Mengamati Lebih Jauh ETF Bitcoin yang Sangat Dinantikan

Mengamati ETF Bitcoin – Selama bertahun-tahun, Bitcoin (BTC) telah berhasil secara bertahap untuk masuk ke pasar saham. Contoh terbaiknya adalah Grayscale Bitcoin Trust (GBTC). Bitcoin Exchange Traded Funds (ETFs) merupakan salah satu proyek yang peluncurannya paling ditunggu di pasar kripto dalam waktu yang cukup lama. Setelah terbentuk dan terdaftar, proyek tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap pasar Bitcoin.

Pada minggu pertama peluncuran, inflows mengalami lonjakan yang menyentuh hingga sekitar $1.46 miliar. Sayangnya, pada minggu berikutnya sensasi ETF Bitcoin mulai melemah dan inflows hanya menghasilkan sebesar $287 juta.

Baca juga Investor Institusional Valor Inc. Menyentuh Sektor De-Fi Saat Peluncuran Perdana ETF Uniswap

Namun, terdapat alasan lain mengapa pada minggu lalu proyek tersebut gagal untuk mencapai harga yang lebih tinggi. Pertama, di minggu yang sama saat ETF Bitcoin diluncurkan, BTC mencatat rekor all-time-high (ATH) sebesar $65.9K. Akan tetapi, di minggu berikutnya pergerakan harga berjalan secara konstan.

- Advertisement -

Meskipun begitu, di sisi lain hal ini merupakan bukti terkait seberapa banyak pihak yang benar-benar membutuhkan ETF dan seberapa banyak dari mereka yang menginginkannya hanya karena proyek ini tengah populer.

Beberapa negara terus mengamati pergerakan ETF Bitcoin dengan menyetujui local ETF. Australia menjadi salah satu negara terbaru yang melakukan hal tersebut dengan BetsShares Crypto Innovators ETF (CRYP) yang akan terdaftar di ASX pada Kamis 11 November. Akan tetapi, SEC Amerika Serikat sendiri menjadi pihak yang menahan persetujuan ETF Bitcoin.

Komisi Sekuritas dan Bursa kembali menunda keputusannya terkait ETF Valkyrie dengan memperpanjang tenggat waktu hingga 7 Januari 2022. Selanjutnya, GBTC yang memiliki BTC senilai lebih dari $40.4 miliar dalam pengelolannya juga bermaksud untuk meluncurkan ETF spot mereka. Kemungkinan rencana tersebut akan direalisasikan pada Juni 2022. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena ini akan menjadi fitur pertama yang berbasis futures.

Kedua, dampak dari ETF terhadap investor tidak menuai kejelasan. Sejak awal bulan ini, sejumlah retail traders keluar dari pasar setelah mencairkan sejumlah keuntungan. Sementara kohort yang lebih kaya (>100 BTC) tiba-tiba menjadi cukup aktif.

Retail traders mungkin dapat kembali jika Bitcoin mengalami kenaikan atau terdapat beberapa perkembangan besar yang terjadi di pasar, seperti pengumuman CBA baru-baru ini yang menawarkan layanan kripto kepada para pelanggannya.

Sumber:

https://ambcrypto.com/looking-beyond-the-hype-around-bitcoin-etfs/

Mengamati ETF Bitcoin – Selama bertahun-tahun, Bitcoin (BTC) telah berhasil secara bertahap untuk masuk ke pasar saham. Contoh terbaiknya adalah Grayscale Bitcoin Trust (GBTC). Bitcoin Exchange Traded Funds (ETFs) merupakan salah satu proyek yang peluncurannya paling ditunggu di pasar kripto dalam waktu yang cukup lama. Setelah terbentuk dan terdaftar, proyek tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap pasar Bitcoin.

Pada minggu pertama peluncuran, inflows mengalami lonjakan yang menyentuh hingga sekitar $1.46 miliar. Sayangnya, pada minggu berikutnya sensasi ETF Bitcoin mulai melemah dan inflows hanya menghasilkan sebesar $287 juta.

Baca juga Investor Institusional Valor Inc. Menyentuh Sektor De-Fi Saat Peluncuran Perdana ETF Uniswap

Namun, terdapat alasan lain mengapa pada minggu lalu proyek tersebut gagal untuk mencapai harga yang lebih tinggi. Pertama, di minggu yang sama saat ETF Bitcoin diluncurkan, BTC mencatat rekor all-time-high (ATH) sebesar $65.9K. Akan tetapi, di minggu berikutnya pergerakan harga berjalan secara konstan.

Meskipun begitu, di sisi lain hal ini merupakan bukti terkait seberapa banyak pihak yang benar-benar membutuhkan ETF dan seberapa banyak dari mereka yang menginginkannya hanya karena proyek ini tengah populer.

Beberapa negara terus mengamati pergerakan ETF Bitcoin dengan menyetujui local ETF. Australia menjadi salah satu negara terbaru yang melakukan hal tersebut dengan BetsShares Crypto Innovators ETF (CRYP) yang akan terdaftar di ASX pada Kamis 11 November. Akan tetapi, SEC Amerika Serikat sendiri menjadi pihak yang menahan persetujuan ETF Bitcoin.

Komisi Sekuritas dan Bursa kembali menunda keputusannya terkait ETF Valkyrie dengan memperpanjang tenggat waktu hingga 7 Januari 2022. Selanjutnya, GBTC yang memiliki BTC senilai lebih dari $40.4 miliar dalam pengelolannya juga bermaksud untuk meluncurkan ETF spot mereka. Kemungkinan rencana tersebut akan direalisasikan pada Juni 2022. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena ini akan menjadi fitur pertama yang berbasis futures.

Kedua, dampak dari ETF terhadap investor tidak menuai kejelasan. Sejak awal bulan ini, sejumlah retail traders keluar dari pasar setelah mencairkan sejumlah keuntungan. Sementara kohort yang lebih kaya (>100 BTC) tiba-tiba menjadi cukup aktif.

Retail traders mungkin dapat kembali jika Bitcoin mengalami kenaikan atau terdapat beberapa perkembangan besar yang terjadi di pasar, seperti pengumuman CBA baru-baru ini yang menawarkan layanan kripto kepada para pelanggannya.

Sumber:

https://ambcrypto.com/looking-beyond-the-hype-around-bitcoin-etfs/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here