Orang Dalam Dari Perdagangan NFT Di OpenSea Menyoroti Manfaat Desentralisasi

Sumber Foto: freepik.com

Tuduhan yang diberikan dari orang dalam di pasar ternama OpenSea telah memicu obrolan tentang perlunya platform perdagangan non-fungible token (NFT) yang terdesentralisasi. Semua dimulai dari sebuah utas yang dibuat oleh pengguna anonim melalui Twitter yang menyebutkan tuduhan kepada Nate Chastain, Kepala Produk di OpenSea  yang tampaknya memiliki beberapa dompet rahasia yang dimana ia membeli beberapa tetes pasar sebelum mereka terdaftar.

Di dalam utas tersebut disebutkan, “kemudian menjualnya segera setelah halaman depan-hype melonjak untuk mendapatkan keuntungan, dan kemudian mengembalikannya ke dompet utamanya dengan (crypto)punk-nya di atasnya.”

Pihak OpenSea mengonfirmasi jika mereka mengetahui tentang salah satu karyawan mereka yang membeli beberapa item dimana menurut OpenSea item tersebut direncanakan untuk ditampilkan pada halaman depan, dan karyawan tersebut telah melakukan transaksi ini sebelum item terkait muncul di sana secara publik.

- Advertisement -

Unicorn NFT mengungkapkan, “Kami menanggapi masalah ini dengan serius dan melakukan peninjauan secepatnya dan secara menyeluruh atas insiden ini sehingga kami memiliki pemahaman penuh tentang fakta dan langkah tambahan yang perlu kami ambil.

OpenSea menambahkan pernyataan mereka bahwa mereka juga telah menerapkan beberapa regulasi yang melarang anggota timnya dari koleksi perdagangan yang ditampilkan atau dipromosikan oleh perusahaan, di antaranya adalah pembatasan.

Dalam kedua kasus ini, setelah pemberitaan mulai menarik perhatian Cryptoverse dengan segera diskusi pun dimulai. Diskusi tersebut membahas mengenai apakah permasalahan ini termasuk illegal atau tidak etis dalam konteks dunia seni fisik, namun tetap mempertimbangkan soal seberapa berguna NFT bagi orang dalam yang ada banyak pihak berpendapat tentang hal ini membandingkannya dengan perintah.

Perdebatan besar mengenai desentralisasi dalam ruang pun muncul lagi. Robert Leshner, salah seorang dari pendiri Compound Finance berpendapat, “Entah tuduhan perdagangan orang dalam ini benar ataupun tidak — OpenSea perlu menggunakan ini sebagai katalis untuk membangun platform yang lebih terdesentralisasi.” Leshner juga menyebutkan, “Sistem terpusat dan penggunanya rentan terhadap keputusan buruk oleh manusia.”

Membicarakan tentang soal platform semacam itu, pendiri NFTX Alex Gausman memberi pendapatnya melalui unggahan post-nya di Twitter bahwa hal ini merupakan pasar yang terdesentralisasi dimana hal itu adalah arah NTFX akan bergerak ketika mereka melengkapi fitur untuk likuiditas otomatis.

Gausman berpendapat,

“Perbendaharaan (organisasi otonom terdesentralisasi) kami juga memiliki kekayaan bersih (USD) 71 juta. Semua dikelola 100% onchain melalui Aaragon. Semua suara membutuhkan >80% konsesus untuk lolos.”

Matthew Graham dari Sino Global Capital merespon hal ini dengan membenarkan tentang rumor tersebut dimana Chastain harus dipecat, dan keterlibatan penegak hukum. Sementara seorang Anggota Dewan Pendiri Forum Industri Maya Zehavi berpendapat bahwa ini merupakan suatu hal yang harus melibatkan Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC).

Sumber: https://cryptonews.com/news/nft-insider-trading-on-opensea-highlights-benefits-of-decentralization.htm

Sumber Foto: freepik.com

Tuduhan yang diberikan dari orang dalam di pasar ternama OpenSea telah memicu obrolan tentang perlunya platform perdagangan non-fungible token (NFT) yang terdesentralisasi. Semua dimulai dari sebuah utas yang dibuat oleh pengguna anonim melalui Twitter yang menyebutkan tuduhan kepada Nate Chastain, Kepala Produk di OpenSea  yang tampaknya memiliki beberapa dompet rahasia yang dimana ia membeli beberapa tetes pasar sebelum mereka terdaftar.

Di dalam utas tersebut disebutkan, “kemudian menjualnya segera setelah halaman depan-hype melonjak untuk mendapatkan keuntungan, dan kemudian mengembalikannya ke dompet utamanya dengan (crypto)punk-nya di atasnya.”

Pihak OpenSea mengonfirmasi jika mereka mengetahui tentang salah satu karyawan mereka yang membeli beberapa item dimana menurut OpenSea item tersebut direncanakan untuk ditampilkan pada halaman depan, dan karyawan tersebut telah melakukan transaksi ini sebelum item terkait muncul di sana secara publik.

Unicorn NFT mengungkapkan, “Kami menanggapi masalah ini dengan serius dan melakukan peninjauan secepatnya dan secara menyeluruh atas insiden ini sehingga kami memiliki pemahaman penuh tentang fakta dan langkah tambahan yang perlu kami ambil.

OpenSea menambahkan pernyataan mereka bahwa mereka juga telah menerapkan beberapa regulasi yang melarang anggota timnya dari koleksi perdagangan yang ditampilkan atau dipromosikan oleh perusahaan, di antaranya adalah pembatasan.

Dalam kedua kasus ini, setelah pemberitaan mulai menarik perhatian Cryptoverse dengan segera diskusi pun dimulai. Diskusi tersebut membahas mengenai apakah permasalahan ini termasuk illegal atau tidak etis dalam konteks dunia seni fisik, namun tetap mempertimbangkan soal seberapa berguna NFT bagi orang dalam yang ada banyak pihak berpendapat tentang hal ini membandingkannya dengan perintah.

Perdebatan besar mengenai desentralisasi dalam ruang pun muncul lagi. Robert Leshner, salah seorang dari pendiri Compound Finance berpendapat, “Entah tuduhan perdagangan orang dalam ini benar ataupun tidak — OpenSea perlu menggunakan ini sebagai katalis untuk membangun platform yang lebih terdesentralisasi.” Leshner juga menyebutkan, “Sistem terpusat dan penggunanya rentan terhadap keputusan buruk oleh manusia.”

Membicarakan tentang soal platform semacam itu, pendiri NFTX Alex Gausman memberi pendapatnya melalui unggahan post-nya di Twitter bahwa hal ini merupakan pasar yang terdesentralisasi dimana hal itu adalah arah NTFX akan bergerak ketika mereka melengkapi fitur untuk likuiditas otomatis.

Gausman berpendapat,

“Perbendaharaan (organisasi otonom terdesentralisasi) kami juga memiliki kekayaan bersih (USD) 71 juta. Semua dikelola 100% onchain melalui Aaragon. Semua suara membutuhkan >80% konsesus untuk lolos.”

Matthew Graham dari Sino Global Capital merespon hal ini dengan membenarkan tentang rumor tersebut dimana Chastain harus dipecat, dan keterlibatan penegak hukum. Sementara seorang Anggota Dewan Pendiri Forum Industri Maya Zehavi berpendapat bahwa ini merupakan suatu hal yang harus melibatkan Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC).

Sumber: https://cryptonews.com/news/nft-insider-trading-on-opensea-highlights-benefits-of-decentralization.htm

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here