Menghasilkan Bitcoin Flower dengan Limbah Penambangan Bitcoin

Penambangan Bitcoin (BTC) menghasilkan banyak ‘limbah’ panas. Ketika harga energi semakin tidak terkendali di wilayah Eropa, para penambang mulai menemukan berbagai cara kreatif untuk melakukan daur ulang terhadap panas yang dihasilkan. Hal itu dilakukan dengan memecahkan blok Bitcoin yang valid.

Sementara seorang penambang mengeringkan kayu di pabrik kayu lokal Norwegia yang berada di seberang Laut Utara Belanda, seorang petani melakukan pemanasan terhadap rumah kaca untuk memproduksi dan mengembangkan ‘Bitcoin flower.’

Dalam kemitraan yang saling menguntungkan antara petani Belanda dan penambang Bitcoin, Bitcoin Bloem menambang Bitcoin dan menanam bunga di rumah kaca yang berada di provinsi Brabant Utara, sebelah tenggara Rotterdam.

Cara kerjanya adalah, Bitcoin Bloem menambang BTC di rumah kaca para petani dan membayar tagihan listriknya. Kemudian, petani mendapatkan gas panas gratis untuk menanam tanaman mereka. Selanjutnya, ‘Bitcoin flower’ yang dihasilkan oleh Bitcoin Bloem dijual dan dikirim kepada pihak-pihak yang ramah lingkungan.

- Advertisement -

Baca juga Ukraina Mengumumkan Legalisasi Bitcoin

Bert de Groot selaku pendiri Bitcoin Bloem mengatakan kepada Cointelegraph bahwa operasi tersebut mampu mengurangi penggunaan gas alam dalam proses pertumbuhan rumah kaca. Hal ini karena panas penambang Bitcoin menggantikan pemanas gas yang cukup berpolusi.

Selain itu, menggunakan penambang BTC untuk pemanasan ruang kaca mampu mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh petani dan Bitcoin Bloem. Bagi petani, limpahan panas penambangan dapat diterima karena harga gas alam telah mengalami lonjakan. Untuk Bitcoin Bloem, ia akan mendapatkan akses terhadap listrik yang jauh lebih murah.

Terkait kemungkinan Belanda dapat menyambut lebih banyak penambang BTC di masa depan, de Groot mengatakan bahwa negara itu dapat menjadi lokasi yang optimal untuk penambangan Bitcoin. Sebagian besar pusat data perusahaan teknologi skala besar berlokasi di Belanda, misalnya Google dan Facebook. Hal ini berkaitan dengan air conditioner dan juga listrik yang murah untuk operasi skala besar.

Ia pun menambahkan bahwa solusi Texas akan menarik untuk diluncurkan di Belanda. Hal ini karena solusi Texas berkisar pada penyeimbangan beban dan bekerja sama dengan otoritas lokal untuk mengatur permintaan daya.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/flower-powered-bitcoins-miner-heats-greenhouses-in-the-netherlands

Penambangan Bitcoin (BTC) menghasilkan banyak ‘limbah’ panas. Ketika harga energi semakin tidak terkendali di wilayah Eropa, para penambang mulai menemukan berbagai cara kreatif untuk melakukan daur ulang terhadap panas yang dihasilkan. Hal itu dilakukan dengan memecahkan blok Bitcoin yang valid.

Sementara seorang penambang mengeringkan kayu di pabrik kayu lokal Norwegia yang berada di seberang Laut Utara Belanda, seorang petani melakukan pemanasan terhadap rumah kaca untuk memproduksi dan mengembangkan ‘Bitcoin flower.’

Dalam kemitraan yang saling menguntungkan antara petani Belanda dan penambang Bitcoin, Bitcoin Bloem menambang Bitcoin dan menanam bunga di rumah kaca yang berada di provinsi Brabant Utara, sebelah tenggara Rotterdam.

Cara kerjanya adalah, Bitcoin Bloem menambang BTC di rumah kaca para petani dan membayar tagihan listriknya. Kemudian, petani mendapatkan gas panas gratis untuk menanam tanaman mereka. Selanjutnya, ‘Bitcoin flower’ yang dihasilkan oleh Bitcoin Bloem dijual dan dikirim kepada pihak-pihak yang ramah lingkungan.

Baca juga Ukraina Mengumumkan Legalisasi Bitcoin

Bert de Groot selaku pendiri Bitcoin Bloem mengatakan kepada Cointelegraph bahwa operasi tersebut mampu mengurangi penggunaan gas alam dalam proses pertumbuhan rumah kaca. Hal ini karena panas penambang Bitcoin menggantikan pemanas gas yang cukup berpolusi.

Selain itu, menggunakan penambang BTC untuk pemanasan ruang kaca mampu mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh petani dan Bitcoin Bloem. Bagi petani, limpahan panas penambangan dapat diterima karena harga gas alam telah mengalami lonjakan. Untuk Bitcoin Bloem, ia akan mendapatkan akses terhadap listrik yang jauh lebih murah.

Terkait kemungkinan Belanda dapat menyambut lebih banyak penambang BTC di masa depan, de Groot mengatakan bahwa negara itu dapat menjadi lokasi yang optimal untuk penambangan Bitcoin. Sebagian besar pusat data perusahaan teknologi skala besar berlokasi di Belanda, misalnya Google dan Facebook. Hal ini berkaitan dengan air conditioner dan juga listrik yang murah untuk operasi skala besar.

Ia pun menambahkan bahwa solusi Texas akan menarik untuk diluncurkan di Belanda. Hal ini karena solusi Texas berkisar pada penyeimbangan beban dan bekerja sama dengan otoritas lokal untuk mengatur permintaan daya.

Sumber: https://cointelegraph.com/news/flower-powered-bitcoins-miner-heats-greenhouses-in-the-netherlands

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here