MetaMask dan Infura Memblokir Beberapa Pengguna Terkait Kepatuhan Hukum

Dua elemen inti ekosistem Ethereum (ETH), MetaMask dan Infura telah berhenti melayani pengguna di ‘yurisdiksi’ tertentu karena kepatuhan hukum. MetaMask merupakan wallet kripto paling populer untuk pengguna Ethereum, termasuk trader NFT.

Melalui sebuah tulisan dalam blog, Metamask mengatakan “secara default, Metamask mengakses blockchain melalui Infura yang tidak tersedia di yurisdiksi tertentu karena kepatuhan hukum. Pengguna yang diblokir akan menerima pesan yang mengatakan bahwa wallet tidak dapat terhubung ke host blockchain ketika mereka mencoba menggunakannya.” Blog tersebut juga menyertakan tautan ke instruksi bagi pengguna untuk memulihkan wallet kripto mereka di tempat lain menggunakan frasa awal.

Salah satu negara yang terkena larangan penggunaan MetaMask adalah Venezuela. Negara ini perlu menggunakan perutean VPN sehingga tidak mengalami gangguan meskipun transaksi terhenti.

Tidak hanya MetaMask dan Infura, pengguna dari Iran juga dikabarkan diblokir oleh OpenSea. Melalui sebuah unggahan dalam Twitter, pengguna tersebut mengatakan “aku terbangun karena akun perdagangan OpenSea-ku dinonaktifkan/dihapus tanpa pemberitahuan atau penjelasan apa pun.” Selain itu, seorang seniman NFT, Parin Heidari melaporkan bahwa koleksi NFT mereka di OpenSea tidak dapat diakses.

- Advertisement -

Baca juga Consensys Mengakuisisi Dompet Mycrypto dan Berencana Menggabungkannya dengan Metamask

Dalam sebuah pernyataan, OpenSea mengonfirmasi bahwa mereka melarang beberapa pengguna dalam rangka mematuhi sanksi AS. Menurutnya, OpenSea memiliki kebijakan tanpa toleransi untuk penggunaan layanan oleh individu atau entitas yang terkena sanksi dan orang-orang yang berada di negara yang terkena sanksi. Jika perusahaan menemukan individu yang melanggar kebijakan tersebut, perusahaan akan mengambil tindakan cepat untuk memblokir akun terkait.

MetaMask dan Infura telah menjadi pusat diskusi seputar betapa terpusatnya dunia kripto yang seharusnya terdesentralisasi. Melalui sebuah unggahan blog tahun lalu, pengembang Signal Moxie Marlinspike mengungkapkan bahwa MetaMask tidak hanya bergantung pada Infura, tetapi juga pasar NFT OpenSea untuk menampilkan koleksinya. Ketika OpenSea mengalami pemadaman layanan baru-baru ini, MetaMask tidak dapat menampilkan koleksi NFT terbaru.

Larangan pada pengguna di lokasi tertentu akan memicu putaran diskusi baru terkait sentralisasi industri kripto. Terutama karena topik tersebut telah menjadi topik utama di tengah sanksi terhadap individu dan entitas Rusia selama invasi yang tengah berlangsung ke Ukraina.

Sumber: https://www.vice.com/en/article/g5qkb7/ethereum-companies-suddenly-ban-users-in-certain-countries

Dua elemen inti ekosistem Ethereum (ETH), MetaMask dan Infura telah berhenti melayani pengguna di ‘yurisdiksi’ tertentu karena kepatuhan hukum. MetaMask merupakan wallet kripto paling populer untuk pengguna Ethereum, termasuk trader NFT.

Melalui sebuah tulisan dalam blog, Metamask mengatakan “secara default, Metamask mengakses blockchain melalui Infura yang tidak tersedia di yurisdiksi tertentu karena kepatuhan hukum. Pengguna yang diblokir akan menerima pesan yang mengatakan bahwa wallet tidak dapat terhubung ke host blockchain ketika mereka mencoba menggunakannya.” Blog tersebut juga menyertakan tautan ke instruksi bagi pengguna untuk memulihkan wallet kripto mereka di tempat lain menggunakan frasa awal.

Salah satu negara yang terkena larangan penggunaan MetaMask adalah Venezuela. Negara ini perlu menggunakan perutean VPN sehingga tidak mengalami gangguan meskipun transaksi terhenti.

Tidak hanya MetaMask dan Infura, pengguna dari Iran juga dikabarkan diblokir oleh OpenSea. Melalui sebuah unggahan dalam Twitter, pengguna tersebut mengatakan “aku terbangun karena akun perdagangan OpenSea-ku dinonaktifkan/dihapus tanpa pemberitahuan atau penjelasan apa pun.” Selain itu, seorang seniman NFT, Parin Heidari melaporkan bahwa koleksi NFT mereka di OpenSea tidak dapat diakses.

Baca juga Consensys Mengakuisisi Dompet Mycrypto dan Berencana Menggabungkannya dengan Metamask

Dalam sebuah pernyataan, OpenSea mengonfirmasi bahwa mereka melarang beberapa pengguna dalam rangka mematuhi sanksi AS. Menurutnya, OpenSea memiliki kebijakan tanpa toleransi untuk penggunaan layanan oleh individu atau entitas yang terkena sanksi dan orang-orang yang berada di negara yang terkena sanksi. Jika perusahaan menemukan individu yang melanggar kebijakan tersebut, perusahaan akan mengambil tindakan cepat untuk memblokir akun terkait.

MetaMask dan Infura telah menjadi pusat diskusi seputar betapa terpusatnya dunia kripto yang seharusnya terdesentralisasi. Melalui sebuah unggahan blog tahun lalu, pengembang Signal Moxie Marlinspike mengungkapkan bahwa MetaMask tidak hanya bergantung pada Infura, tetapi juga pasar NFT OpenSea untuk menampilkan koleksinya. Ketika OpenSea mengalami pemadaman layanan baru-baru ini, MetaMask tidak dapat menampilkan koleksi NFT terbaru.

Larangan pada pengguna di lokasi tertentu akan memicu putaran diskusi baru terkait sentralisasi industri kripto. Terutama karena topik tersebut telah menjadi topik utama di tengah sanksi terhadap individu dan entitas Rusia selama invasi yang tengah berlangsung ke Ukraina.

Sumber: https://www.vice.com/en/article/g5qkb7/ethereum-companies-suddenly-ban-users-in-certain-countries

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here