Mengapa Volatilitas Bitcoin Adalah Fitur, Bukan Bug

Volatilitas Bitcoin – Opini ini pertama kali dipublikasikan di Crypto for Advisors, sebuah buletin mingguan CoinDesk yang mendefinisikan kripto, aset digital, dan masa depan keuangan. Di dalam artikel ini, dipaparkan berangkat dari pertanyaan seorang klien Andy Edstrom, selaku penasihat keuangan.

Baca juga Nasdaq Dubai Menyetuji Listing “Bitcoin Fund” Bernilai 200 Juta USD

Seringkali, klien meresahkan tentang volatilitas harga Bitcoin. Saat itu, Andy berpikir bahwa volatilitas harga Bitcoin bukan merupakan ‘bug’ atau masalah, akan tetapi sebuah fitur yang pada akhirnya memberikan manfaat. Berikut adalah alasannya:

Bitcoin sebagai ‘Emas Digital’

- Advertisement -

Untuk memahami alasannya, perlu untuk mempertimbangjan terlebih dahulu bahwa Bitcoin merupakan aset uang yang berasal dari internet— yaitu ‘emas digital’. Nilai emas asli cukup baik pada karakteristik uang, namun Bitcoin memiliki nilai yang jauh lebih baik.

Jadi, Bitcoin merupakan persaingan nyata untuk nilai pasar emas yang kira-kira mencapai harga $10 triliun hari ini. Dengan begitu, Bitcoin yang saat ini memiliki nilai total $1 triliun akan memiliki potensi kenaikan hingga 10 kali lipat berdasarkan pengambilan pangsa pasar dari emas.

Bitcoin merupakan investasi tahap awal

Dalam rangka membangun kepercayaan seperti kepada emas di antara para investor, membutuhkan waktu yang tidak pendek. Bahkan, apabila Bitcoin merupakan hard money yang lebih baik secara keseluruhan, mungkin perlu beberapa dekade lagi bagi investor lain untuk mencapai kesimpulan yang sama. Sehingga mereka mau memposisikan portofolio mereka sesuai dengan aset tersebut.

Meskipun Bitcoin telah berusia 12 tahun, emas tetap menjadi saingan berat bagi Bitcoin dalam aspek pangsa. Jadi, memperlakukan investasi Bitcoin seperti modal ventura atau ekuitas pertumbuhan masuk akal karena jauh lebih mudah daripada emas.

Selain itu, terdapat urgensi untuk membuktikan dirinya sebagai pesaing yang layak dari waktu ke waktu, keuntungan rata-rata selama periode lima tahun dalam sejarah Bitcoin adalah signifikan. Meskipun begitu, volatilitas harga memang mungkin terjadi.

Bitcoin Bukan ‘Uang’

Pernyataan ‘Bitcoin terlalu fluktuatif untuk menjadi uang’ merupakan pernyataan benar, tetapi tidak selamanya akan terjadi seperti demikian. Karena volatilitas harga rata-rata Bitcoin telah berkurang dari waktu ke waktu. Semakin besar nilainya, semakin sulit untuk menggerakkan harga.

Dalam hal ini, volatilitas Bitcoin saat ini bukan merupakan suatu ancaman. Sebagai bukti, aset ini suksesnya sukses meluncurkan ETF Bitcoin.

Sumber:

https://www.coindesk.com/markets/2021/10/28/why-bitcoins-volatility-is-a-feature-not-a-bug/

Volatilitas Bitcoin – Opini ini pertama kali dipublikasikan di Crypto for Advisors, sebuah buletin mingguan CoinDesk yang mendefinisikan kripto, aset digital, dan masa depan keuangan. Di dalam artikel ini, dipaparkan berangkat dari pertanyaan seorang klien Andy Edstrom, selaku penasihat keuangan.

Baca juga Nasdaq Dubai Menyetuji Listing “Bitcoin Fund” Bernilai 200 Juta USD

Seringkali, klien meresahkan tentang volatilitas harga Bitcoin. Saat itu, Andy berpikir bahwa volatilitas harga Bitcoin bukan merupakan ‘bug’ atau masalah, akan tetapi sebuah fitur yang pada akhirnya memberikan manfaat. Berikut adalah alasannya:

Bitcoin sebagai ‘Emas Digital’

Untuk memahami alasannya, perlu untuk mempertimbangjan terlebih dahulu bahwa Bitcoin merupakan aset uang yang berasal dari internet— yaitu ‘emas digital’. Nilai emas asli cukup baik pada karakteristik uang, namun Bitcoin memiliki nilai yang jauh lebih baik.

Jadi, Bitcoin merupakan persaingan nyata untuk nilai pasar emas yang kira-kira mencapai harga $10 triliun hari ini. Dengan begitu, Bitcoin yang saat ini memiliki nilai total $1 triliun akan memiliki potensi kenaikan hingga 10 kali lipat berdasarkan pengambilan pangsa pasar dari emas.

Bitcoin merupakan investasi tahap awal

Dalam rangka membangun kepercayaan seperti kepada emas di antara para investor, membutuhkan waktu yang tidak pendek. Bahkan, apabila Bitcoin merupakan hard money yang lebih baik secara keseluruhan, mungkin perlu beberapa dekade lagi bagi investor lain untuk mencapai kesimpulan yang sama. Sehingga mereka mau memposisikan portofolio mereka sesuai dengan aset tersebut.

Meskipun Bitcoin telah berusia 12 tahun, emas tetap menjadi saingan berat bagi Bitcoin dalam aspek pangsa. Jadi, memperlakukan investasi Bitcoin seperti modal ventura atau ekuitas pertumbuhan masuk akal karena jauh lebih mudah daripada emas.

Selain itu, terdapat urgensi untuk membuktikan dirinya sebagai pesaing yang layak dari waktu ke waktu, keuntungan rata-rata selama periode lima tahun dalam sejarah Bitcoin adalah signifikan. Meskipun begitu, volatilitas harga memang mungkin terjadi.

Bitcoin Bukan ‘Uang’

Pernyataan ‘Bitcoin terlalu fluktuatif untuk menjadi uang’ merupakan pernyataan benar, tetapi tidak selamanya akan terjadi seperti demikian. Karena volatilitas harga rata-rata Bitcoin telah berkurang dari waktu ke waktu. Semakin besar nilainya, semakin sulit untuk menggerakkan harga.

Dalam hal ini, volatilitas Bitcoin saat ini bukan merupakan suatu ancaman. Sebagai bukti, aset ini suksesnya sukses meluncurkan ETF Bitcoin.

Sumber:

https://www.coindesk.com/markets/2021/10/28/why-bitcoins-volatility-is-a-feature-not-a-bug/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here