchandise kripto. Hasil dari keuntungan tersebut digunakan untuk memasok makanan ke Daily Bread Food Bank dan Haven yang terletak di Queensway.

Kurz juga menggarisbawahi bahwa, “sebagian besar orang memberikan sumbangan untuk amal hanya sebatas ‘menyumbang’ dan tidak pernah melihat bukti nyata dari uang yang dibelanjakan.” Sebaliknya, pendiri FCG tersebut mengatakan bahwa orang yang menyumbang dengan membeli token FOOD dapat dengan mudah melacak ke mana uang mereka mengalir melalui blockchain Polygon.

Dengan melalui transaksi umum yang tersedia dalam Polyscan, siapa pun dapat melihat pergerakan aset dalam ekosistem FCG. Dengan begitu, setiap pihak dapat melacak jumlah uang yang digunakan untuk amal. Sehingga, memungkinkan bagi publik untuk meminta pertanggung jawaban perusahaan atas transaksi yang dilakukan.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/nba-merch-designer-turned-to-blockchain-to-help-end-world-hunger

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here