Menawarkan Fitur Keamanan dan Transparansi, Blockchain Semakin Diminati Perusahaan Keuangan

Cryptocurrency merupakan inovasi besar fintech yang muncul pada tahun 2009 yang ditandai dengan kemunculan Bitcoin. Sejak saat itu, Bitcoin terus berkembang dan teknologi blockchain yang menjadi dasar cryptocurrency pun semakin populer. Para developer semakin tertarik mengadopsi blockchain DLT yang menjadi solusi berbagai tantangan dihadapi industri.

Industri keuangan dan perbankan merupakan industri dengan aktivitas penyimpanan dan distribusi data yang sangat padat, sehingga industri ini sangat terbantu dengan adanya blockchain. Dari waktu ke waktu, semakin banyak perbankan dan berbagai perusahaan keuangan yang mulai mengaplikasikan blockchain.

1. Latar Belakang Masalah Industri Keuangan

Industri keuangan seperti perbankan atau perusahaan asuransi tidak terlepas dari besarnya biaya operasi untuk menyalurkan data dan memproses setiap transaksi. Industri keuangan selalu berinteraksi satu sama lain, misalnya interaksi antara bank yang satu dengan bank lainnya untuk pengiriman dana nasabah. Semua hal ini tentu membutuhkan waktu dan biaya yang dapat diminimalkan dengan penggunaan blockchain. Dengan mengadopsi blockchain, transaksi dapat diproses lebih cepat dengan biaya yang jauh lebih murah.

Selain tantangan waktu dan biaya, blockchain juga menjadi solusi keamanan data para pelanggan atau nasabah. Industri keuangan adalah industri yang sangat sensitif dengan peretasan dan penipuan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, setiap data diamankan secara end-to-end secara permanen, sehingga hampir mustahil untuk diretas atau dimanipulasi oleh pihak jahat manapun.

2. Manfaat Blockchain untuk Layanan Keuangan

Illust : Manfaat Blockchain untuk Layanan Keuangan
Sumber Asset : Crowdfunding vector created by macrovector – www.freepik.com
- Advertisement -

Blockchain merupakan teknologi revolusioner yang menawarkan sejumlah manfaat baru untuk industri keuangan seperti berikut ini.

  • Menjamin Keamanan

Penggunaan blockchain mengurangi kebutuhan akan perantara data seperti agen transfer, operator sistem, dan utilitas monopolistik yang tidak efisien. Blockchain memungkinkan penerapan kode aplikasi aman yang dirancang agar tidak dapat dirusak oleh pihak ketiga, dan hampir tidak mungkin untuk diretas atau dimanipulasi.

  • Memberikan Transparansi Tingkat Tinggi

Blockchain menggunakan standar, protokol, dan proses bersama, sehingga memberikan transparansi lebih untuk semua peserta jaringan.

  • Kepercayaan Lebih

Sebagai ledger yang terdistribusi, transparan, dan permanen, blockchain memudahkan berbagai pihak dalam jaringan bisnis untuk berkolaborasi, mengelola data, dan mencapai kesepakatan. Semua keuntungan ini dapat menciptakan kepercayaan lebih untuk seluruh peserta jaringan.

  • Meningkatkan Privasi

Blockchain merupakan teknologi terdepan di industri fintech untuk privasi data di setiap lapisan software dan memungkinkan berbagi data secara selektif dalam jaringan bisnis, sehingga meningkatkan transparansi, kepercayaan, dan efisiensi dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan.

  • Meningkatkan Performa

Jaringan pribadi dan hybrid dirancang untuk mempertahankan ratusan transaksi per detik dan lonjakan berkala dalam aktivitas jaringan.

  • Skalabilitas Tinggi

Mendukung interoperabilitas antara private chain dan public chain, blockchain menawarkan setiap solusi perusahaan jangkauan global, dengan ketahanan luar biasa  dan integritas tinggi dari mainnet.

3. Tantangan Implementasi Blockchain

Dengan sejumlah manfaat yang diberikan blockchain untuk industri keuangan, teknologi ini juga memiliki tantangan implementasi berikut ini.

  • Blockchain harus diadopsi secara luas. Industri keuangan terdiri dari banyak perusahaan yang bekerja sama dengan metode serupa yang saling terhubung. Misalnya, bank yang mentransfer dana menggunakan blockchain, hanya akan bekerja dengan baik jika berinteraksi dengan bank yang mengadopsi blockchain juga.
  • Kurangnya interoperabilitas antara blockchain yang berbeda. Hal ini membuat perusahaan yang satu dan lainnya tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa jaringan blockchain yang berfokus pada solusi interoperabilitas sedang dalam pengembangan, termasuk Polkadot dan Cosmos.
  • Membutuhkan biaya mahal dan waktu lama untuk beralih ke blockchain. Untuk mengadopsi blockchain, perusahaan membutuhkan biaya mahal untuk berbagai peralatan dan energi yang dibutuhkan, serta waktu yang cukup lama untuk proses peralihan teknologi.
  • Data blockchain tidak dapat diubah. Meskipun hal ini adalah keuntungan menggunakan blockchain, namun ini juga memiliki kelemahan bagi perusahaan keuangan yang sering memodifikasi data yang disimpan. Untuk mengimplementasikan blockchain, perusahaan-perusahaan ini perlu menyesuaikan metodologi mereka.
  • Peran regulator. Pemerintah kemungkinan besar akan mengatur kebijakan yang memengaruhi blockchain dan perusahaan yang menggunakannya.

Baca juga Peran Penting Blockchain di Industri Kesehatan untuk Mengamankan Data Medis

4. Kasus Penggunaan Blockchain untuk Layanan Keuangan

Illust : Kasus Penggunaan Blockchain untuk Layanan Keuangan
Sumber Asset : Case study vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Blockchain memiliki sejumlah kasus penggunaan yang dapat dimanfaatkan hanya dengan menggunakan satu jenis teknologi. Untuk layanan keuangan, berikut adalah kasus penggunaan blockchain yang sangat bermanfaat untuk para pelaku ekonomi.

  • Transfer Uang

Sejak awal dengan Bitcoin, teknologi blockchain dirancang untuk memindahkan dana dari titik A ke titik B tanpa peran pihak ketiga atau entitas pusat. Karena blockchain telah berevolusi, penggunanya dapat mencapai transaksi yang jauh lebih cepat dan lebih murah.

Salah satu contoh yang terpopuler adalah Ripple, sebuah perusahaan blockchain untuk RippleNet, sebuah jaringan pembayaran global. Proses transaksi RippleNet dalam lima detik dan biayanya hanya sepersekian sen.

  • Keamanan Transaksi

Perusahaan keuangan selalu menjadi target penipuan. Pembayaran digital, khususnya, membawa risiko informasi dicuri selama proses transaksi ketika mereka melewati pemroses pembayaran dan bank.

Blockchain menggunakan algoritma kriptografi untuk memproses dan merekam blok transaksi. Kriptografi ini bisa menjadi cara bagi perusahaan keuangan untuk mengurangi tingkat risiko peretasan dan penipuan saat memproses transaksi.

  • Otomatisasi Melalui Smart Contract

Kontrak adalah bagian besar dari industri jasa keuangan, dan perusahaan menghabiskan banyak waktu untuk itu. Otomatisasi kontrak dapat membuat proses transaksi dan klaim jauh lebih efisien.

Misalnya, perusahaan asuransi dapat menggunakan smart contract untuk mempercepat proses klaim. Ketika klien mengajukan klaim, maka secara otomatis akan ditinjau oleh kode yang diprogram ke dalam blockchain. Jika valid, smart contract akan mengeksekusi dan membayar klien.

  • Penyimpanan Data Pelanggan

Sebagian besar perusahaan keuangan harus melalui proses verifikasi identitas dengan klien mereka untuk mencegah penipuan dan pencucian uang. Hal ini membutuhkan waktu dan biaya lebih. Blockchain menawarkan alternatif lain dengan menyimpan data pelanggan di blockchain yang dapat diakses oleh berbagai perusahaan keuangan. Setelah perusahaan melalui proses Know Your Customer (KYC) dengan klien baru, maka data klien akan ditambahkan otomatis ke blockchain.

5. Perusahaan Keuangan yang Mempromosikan Blockchain

Blockchain telah digunakan oleh sejumlah perusahaan keuangan global ternama seperti berikut ini.

  • Visa

Visa adalah salah satu perusahaan layanan keuangan terbesar di dunia, dan juga salah satu perusahaan keuangan besar pertama yang merangkul teknologi blockchain.

Pada tahun 2015, Visa adalah bagian dari investasi $30 juta di Chain.com, pengembang blockchain. Dan di tahun 2017, Visa meluncurkan Visa B2B Connect berbasis blockchain untuk pembayaran bisnis internasional. Visa B2B Connect telah bekerja dengan bursa dan platform cryptocurrency untuk meluncurkan kartu debit dan kredit kripto.

  • Barclays

Barclays adalah bank multinasional yang telah melakukan penelitian ekstensif terhadap teknologi blockchain di bidang keuangan. Barclays telah menguji penggunaan smart contract untuk memperdagangkan derivatif seperti futures dan opsi. Jika bursa saham mulai menggunakan smart contract untuk derivatif, maka bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan kontrak ini. Bank juga mengajukan permohonan paten pada tahun 2018 untuk menggunakan blockchain dalam merampingkan proses KYC.

  • American Express

American Express adalah jaringan pembayaran dan lembaga keuangan yang menawarkan kartu kredit, perbankan, dan pinjaman. Dalam beberapa tahun terakhir, American Express telah berupaya mengintegrasikan blockchain ke dalam program populer mereka. Bekerja sama dengan Hyperledger, American Express membangun blockchain internalnya sendiri yang diuji dengan Boxed, platform pengiriman bahan makanan online.

Cryptocurrency merupakan inovasi besar fintech yang muncul pada tahun 2009 yang ditandai dengan kemunculan Bitcoin. Sejak saat itu, Bitcoin terus berkembang dan teknologi blockchain yang menjadi dasar cryptocurrency pun semakin populer. Para developer semakin tertarik mengadopsi blockchain DLT yang menjadi solusi berbagai tantangan dihadapi industri.

Industri keuangan dan perbankan merupakan industri dengan aktivitas penyimpanan dan distribusi data yang sangat padat, sehingga industri ini sangat terbantu dengan adanya blockchain. Dari waktu ke waktu, semakin banyak perbankan dan berbagai perusahaan keuangan yang mulai mengaplikasikan blockchain.

1. Latar Belakang Masalah Industri Keuangan

Industri keuangan seperti perbankan atau perusahaan asuransi tidak terlepas dari besarnya biaya operasi untuk menyalurkan data dan memproses setiap transaksi. Industri keuangan selalu berinteraksi satu sama lain, misalnya interaksi antara bank yang satu dengan bank lainnya untuk pengiriman dana nasabah. Semua hal ini tentu membutuhkan waktu dan biaya yang dapat diminimalkan dengan penggunaan blockchain. Dengan mengadopsi blockchain, transaksi dapat diproses lebih cepat dengan biaya yang jauh lebih murah.

Selain tantangan waktu dan biaya, blockchain juga menjadi solusi keamanan data para pelanggan atau nasabah. Industri keuangan adalah industri yang sangat sensitif dengan peretasan dan penipuan. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, setiap data diamankan secara end-to-end secara permanen, sehingga hampir mustahil untuk diretas atau dimanipulasi oleh pihak jahat manapun.

2. Manfaat Blockchain untuk Layanan Keuangan

Illust : Manfaat Blockchain untuk Layanan Keuangan
Sumber Asset : Crowdfunding vector created by macrovector – www.freepik.com

Blockchain merupakan teknologi revolusioner yang menawarkan sejumlah manfaat baru untuk industri keuangan seperti berikut ini.

  • Menjamin Keamanan

Penggunaan blockchain mengurangi kebutuhan akan perantara data seperti agen transfer, operator sistem, dan utilitas monopolistik yang tidak efisien. Blockchain memungkinkan penerapan kode aplikasi aman yang dirancang agar tidak dapat dirusak oleh pihak ketiga, dan hampir tidak mungkin untuk diretas atau dimanipulasi.

  • Memberikan Transparansi Tingkat Tinggi

Blockchain menggunakan standar, protokol, dan proses bersama, sehingga memberikan transparansi lebih untuk semua peserta jaringan.

  • Kepercayaan Lebih

Sebagai ledger yang terdistribusi, transparan, dan permanen, blockchain memudahkan berbagai pihak dalam jaringan bisnis untuk berkolaborasi, mengelola data, dan mencapai kesepakatan. Semua keuntungan ini dapat menciptakan kepercayaan lebih untuk seluruh peserta jaringan.

  • Meningkatkan Privasi

Blockchain merupakan teknologi terdepan di industri fintech untuk privasi data di setiap lapisan software dan memungkinkan berbagi data secara selektif dalam jaringan bisnis, sehingga meningkatkan transparansi, kepercayaan, dan efisiensi dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan.

  • Meningkatkan Performa

Jaringan pribadi dan hybrid dirancang untuk mempertahankan ratusan transaksi per detik dan lonjakan berkala dalam aktivitas jaringan.

  • Skalabilitas Tinggi

Mendukung interoperabilitas antara private chain dan public chain, blockchain menawarkan setiap solusi perusahaan jangkauan global, dengan ketahanan luar biasa  dan integritas tinggi dari mainnet.

3. Tantangan Implementasi Blockchain

Dengan sejumlah manfaat yang diberikan blockchain untuk industri keuangan, teknologi ini juga memiliki tantangan implementasi berikut ini.

  • Blockchain harus diadopsi secara luas. Industri keuangan terdiri dari banyak perusahaan yang bekerja sama dengan metode serupa yang saling terhubung. Misalnya, bank yang mentransfer dana menggunakan blockchain, hanya akan bekerja dengan baik jika berinteraksi dengan bank yang mengadopsi blockchain juga.
  • Kurangnya interoperabilitas antara blockchain yang berbeda. Hal ini membuat perusahaan yang satu dan lainnya tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa jaringan blockchain yang berfokus pada solusi interoperabilitas sedang dalam pengembangan, termasuk Polkadot dan Cosmos.
  • Membutuhkan biaya mahal dan waktu lama untuk beralih ke blockchain. Untuk mengadopsi blockchain, perusahaan membutuhkan biaya mahal untuk berbagai peralatan dan energi yang dibutuhkan, serta waktu yang cukup lama untuk proses peralihan teknologi.
  • Data blockchain tidak dapat diubah. Meskipun hal ini adalah keuntungan menggunakan blockchain, namun ini juga memiliki kelemahan bagi perusahaan keuangan yang sering memodifikasi data yang disimpan. Untuk mengimplementasikan blockchain, perusahaan-perusahaan ini perlu menyesuaikan metodologi mereka.
  • Peran regulator. Pemerintah kemungkinan besar akan mengatur kebijakan yang memengaruhi blockchain dan perusahaan yang menggunakannya.

Baca juga Peran Penting Blockchain di Industri Kesehatan untuk Mengamankan Data Medis

4. Kasus Penggunaan Blockchain untuk Layanan Keuangan

Illust : Kasus Penggunaan Blockchain untuk Layanan Keuangan
Sumber Asset : Case study vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Blockchain memiliki sejumlah kasus penggunaan yang dapat dimanfaatkan hanya dengan menggunakan satu jenis teknologi. Untuk layanan keuangan, berikut adalah kasus penggunaan blockchain yang sangat bermanfaat untuk para pelaku ekonomi.

  • Transfer Uang

Sejak awal dengan Bitcoin, teknologi blockchain dirancang untuk memindahkan dana dari titik A ke titik B tanpa peran pihak ketiga atau entitas pusat. Karena blockchain telah berevolusi, penggunanya dapat mencapai transaksi yang jauh lebih cepat dan lebih murah.

Salah satu contoh yang terpopuler adalah Ripple, sebuah perusahaan blockchain untuk RippleNet, sebuah jaringan pembayaran global. Proses transaksi RippleNet dalam lima detik dan biayanya hanya sepersekian sen.

  • Keamanan Transaksi

Perusahaan keuangan selalu menjadi target penipuan. Pembayaran digital, khususnya, membawa risiko informasi dicuri selama proses transaksi ketika mereka melewati pemroses pembayaran dan bank.

Blockchain menggunakan algoritma kriptografi untuk memproses dan merekam blok transaksi. Kriptografi ini bisa menjadi cara bagi perusahaan keuangan untuk mengurangi tingkat risiko peretasan dan penipuan saat memproses transaksi.

  • Otomatisasi Melalui Smart Contract

Kontrak adalah bagian besar dari industri jasa keuangan, dan perusahaan menghabiskan banyak waktu untuk itu. Otomatisasi kontrak dapat membuat proses transaksi dan klaim jauh lebih efisien.

Misalnya, perusahaan asuransi dapat menggunakan smart contract untuk mempercepat proses klaim. Ketika klien mengajukan klaim, maka secara otomatis akan ditinjau oleh kode yang diprogram ke dalam blockchain. Jika valid, smart contract akan mengeksekusi dan membayar klien.

  • Penyimpanan Data Pelanggan

Sebagian besar perusahaan keuangan harus melalui proses verifikasi identitas dengan klien mereka untuk mencegah penipuan dan pencucian uang. Hal ini membutuhkan waktu dan biaya lebih. Blockchain menawarkan alternatif lain dengan menyimpan data pelanggan di blockchain yang dapat diakses oleh berbagai perusahaan keuangan. Setelah perusahaan melalui proses Know Your Customer (KYC) dengan klien baru, maka data klien akan ditambahkan otomatis ke blockchain.

5. Perusahaan Keuangan yang Mempromosikan Blockchain

Blockchain telah digunakan oleh sejumlah perusahaan keuangan global ternama seperti berikut ini.

  • Visa

Visa adalah salah satu perusahaan layanan keuangan terbesar di dunia, dan juga salah satu perusahaan keuangan besar pertama yang merangkul teknologi blockchain.

Pada tahun 2015, Visa adalah bagian dari investasi $30 juta di Chain.com, pengembang blockchain. Dan di tahun 2017, Visa meluncurkan Visa B2B Connect berbasis blockchain untuk pembayaran bisnis internasional. Visa B2B Connect telah bekerja dengan bursa dan platform cryptocurrency untuk meluncurkan kartu debit dan kredit kripto.

  • Barclays

Barclays adalah bank multinasional yang telah melakukan penelitian ekstensif terhadap teknologi blockchain di bidang keuangan. Barclays telah menguji penggunaan smart contract untuk memperdagangkan derivatif seperti futures dan opsi. Jika bursa saham mulai menggunakan smart contract untuk derivatif, maka bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan kontrak ini. Bank juga mengajukan permohonan paten pada tahun 2018 untuk menggunakan blockchain dalam merampingkan proses KYC.

  • American Express

American Express adalah jaringan pembayaran dan lembaga keuangan yang menawarkan kartu kredit, perbankan, dan pinjaman. Dalam beberapa tahun terakhir, American Express telah berupaya mengintegrasikan blockchain ke dalam program populer mereka. Bekerja sama dengan Hyperledger, American Express membangun blockchain internalnya sendiri yang diuji dengan Boxed, platform pengiriman bahan makanan online.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here