Mengenal Platform DeFi Lending Aave dan Fitur-Fiturnya

Blockchain merupakan teknologi revolusioner yang telah mengubah banyak aspek kehidupan, terutama di sektor ekonomi dan finansial. Kemunculan DeFi telah memungkinkan orang-orang untuk melakukan transaksi tanpa kontrol pihak lain seperti bank atau lembaga keuangan lainnya.

Aave adalah salah satu protokol DeFi dengan kapitalisasi terbesar di pasar kripto. Aave menawarkan layanan lending kripto untuk para penggunanya. Untuk mengetahui fitur-fitur dan seluk-beluk Aave lebih dalam, mari simak lanjutan artikel ini.

1. Apa Itu Aave

Aave adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan penggunanya meminjamkan atau meminjam cryptocurrency dan Real World Assets (RWA) tanpa harus melalui perantara terpusat. Sistem Aave sama seperti platform DeFi lending pada umumnya. Pengguna yang meminjamkan aset akan mendapatkan bunga, dan peminjam harus membayar bunga.

- Advertisement -

Baca juga: Mengenal DAI, Aset Stabil dan Terdesentralisasi Pertama dengan Collateral-backed

Aave awalnya dibangun di atas jaringan Ethereum, dengan semua token di jaringan yang juga menggunakan blockchain Ethereum untuk memproses transaksi, mereka dikenal sebagai token ERC20. Namun kini Aave telah berkembang ke chain lain, termasuk Avalanche, Fantom, dan Harmony.

Protokol Aave menggunakan DAO (Decentralized Autonomous Organization), yaitu jaringan dioperasikan dan diatur oleh orang-orang yang memegang token AAVE dan memberikan hak suara mereka.

2. Cara Kerja Lending Aave

Illust - Cara Kerja Lending Aave
Sumber Asset: The finance department employees are calculating the expenses of the company’s business created by jcomp – www.freepik.com

Secara tradisional, untuk mendapatkan pinjaman, Anda harus pergi ke bank atau lembaga keuangan lain yang memiliki banyak uang tunai. Bank akan meminta agunan sebagai ganti pinjaman dan Anda kemudian membayar pokok ke bank setiap bulan, ditambah bunga.

Namun tidak ada bank atau lembaga keuangan di DeFi yang berperan sebagai pemegang otoritas. Peran ini digantikan oleh smart contract. DeFi mengeliminasi perantara dari perdagangan aset, kontrak berjangka, dan rekening tabungan.

Anda bisa mendapatkan pinjaman kripto dari individu, bukan lembaga keuangan. Namun, Anda tetap harus menyiapkan agunan. Dalam sistem DeFi yang mencoba bebas fiat, agunan berbentuk token cryptocurrency lainnya.

Karena cryptocurrency sangat fluktuatif, mayoritas platform DeFi menuntut jaminan melebihi jumlah yang dipinjam. Jadi, untuk pinjaman kripto senilai $500 di Aave, Anda harus menyetor lebih dari jumlah itu dalam mata uang kripto yang berbeda. Jika harga anjlok dan jumlah agunan tidak lagi menutupi jumlah yang Anda pinjam, agunan Anda dapat dilikuidasi, artinya protokol mengambilnya untuk menutupi biaya pinjaman Anda.

Aave saat ini memiliki pools untuk 30 aset berbasis Ethereum, termasuk stablecoin Tether, DAI, USD Coin, dan Gemini dollar. Pasar lainnya termasuk Avalanche, Fantom, Harmony, dan Polygon. Aave juga menyediakan pools untuk RWA, seperti real estate, faktur kargo dan pengiriman, dan payment advance.

3. Cara Kerja Liquidity Pool

Illust - Cara Kerja Liquidity Pool
Sumber Asset: Fintech technology concept illustration created by vectorjuice – www.freepik.com

Pada masa awal munculnya DeFi, jika Anda ingin meminjam aset, Anda harus menemukan pengguna lain di platform untuk meminjamkan kripto kepada Anda, dengan harga dan persyaratan yang disepakati kedua belah pihak. Namun DeFi telah berkembang dan menghadirkan liquidity pool.

Pengguna menyetor aset digital ke liquidity pool, dan ini menjadi dana yang kemudian dapat dipinjamkan oleh protokol. Siapa pun yang menyimpan token ke liquidity pool disebut sebagai liquidity provider, dan mendapatkan imbalan token AAVE. Jika Anda menyetor DAI ke liquidity pool, maka Anda akan menerima aDAI sebagai imbalannya.

Pada Maret 2022, Aave meluncurkan V3 protokol, yang mencakup fitur yang disebut Portal. Portal memungkinkan Aave beroperasi dengan mulus di semua blockchain. Dengan menggunakan Aave, Anda sekarang dapat berpartisipasi dalam protokol lending di blockchain seperti Solana atau Avalanche.

4. Token AAVE

Token AAVE digunakan untuk mengelola protokol Aave. Pemegang token AAVE dapat menyumbangkan suara untuk menentukan perkembangan Aave dan mengelola dana protokol. Setiap token AAVE sama dengan satu hak suara.

Pengguna juga dapat menggunakan token AAVE sebagai jaminan. Dengan cara ini, batas pinjaman dapat dinaikkan. Mereka yang meminjamkan AAVE juga dapat memotong biaya pinjaman dan mendapatkan potongan biaya jika mereka menggunakannya sebagai jaminan.

Dengan AAVE, token dapat terikat dengan protokol DeFi. AAVE juga merupakan salah satu koin DeFi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. AAVE tersedia untuk diperdagangkan atau dibeli di sejumlah bursa kripto, seperti Binance dan Huobi Global.

Blockchain merupakan teknologi revolusioner yang telah mengubah banyak aspek kehidupan, terutama di sektor ekonomi dan finansial. Kemunculan DeFi telah memungkinkan orang-orang untuk melakukan transaksi tanpa kontrol pihak lain seperti bank atau lembaga keuangan lainnya.

Aave adalah salah satu protokol DeFi dengan kapitalisasi terbesar di pasar kripto. Aave menawarkan layanan lending kripto untuk para penggunanya. Untuk mengetahui fitur-fitur dan seluk-beluk Aave lebih dalam, mari simak lanjutan artikel ini.

1. Apa Itu Aave

Aave adalah protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan penggunanya meminjamkan atau meminjam cryptocurrency dan Real World Assets (RWA) tanpa harus melalui perantara terpusat. Sistem Aave sama seperti platform DeFi lending pada umumnya. Pengguna yang meminjamkan aset akan mendapatkan bunga, dan peminjam harus membayar bunga.

Baca juga: Mengenal DAI, Aset Stabil dan Terdesentralisasi Pertama dengan Collateral-backed

Aave awalnya dibangun di atas jaringan Ethereum, dengan semua token di jaringan yang juga menggunakan blockchain Ethereum untuk memproses transaksi, mereka dikenal sebagai token ERC20. Namun kini Aave telah berkembang ke chain lain, termasuk Avalanche, Fantom, dan Harmony.

Protokol Aave menggunakan DAO (Decentralized Autonomous Organization), yaitu jaringan dioperasikan dan diatur oleh orang-orang yang memegang token AAVE dan memberikan hak suara mereka.

2. Cara Kerja Lending Aave

Illust - Cara Kerja Lending Aave
Sumber Asset: The finance department employees are calculating the expenses of the company’s business created by jcomp – www.freepik.com

Secara tradisional, untuk mendapatkan pinjaman, Anda harus pergi ke bank atau lembaga keuangan lain yang memiliki banyak uang tunai. Bank akan meminta agunan sebagai ganti pinjaman dan Anda kemudian membayar pokok ke bank setiap bulan, ditambah bunga.

Namun tidak ada bank atau lembaga keuangan di DeFi yang berperan sebagai pemegang otoritas. Peran ini digantikan oleh smart contract. DeFi mengeliminasi perantara dari perdagangan aset, kontrak berjangka, dan rekening tabungan.

Anda bisa mendapatkan pinjaman kripto dari individu, bukan lembaga keuangan. Namun, Anda tetap harus menyiapkan agunan. Dalam sistem DeFi yang mencoba bebas fiat, agunan berbentuk token cryptocurrency lainnya.

Karena cryptocurrency sangat fluktuatif, mayoritas platform DeFi menuntut jaminan melebihi jumlah yang dipinjam. Jadi, untuk pinjaman kripto senilai $500 di Aave, Anda harus menyetor lebih dari jumlah itu dalam mata uang kripto yang berbeda. Jika harga anjlok dan jumlah agunan tidak lagi menutupi jumlah yang Anda pinjam, agunan Anda dapat dilikuidasi, artinya protokol mengambilnya untuk menutupi biaya pinjaman Anda.

Aave saat ini memiliki pools untuk 30 aset berbasis Ethereum, termasuk stablecoin Tether, DAI, USD Coin, dan Gemini dollar. Pasar lainnya termasuk Avalanche, Fantom, Harmony, dan Polygon. Aave juga menyediakan pools untuk RWA, seperti real estate, faktur kargo dan pengiriman, dan payment advance.

3. Cara Kerja Liquidity Pool

Illust - Cara Kerja Liquidity Pool
Sumber Asset: Fintech technology concept illustration created by vectorjuice – www.freepik.com

Pada masa awal munculnya DeFi, jika Anda ingin meminjam aset, Anda harus menemukan pengguna lain di platform untuk meminjamkan kripto kepada Anda, dengan harga dan persyaratan yang disepakati kedua belah pihak. Namun DeFi telah berkembang dan menghadirkan liquidity pool.

Pengguna menyetor aset digital ke liquidity pool, dan ini menjadi dana yang kemudian dapat dipinjamkan oleh protokol. Siapa pun yang menyimpan token ke liquidity pool disebut sebagai liquidity provider, dan mendapatkan imbalan token AAVE. Jika Anda menyetor DAI ke liquidity pool, maka Anda akan menerima aDAI sebagai imbalannya.

Pada Maret 2022, Aave meluncurkan V3 protokol, yang mencakup fitur yang disebut Portal. Portal memungkinkan Aave beroperasi dengan mulus di semua blockchain. Dengan menggunakan Aave, Anda sekarang dapat berpartisipasi dalam protokol lending di blockchain seperti Solana atau Avalanche.

4. Token AAVE

Token AAVE digunakan untuk mengelola protokol Aave. Pemegang token AAVE dapat menyumbangkan suara untuk menentukan perkembangan Aave dan mengelola dana protokol. Setiap token AAVE sama dengan satu hak suara.

Pengguna juga dapat menggunakan token AAVE sebagai jaminan. Dengan cara ini, batas pinjaman dapat dinaikkan. Mereka yang meminjamkan AAVE juga dapat memotong biaya pinjaman dan mendapatkan potongan biaya jika mereka menggunakannya sebagai jaminan.

Dengan AAVE, token dapat terikat dengan protokol DeFi. AAVE juga merupakan salah satu koin DeFi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. AAVE tersedia untuk diperdagangkan atau dibeli di sejumlah bursa kripto, seperti Binance dan Huobi Global.

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here