Headlines

OpenSea Membekukan Penjualan Bored Ape NFT karena Kasus Hukum di Singapura

Illust - OpenSea Membekukan Penjualan Bored Ape NFT karena Kasus Hukum di Singapura

NFT telah berhasil menjadi salah satu sektor di industri aset kripto utama saat ini. Akan tetapi, untuk pertama kalinya, pengadilan Singapura telah membekukan penjualan NFT Bored Ape Yacht Club yang terlibat perselisihan karena digunakan sebagai jaminan untuk kesepakatan pinjaman yang gagal.

Firma hukum Singapura, yaitu Withers KhattarWong mengumumkan bahwa mereka telah berhasil memperoleh perintah kepemilikan di seluruh dunia atas nama pemilik NFT untuk membekukan penjualan dan transfer kepemilikannya. Tindakan tersebut menjadi tindakan pertama yang muncul di sektor NFT. Selain itu, putusan pengadilan juga telah secara resmi menetapkan NFT sebagai aset di Singapura.

Penggugat dalam kasus tersebut adalah investor NFT yang memiliki sejumlah NFT BAYC. Ia pun menggunakan salah satunya, BAYC No. 2162 sebagai jaminan untuk meminjam Ethereum di NFTfi, yaitu pasar pinjaman yang menerima NFT sebagai jaminannya. Dalam pengajuan pengadilannya, investor tersebut menggambarkannya sebagai NFT yang unik karena “NFT tersebut merupakan satu-satunya yang mengenakan beanie dan memiliki ekspresi riang.”

Di NFTfi, investor menandatangani perjanjian dengan pihak pseudonim yang dikenal sebagai Chefpierre pada bulan Maret dan pada pertemuan keduanya pada bulan April. Chefpierre berjanji untuk menahan NFT di escrow sampai pinjamannya dilunasi sepenuhnya dan menyetujui opsi untuk refinancing. Namun, ketika investor tidak berhasil melunasi pinjaman dalam waktu yang telah disepakati, Chefpierre justru mengambil alih pinjaman dan mengambil alih NFT BAYC tersebut. Padahal, terdapat opsi refinancing yang telah diminta investor untuk dijajaki.

Baca juga: Kreator Bored Ape Mengakuisisi Proyek NFT Yuga Labs

OpenSea kemudian telah secara resmi membekukan penjualan NFT BAYC tersebut. Dalam sebuah pernyataan kepada salah satu outlet berita, juru bicara platform tersebut mengatakan bahwa hal itu sejalan dengan kebijakannya untuk memberantas kejahatan dan penipuan dari platform trading NFT tersebut.

Disebutkan bahwa meskipun mereka tidak memberikan detail tentang tindakan penegakan pada koleksi individu, mereka dapat meyakinkan bahwasanya kebijakan platform dan Persyaratan Layanan OpenSea secara eksplisit melarang penggunaan OpenSea untuk membeli, menjual atau mentransfer barang curian, barang yang diperoleh secara curang, barang yang diambil tanpa izin dan/ atau barang lain yang diperoleh secara ilegal.

Sumber: crypto-news-flash.com