Mengenal Blockchain, Inovasi Teknologi-Bisnis

Mengenal Blockchain – Revolusi industri 4.0 menandai semakin berkembangnya teknologi dunia yang memberikan beribu manfaat. Berbagai inovasi teknologi tidak hanya terjadi di bidang komunikasi dan transportasi, tapi juga di berbagai bidang lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, bisnis, dan finansial. Salah satu inovasi yang dinilai sangat revolusioner adalah hadirnya “blockchain”.

Baca juga Keunggulan Bitcoin

Blockchain adalah salah satu inovasi teknologi yang memberikan kemudahan di berbagai bidang. Sektor bisnis dan finansial adalah sektor yang sangat dipengaruhi oleh kehadiran blockchain. Seperti ketika berbicara tentang Bitcoin ataupun cryptocurrency lainnya, maka tidak akan terlepas dari blockchain. Lalu apa sebenarnya blockchain itu?

Bagi Anda yang masih asing ataupun tidak terlalu paham tentang blockchain, mari simak informasi-informasi menarik berikut!

  1. Mengenal Blockchain dan Sejarah Singkatnya
- Advertisement -

Blockchain adalah sistem data base yang menggunakan jaringan terdesentralisasi peer-to-peer. Sistem ini menciptakan efisiensi yang membuat para penggunanya bisa melakukan berbagai transaksi tanpa adanya pihak ketiga (middleman). Sistem ini mampu merekam setiap transaksi yang terjadi dan memvalidasi setiap transaksi secara otomatis. Transaksi atau informasi baru dikompilasi menjadi blok yang baru terbentuk dan dirantai dengan blok lainnya. Rantai blok ini menciptakan alur transaksi yang diberi stempel waktu dan tidak bisa diubah oleh siapapun.

Konsep blockchain pertama kali dikenalkan oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta pada tahun 1991. Mereka adalah dua peneliti yang berambisi untuk menciptakan sebuah sistem dimana stempel waktu tidak bisa diubah. Hingga pada akhirnya hal ini direalisasikan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak diketahui identitasnya, dengan nama surel Satoshi Nakamoto. Ia meluncurkan mata uang digital Bitcoin yang berbasis Blockchain pada Januari 2009.

Blockchain digunakan sebagai sebuah buku besar publik (public ledger) terdistribusi yang mencatat seluruh transaksi, memvalidasi, dan merekamnya. Jejak waktu transaksi tidak bisa diedit atau dihapus. Namun, jejak transaksi ini bisa dilihat oleh seluruh pengguna yang terkoneksi bersama, karena blockchain bersifat open source.

  1. Cara Kerja Blockchain

Blockchain adalah sebuah sistem terdesentralisasi, yang terbebas dari otoritas pihak ketiga. Proses kerja blockchain dijalankan oleh jaringan komputer peer-to-peer yang tersebar di seluruh dunia.

Transaksi yang masuk ditransmisi ke jaringan peer-to-peer yang tersebar di seluruh dunia. Setiap informasi yang masuk disimpan di semua node yang mempunyai data yang sama setelah transaksi dinyatakan valid. Setelah transaksi dinyatakan valid, mereka dikelompokkan bersama menjadi blok. Blok-blok ini kemudian dirantai bersama dan menciptakan histori transaksi yang permanen. Transaksi terkunci dan tidak bisa diedit atau dihapus.

  1. Jenis-Jenis Blockchain

Terdapat 3 jenis jaringan blockchain, yaitu:

  • Blockchain publik. Yaitu blockchain dengan sistem terdesentralisasi. Siapapun bisa mengakses blockchain ini selama memiliki koneksi internet. Contoh blockchain publik adalah Bitcoin dan Ethereum.
  • Private blockchain. Sesuai dengan namanya, blockchain ini adalah blockchain dengan akses terbatas yang dikendalikan oleh organisasi tunggal. User yang tidak diundang oleh validator tidak bisa bergabung di jaringan ini.
  • Blockchain konsursium (semi desentralisasi). Yaitu blockchain yang node-nya dioperasikan oleh beberapa validator. Namun validator bisa membatasi pengguna yang dikecualikan untuk membaca informasi yang tersimpan.
  1. Manfaat Blockchain

Blockchain dipandang sebagai sebuah teknologi yang sangat memberikan dampak positif di berbagai sektor industri dunia. Berbagai keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan membuat perusahaan-perusahaan sekelas Amazon dan Microsoft menggunakan blockchain. Lalu, apa sajakah sebenarnya manfaat blockchain? Berikut adalah beberapa manfaat hadirnya teknologi blockchain.

  • Sistem yang transparan dan terdesentralisasi
  • Arus transaksi yang lebih mudah
  • Biaya yang lebih rendah
  • Proses transaksi yang lebih cepat
  • Salinan data yang otentik
  • Security dan privacy yang lebih terjamin
  • Audit yang lebih baik
  1. Blockchain dan Cryptocurrency

Blockchain dan Cryptocurrency

Sumber Gambar: Brian Wangenheim on Unsplash

Blockchain adalah sebuah sistem yang tidak bisa terlepas saat berbicara tentang cryptocurrency. Blockchain adalah sistem yang digunakan oleh berbagai jenis kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Dogecoin, Paycoin, dan yang lainnya. Mata uang digital yang tidak mempunyai bentuk fisik menggunakan sistem blockchain sebagai pencatat atau  perekam setiap alur transaksi yang terjadi.

Blockchain adalah sebuah sistem yang terdesentralisasi dan transparan. Tidak ada satu entitas pun yang berwenang mengatur setiap transaksi yang terjadi. Transaksi terjadi karena adanya beberapa orang yang sepakat untuk melakukan jual beli ataupun pinjam meminjam dalam kurun waktu tertentu. Dan seluruh transaksi terjadi tanpa adanya perantara atau pihak ketiga.

  1. Blockchain Security
Blockchain
Sumber Gambar: FLY:D on Unsplash

Sumber Gambar: FLY:D on Unsplash

Blockchain adalah sebuah sistem yang sulit diretas hacker, meskipun hal itu mungkin saja terjadi, namun kemungkinannya sangat kecil. Hal ini karena blockchain menggunakan jaringan peer-to-peer yang menghubungkan seluruh jaringan di dunia. Jaringan ini akan menjadi jaringan yang sangat kuat dan solid dibanding dengan jaringan yang hanya dibangun oleh satu server.

Selain itu, informasi transaksi disimpan dalam bentuk hash yang bersifat tidak bisa diubah, dihapus, atau dikembalikan seperti semula. Sistem jaringan ini cukup besar sehingga membentuk sistem jaringan yang lebih sulit untuk dibobol. Privacy juga lebih terjamin karena menggunakan konsep kriptografi.

  1. Perusahaan Top Dunia yang Menggunakan Blockchain

Blockchain adalah inovasi baru yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai sektor industri. Sistem ini juga dinilai memiliki masa depan yang cerah karena berbagai kemudahan yang ditawarkannya. Bukan hanya kemudahan, blockchain juga membantu mengurangi biaya transaksi perusahaan yang jika diakumulasi berjumlah fantastis.

Prospek masa depan yang dinilai menjanjikan membuat banyak perusahaan besar dunia ikut menjadikan blockchain sebagai sistem yang menopang berbagai kegiatan di perusahaan mereka. Berikut adalah 12 top companies yang menggunakan blockchain.

  • Walmart
  • Amazon
  • Mastercard
  • Microsoft
  • Facebook
  • P. Morgan
  • Visa
  • Unilever
  • Prudential Financial
  • Maersk
  • Mizuho
  • Singapore Airlines
  1. Perkembangan Blockchain di Indonesia

Blockchain tentu berbeda dengan Bitcoin. Meskipun keberadaan Bitcoin dan jenis kripto lainnya belum mendapat persetujuan resmi dari negara, namun blockchain dianggap sebagai sebuah kemajuan yang harus dimanfaatkan. Blockchain adalah teknologi, sedangkan Bitcoin adalah komoditi.

Banyaknya keunggulan yang dimiliki blockchain membuat sistem ini turut berkembang di Indonesia. Menilai efisiensi yang ditawarkan teknologi ini, membuat banyaknya start up dalam negeri bermunculan. Bukan hanya start up, tetapi Bank Indonesia juga mengkonfirmasi akan meluncurkan rupiah digital dengan bantuan teknologi blockchain.

Perkembangan Blockchain di Indonesia

Sumber Gambar: Mufid Majnun on Unsplash

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital akan memberikan banyak manfaat untuk perekonomian Indonesia. Biaya transaksi yang lebih rendah dan proses transaksi yang lebih cepat dinilai sangat efisien untuk kemajuan ekosistem perekonomian negeri ini. Namun rencana ini masih terus dianalisis dengan berbagai risiko yang mungkin terjadi. Risiko teknologi dan cyber security menjadi tantangan tersendiri sebelum merealisasikan rencana ini.

Selain Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Central Asia (BCA) sudah lebih dulu menerapkan blockchain untuk memperkecil biaya transaksi dan mempercepat proses transaksi. BNI menggunakan blockchain dari J.P. Morgan dan BCA menggunakan blockchain untuk back office mereka. Selain BNI dan BCA, perbankan lain seperti BRI, Mandiri, Permata, dan Danamon juga berencana menggunakan blockchain. Bank-bank tersebut sedang bekerja sama dengan IBM untuk merealisasikan penggunaan blockchain.

  1. Perusahaan Domestik Berbasis Blockchain

Biaya transaksi yang rendah, proses yang cepat, keamanan yang lebih terjamin adalah keunggulan blockchain yang sangat menarik hati para pebisnis. Hal itu menjadi faktor utama banyaknya start up dalam negeri berbasis blockchain bermunculan. Berikut adalah beberapa start up domestik yang menggunakan teknologi blockchain.

  • Indodax
  • Luno
  • TokoCrypto
  • Blockchain Zoo
  • PlayGame
  • Vexanium
  • Indonesia Blockchain Academy
  • IDRT

Mengenal Blockchain – Revolusi industri 4.0 menandai semakin berkembangnya teknologi dunia yang memberikan beribu manfaat. Berbagai inovasi teknologi tidak hanya terjadi di bidang komunikasi dan transportasi, tapi juga di berbagai bidang lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, bisnis, dan finansial. Salah satu inovasi yang dinilai sangat revolusioner adalah hadirnya “blockchain”.

Baca juga Keunggulan Bitcoin

Blockchain adalah salah satu inovasi teknologi yang memberikan kemudahan di berbagai bidang. Sektor bisnis dan finansial adalah sektor yang sangat dipengaruhi oleh kehadiran blockchain. Seperti ketika berbicara tentang Bitcoin ataupun cryptocurrency lainnya, maka tidak akan terlepas dari blockchain. Lalu apa sebenarnya blockchain itu?

Bagi Anda yang masih asing ataupun tidak terlalu paham tentang blockchain, mari simak informasi-informasi menarik berikut!

  1. Mengenal Blockchain dan Sejarah Singkatnya

Blockchain adalah sistem data base yang menggunakan jaringan terdesentralisasi peer-to-peer. Sistem ini menciptakan efisiensi yang membuat para penggunanya bisa melakukan berbagai transaksi tanpa adanya pihak ketiga (middleman). Sistem ini mampu merekam setiap transaksi yang terjadi dan memvalidasi setiap transaksi secara otomatis. Transaksi atau informasi baru dikompilasi menjadi blok yang baru terbentuk dan dirantai dengan blok lainnya. Rantai blok ini menciptakan alur transaksi yang diberi stempel waktu dan tidak bisa diubah oleh siapapun.

Konsep blockchain pertama kali dikenalkan oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta pada tahun 1991. Mereka adalah dua peneliti yang berambisi untuk menciptakan sebuah sistem dimana stempel waktu tidak bisa diubah. Hingga pada akhirnya hal ini direalisasikan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak diketahui identitasnya, dengan nama surel Satoshi Nakamoto. Ia meluncurkan mata uang digital Bitcoin yang berbasis Blockchain pada Januari 2009.

Blockchain digunakan sebagai sebuah buku besar publik (public ledger) terdistribusi yang mencatat seluruh transaksi, memvalidasi, dan merekamnya. Jejak waktu transaksi tidak bisa diedit atau dihapus. Namun, jejak transaksi ini bisa dilihat oleh seluruh pengguna yang terkoneksi bersama, karena blockchain bersifat open source.

  1. Cara Kerja Blockchain

Blockchain adalah sebuah sistem terdesentralisasi, yang terbebas dari otoritas pihak ketiga. Proses kerja blockchain dijalankan oleh jaringan komputer peer-to-peer yang tersebar di seluruh dunia.

Transaksi yang masuk ditransmisi ke jaringan peer-to-peer yang tersebar di seluruh dunia. Setiap informasi yang masuk disimpan di semua node yang mempunyai data yang sama setelah transaksi dinyatakan valid. Setelah transaksi dinyatakan valid, mereka dikelompokkan bersama menjadi blok. Blok-blok ini kemudian dirantai bersama dan menciptakan histori transaksi yang permanen. Transaksi terkunci dan tidak bisa diedit atau dihapus.

  1. Jenis-Jenis Blockchain

Terdapat 3 jenis jaringan blockchain, yaitu:

  • Blockchain publik. Yaitu blockchain dengan sistem terdesentralisasi. Siapapun bisa mengakses blockchain ini selama memiliki koneksi internet. Contoh blockchain publik adalah Bitcoin dan Ethereum.
  • Private blockchain. Sesuai dengan namanya, blockchain ini adalah blockchain dengan akses terbatas yang dikendalikan oleh organisasi tunggal. User yang tidak diundang oleh validator tidak bisa bergabung di jaringan ini.
  • Blockchain konsursium (semi desentralisasi). Yaitu blockchain yang node-nya dioperasikan oleh beberapa validator. Namun validator bisa membatasi pengguna yang dikecualikan untuk membaca informasi yang tersimpan.
  1. Manfaat Blockchain

Blockchain dipandang sebagai sebuah teknologi yang sangat memberikan dampak positif di berbagai sektor industri dunia. Berbagai keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan membuat perusahaan-perusahaan sekelas Amazon dan Microsoft menggunakan blockchain. Lalu, apa sajakah sebenarnya manfaat blockchain? Berikut adalah beberapa manfaat hadirnya teknologi blockchain.

  • Sistem yang transparan dan terdesentralisasi
  • Arus transaksi yang lebih mudah
  • Biaya yang lebih rendah
  • Proses transaksi yang lebih cepat
  • Salinan data yang otentik
  • Security dan privacy yang lebih terjamin
  • Audit yang lebih baik
  1. Blockchain dan Cryptocurrency

Blockchain dan Cryptocurrency

Sumber Gambar: Brian Wangenheim on Unsplash

Blockchain adalah sebuah sistem yang tidak bisa terlepas saat berbicara tentang cryptocurrency. Blockchain adalah sistem yang digunakan oleh berbagai jenis kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Dogecoin, Paycoin, dan yang lainnya. Mata uang digital yang tidak mempunyai bentuk fisik menggunakan sistem blockchain sebagai pencatat atau  perekam setiap alur transaksi yang terjadi.

Blockchain adalah sebuah sistem yang terdesentralisasi dan transparan. Tidak ada satu entitas pun yang berwenang mengatur setiap transaksi yang terjadi. Transaksi terjadi karena adanya beberapa orang yang sepakat untuk melakukan jual beli ataupun pinjam meminjam dalam kurun waktu tertentu. Dan seluruh transaksi terjadi tanpa adanya perantara atau pihak ketiga.

  1. Blockchain Security
Blockchain
Sumber Gambar: FLY:D on Unsplash

Sumber Gambar: FLY:D on Unsplash

Blockchain adalah sebuah sistem yang sulit diretas hacker, meskipun hal itu mungkin saja terjadi, namun kemungkinannya sangat kecil. Hal ini karena blockchain menggunakan jaringan peer-to-peer yang menghubungkan seluruh jaringan di dunia. Jaringan ini akan menjadi jaringan yang sangat kuat dan solid dibanding dengan jaringan yang hanya dibangun oleh satu server.

Selain itu, informasi transaksi disimpan dalam bentuk hash yang bersifat tidak bisa diubah, dihapus, atau dikembalikan seperti semula. Sistem jaringan ini cukup besar sehingga membentuk sistem jaringan yang lebih sulit untuk dibobol. Privacy juga lebih terjamin karena menggunakan konsep kriptografi.

  1. Perusahaan Top Dunia yang Menggunakan Blockchain

Blockchain adalah inovasi baru yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai sektor industri. Sistem ini juga dinilai memiliki masa depan yang cerah karena berbagai kemudahan yang ditawarkannya. Bukan hanya kemudahan, blockchain juga membantu mengurangi biaya transaksi perusahaan yang jika diakumulasi berjumlah fantastis.

Prospek masa depan yang dinilai menjanjikan membuat banyak perusahaan besar dunia ikut menjadikan blockchain sebagai sistem yang menopang berbagai kegiatan di perusahaan mereka. Berikut adalah 12 top companies yang menggunakan blockchain.

  • Walmart
  • Amazon
  • Mastercard
  • Microsoft
  • Facebook
  • P. Morgan
  • Visa
  • Unilever
  • Prudential Financial
  • Maersk
  • Mizuho
  • Singapore Airlines
  1. Perkembangan Blockchain di Indonesia

Blockchain tentu berbeda dengan Bitcoin. Meskipun keberadaan Bitcoin dan jenis kripto lainnya belum mendapat persetujuan resmi dari negara, namun blockchain dianggap sebagai sebuah kemajuan yang harus dimanfaatkan. Blockchain adalah teknologi, sedangkan Bitcoin adalah komoditi.

Banyaknya keunggulan yang dimiliki blockchain membuat sistem ini turut berkembang di Indonesia. Menilai efisiensi yang ditawarkan teknologi ini, membuat banyaknya start up dalam negeri bermunculan. Bukan hanya start up, tetapi Bank Indonesia juga mengkonfirmasi akan meluncurkan rupiah digital dengan bantuan teknologi blockchain.

Perkembangan Blockchain di Indonesia

Sumber Gambar: Mufid Majnun on Unsplash

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital akan memberikan banyak manfaat untuk perekonomian Indonesia. Biaya transaksi yang lebih rendah dan proses transaksi yang lebih cepat dinilai sangat efisien untuk kemajuan ekosistem perekonomian negeri ini. Namun rencana ini masih terus dianalisis dengan berbagai risiko yang mungkin terjadi. Risiko teknologi dan cyber security menjadi tantangan tersendiri sebelum merealisasikan rencana ini.

Selain Bank Indonesia, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Central Asia (BCA) sudah lebih dulu menerapkan blockchain untuk memperkecil biaya transaksi dan mempercepat proses transaksi. BNI menggunakan blockchain dari J.P. Morgan dan BCA menggunakan blockchain untuk back office mereka. Selain BNI dan BCA, perbankan lain seperti BRI, Mandiri, Permata, dan Danamon juga berencana menggunakan blockchain. Bank-bank tersebut sedang bekerja sama dengan IBM untuk merealisasikan penggunaan blockchain.

  1. Perusahaan Domestik Berbasis Blockchain

Biaya transaksi yang rendah, proses yang cepat, keamanan yang lebih terjamin adalah keunggulan blockchain yang sangat menarik hati para pebisnis. Hal itu menjadi faktor utama banyaknya start up dalam negeri berbasis blockchain bermunculan. Berikut adalah beberapa start up domestik yang menggunakan teknologi blockchain.

  • Indodax
  • Luno
  • TokoCrypto
  • Blockchain Zoo
  • PlayGame
  • Vexanium
  • Indonesia Blockchain Academy
  • IDRT

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here