Para Investor Ethereum Perlu Memperhatikan Perihal Berikut untuk Beberapa Waktu Ke Depan

Ethereum (ETH) telah kehilangan sebesar 13.06% dari total nilai asetnya di bulan Desember. Namun, altcoin ini menunjukkan tanda-tanda stabilitas pertama pada minggu ini melalui hampir seluruh pergerakan harganya. Dalam hal ini, netflows terlihat hingga beberapa hari yang lalu. Di sisi lain, hal ini juga menunjukkan adanya kondisi yang lebih mengkhawatirkan bagi para investor Ethereum.

Arus keluar pada aset digital terbesar dalam jangka waktu yang cukup lama terjadi pada dua pekan lalu dan berakhir pada 17 Desember dengan total pengeluaran sebesar $142 juta. Faktanya, hal ini adalah pertama kalinya selama lebih dari tujuh belas minggu ketika arus bersih global memiliki nilai negatif. Namun, Ethereum khususnya, menonjol pada minggu ini karena arus yang keluar dapat mencapai $63 juta dan turut memperburuk kondisi para investor Ethereum.

Baca juga Pertumbuhan Pesat Ethereum Memicu Narasi ‘the Flippening’ antara ETH dan BTC

Sedangkan arus bersih menunjukkan adanya keseimbangan antara arus masuk dan arus kelaur sepanjang bulan hingga minggu lalu. Hal ini dilakukan dengan menjaga arus keluar Ethereum tetap rendah sebesar $3.6 juta. Faktanya, arus keluar Polkadot (DOT) lebih besar dari arus keluar bulanan Ethereum. Akan tetapi, karena adanya perubahan pada minggu ini, Ethereum telah melampaui Polkadot sebagai cryptocurrency paling populer. Hal ini ditunjukkan dengan total arus keluar MTD sebesar $68.4 juta.

- Advertisement -

Terlepas dari kenyataan bahwa Bitcoin telah kehilangan nilainya sebesar $26 juta lebih banyak dalam arus masuk dibandingkan dengan Ethereum pada minggu sebelumnya, kesuksesan Bitcoin di minggu-minggu sebelumnya mampu membantunya untuk membatasi kerugianya hingga seminimimal mungkin.

Namun, sayangnya Ethereum tidak dapat melakukan hal yang serupa. Hal ini karena saat ini, terdapat lebih dari enam juta alamat telah mengalami kerugian untuk pertama kalinya sejak bulan Juli.

Selain itu, para investor, bahkan whales, juga menjadi semakin waspada. Hal ini sebagai akibat dari prospek kerugian yang mungkin akan lebih besar. Pasca ETH mengalami penurunan sebesar 8.5% sehari sebelumnya, volume aset pada 14 Desember mampu melampaui $10 miliar. Angka tersebut merupakan yang terbesar sejak bulan Januari tahun 2018.

Sumber: https://ambcrypto.com/what-ethereum-investors-need-to-watch-out-for-in-the-coming-days/ 

Ethereum (ETH) telah kehilangan sebesar 13.06% dari total nilai asetnya di bulan Desember. Namun, altcoin ini menunjukkan tanda-tanda stabilitas pertama pada minggu ini melalui hampir seluruh pergerakan harganya. Dalam hal ini, netflows terlihat hingga beberapa hari yang lalu. Di sisi lain, hal ini juga menunjukkan adanya kondisi yang lebih mengkhawatirkan bagi para investor Ethereum.

Arus keluar pada aset digital terbesar dalam jangka waktu yang cukup lama terjadi pada dua pekan lalu dan berakhir pada 17 Desember dengan total pengeluaran sebesar $142 juta. Faktanya, hal ini adalah pertama kalinya selama lebih dari tujuh belas minggu ketika arus bersih global memiliki nilai negatif. Namun, Ethereum khususnya, menonjol pada minggu ini karena arus yang keluar dapat mencapai $63 juta dan turut memperburuk kondisi para investor Ethereum.

Baca juga Pertumbuhan Pesat Ethereum Memicu Narasi ‘the Flippening’ antara ETH dan BTC

Sedangkan arus bersih menunjukkan adanya keseimbangan antara arus masuk dan arus kelaur sepanjang bulan hingga minggu lalu. Hal ini dilakukan dengan menjaga arus keluar Ethereum tetap rendah sebesar $3.6 juta. Faktanya, arus keluar Polkadot (DOT) lebih besar dari arus keluar bulanan Ethereum. Akan tetapi, karena adanya perubahan pada minggu ini, Ethereum telah melampaui Polkadot sebagai cryptocurrency paling populer. Hal ini ditunjukkan dengan total arus keluar MTD sebesar $68.4 juta.

Terlepas dari kenyataan bahwa Bitcoin telah kehilangan nilainya sebesar $26 juta lebih banyak dalam arus masuk dibandingkan dengan Ethereum pada minggu sebelumnya, kesuksesan Bitcoin di minggu-minggu sebelumnya mampu membantunya untuk membatasi kerugianya hingga seminimimal mungkin.

Namun, sayangnya Ethereum tidak dapat melakukan hal yang serupa. Hal ini karena saat ini, terdapat lebih dari enam juta alamat telah mengalami kerugian untuk pertama kalinya sejak bulan Juli.

Selain itu, para investor, bahkan whales, juga menjadi semakin waspada. Hal ini sebagai akibat dari prospek kerugian yang mungkin akan lebih besar. Pasca ETH mengalami penurunan sebesar 8.5% sehari sebelumnya, volume aset pada 14 Desember mampu melampaui $10 miliar. Angka tersebut merupakan yang terbesar sejak bulan Januari tahun 2018.

Sumber: https://ambcrypto.com/what-ethereum-investors-need-to-watch-out-for-in-the-coming-days/ 

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here