Pada Leverage Washouts, Bitcoin Mengalami Penurunan Terbesar Sejumlah 5%

Pada hari Rabu, 8 Desember Bitcoin (BTC) mengalami penurunan terbesar di pasar cryptocurrency. Para investor dikhawatirkan oleh munculnya varian virus Omicron, sehingga nilai aset turun sebesar 5%. Pada hari yang sama, aset diperdagangkan dengan harga $49.645, setelah sebelumnya mencapai $50.000.

Tidak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan. Aset ETH kehilangan nilai sebesar 3% dalam kurun waktu 24 jam.

Setelah penelitian mengungkapkan bahwa vaksinasi hanya memberikan perlindungan parsial terhadap varian Omicron, pasar saham Eropa terguncang. Hal ini juga dipicu oleh kehati-hatian para investor dalam menentukan langkah investasi selanjutnya.

Baca juga Platform Perdagangan Leverage Terdesentralisasi dengan Harga Aktual

- Advertisement -

Menurut Laurent Kssis selaku spesialis ETF dan direktur CEC Capital, baik BTC dan ETH tunduk pada kemunduran pasar yang disebabkan oleh leverage washout. Selama 24 jam terakhir, sebanyak $187 juta dalam posisi perdagangan kripto dilikuidasi. Data tersebut dipaparkan melalui statistik oleh Coinglass.

Sedangkan, berdasarkan data yang dipaparkan oleh Glassnode, zona support gagal untuk dipertahankan. Sehingga menyebabkan gelombang likuidasi penuh, karena harga selalu menyentuh titik terendah.

Berdasarkan analis Quantum Economics, Jason Deane mengungkapkan bahwa fundamental Bitcoin ‘sangat solid’ dalam jangka panjang. Begitu juga dengan adopsi dan pengembangannya yang tidak dapat dipungkuri bernilai baik. Deane juga mengaitkan mengenai kurangnya momentum pasar baru-baru ini, dengan sentimen dan teknis perdagangan. “Mungkin saja akan terus seperti itu sampai ada momentum yang cukup di kedua arah.”

Hal tersebut sejalan dengan hasil analisis mingguan yang diungkapkan oleh Stack Funds. Berdasarkan data, volume momentum short Bitcoin telah melonjak sebanyak dua kali lipat di atas momentum long Bitcoin dalam dua minggu sebelumnya.

Selain itu, Lennard Neo selaku kepala penelitian Stack Funds mengungkapkan faktor tambahan yang turut berperan. Beberapa di antaranya adalah pengawasan peraturan, pengambilan keuntangan, dan juga tren akumulasi yang lebih lambat.

Menurut data Ecoinmetrics, penarikan yang sebanding dengan skala dan durasi yang sama telah terjadi di awal tahun ini. Hal tersebut menghasilkan penurunan sebesar 20-40% dan setiap kali pasar rebound akan diperpanjang ke level tertinggi baru.

Laporan sekilas dari statistik Messari, token lain seperti MATIC Polygon mengalami kenaikan sebesar 6% dalam 24 jam terakhir, Chainlink (LINK) sebesar 9.6%, dan Uniswap (UNI) naik sebesar 2.5%.

Sumber: https://www.coindesk.com/markets/2021/12/08/bitcoin-drops-5-slipping-below-50k-on-leverage-washouts/

Pada hari Rabu, 8 Desember Bitcoin (BTC) mengalami penurunan terbesar di pasar cryptocurrency. Para investor dikhawatirkan oleh munculnya varian virus Omicron, sehingga nilai aset turun sebesar 5%. Pada hari yang sama, aset diperdagangkan dengan harga $49.645, setelah sebelumnya mencapai $50.000.

Tidak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan. Aset ETH kehilangan nilai sebesar 3% dalam kurun waktu 24 jam.

Setelah penelitian mengungkapkan bahwa vaksinasi hanya memberikan perlindungan parsial terhadap varian Omicron, pasar saham Eropa terguncang. Hal ini juga dipicu oleh kehati-hatian para investor dalam menentukan langkah investasi selanjutnya.

Baca juga Platform Perdagangan Leverage Terdesentralisasi dengan Harga Aktual

Menurut Laurent Kssis selaku spesialis ETF dan direktur CEC Capital, baik BTC dan ETH tunduk pada kemunduran pasar yang disebabkan oleh leverage washout. Selama 24 jam terakhir, sebanyak $187 juta dalam posisi perdagangan kripto dilikuidasi. Data tersebut dipaparkan melalui statistik oleh Coinglass.

Sedangkan, berdasarkan data yang dipaparkan oleh Glassnode, zona support gagal untuk dipertahankan. Sehingga menyebabkan gelombang likuidasi penuh, karena harga selalu menyentuh titik terendah.

Berdasarkan analis Quantum Economics, Jason Deane mengungkapkan bahwa fundamental Bitcoin ‘sangat solid’ dalam jangka panjang. Begitu juga dengan adopsi dan pengembangannya yang tidak dapat dipungkuri bernilai baik. Deane juga mengaitkan mengenai kurangnya momentum pasar baru-baru ini, dengan sentimen dan teknis perdagangan. “Mungkin saja akan terus seperti itu sampai ada momentum yang cukup di kedua arah.”

Hal tersebut sejalan dengan hasil analisis mingguan yang diungkapkan oleh Stack Funds. Berdasarkan data, volume momentum short Bitcoin telah melonjak sebanyak dua kali lipat di atas momentum long Bitcoin dalam dua minggu sebelumnya.

Selain itu, Lennard Neo selaku kepala penelitian Stack Funds mengungkapkan faktor tambahan yang turut berperan. Beberapa di antaranya adalah pengawasan peraturan, pengambilan keuntangan, dan juga tren akumulasi yang lebih lambat.

Menurut data Ecoinmetrics, penarikan yang sebanding dengan skala dan durasi yang sama telah terjadi di awal tahun ini. Hal tersebut menghasilkan penurunan sebesar 20-40% dan setiap kali pasar rebound akan diperpanjang ke level tertinggi baru.

Laporan sekilas dari statistik Messari, token lain seperti MATIC Polygon mengalami kenaikan sebesar 6% dalam 24 jam terakhir, Chainlink (LINK) sebesar 9.6%, dan Uniswap (UNI) naik sebesar 2.5%.

Sumber: https://www.coindesk.com/markets/2021/12/08/bitcoin-drops-5-slipping-below-50k-on-leverage-washouts/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here