Pasca Kenaikan Harga Bitcoin, Apa yang akan Terjadi Bulan Ini?

Pasca kenaikan harga Bitcoin, dalam waktu yang cukup lama Bitcoin (BTC) terus berusaha untuk bergerak di atas level resistensi utama $62.500. Akan tetapi, BTC mengalami kegagalan dalam mengumpulkan kekeuatannya karena struktur harga yang lebih besar sejak 21 Oktober bergerak ke arah yang lain. Namun, dengan beberapa kali upaya pemulihan, saat ini level tersebut dapat ditembus dengan harga BTC sebesar $62.900.

Saat ini, investor dan traders sedang bersemangat setelah BTC berhasil mencapai ATH monthly closing price. Namun, pertemuan FOMC yang dijadwalkan pada 3 November berhasil menjaga skeptisisme pasar. Pada saat pertemuan FOMC terakhir sedang berlangsung, Bitcoin menghadapi beberapa aksi harga yang fluktuatif.

Baca juga Walikota Miami Berencana untuk Menerima Gaji Sepenuhnya dalam Bitcoin

Secara umum, bulan November merupakan masa yang dapat dikatakan luar biasa untuk kenaikan harga Bitcoin. Bitcoin yang menduduki peringkat pertama ini mencatat kenaikan harga lebih dari 40% selama beberapa tahun terakhir. Namun, pada awal bulan November, investor dibuat bimbang dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Beberapa dari mereka tidak ingin mengambil risiko akumulasi sebelum pertemuan FOMC dilaksanakan.

- Advertisement -

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, tidak boleh dilupakan bahwa narasi paling besar untuk Bitcoin adalah momentum bullish. Khususnya rasio pasokan stablecoin yang berada pada downtrend-accumulation trajectory. Umumnya, nilai SSR yang rendah biasanya dikaitkan dengan potensi tren bullish. SSR berada pada garis conditional uptrend sehingga penggunaan stablecoin untuk membeli BTC dapat dimulai.

Untuk menguatkan peningkatan volume pengeluaran harian koin lebih dari satu bulan, kita dapat melihat Average Spent Output Lifespan (ASOL). ASOL telah menunjukkan adanya kenaikan di atas garis rata-rata 40 hari. Hal itu biasanya sejalan dengan volatilitas harga di kedua arah. Untuk saat ini, ASOL dengan tingkat profit taking yang rendah menggambarkan on-chain bullish yang lebih besar untuk Bitcoin.

Sementara aktivitas on-chain telah terlihat, Bitcoin masih memiliki ruang untuk terus mengalami peningkatan. Berdasarkan grafik yang dikeluarkan oleh Glassnode, ditunjukkan bahwa masih ada kesiapan bagi BTC untuk reli dalam beberapa minggu mendatang.

Meskipun begitu, kemungkinan koreksi jangka pendek juga tidak dapat diabaikan. Hal ini juga berkaitan dengan melihat RSI mingguan dan harian BTC yang menunjukkan tanda-tanda potensi situasi overbought.

Sumber:

https://ambcrypto.com/bitcoin-november-might-see-40-gains-but-what-next-in-the-near-term/

Pasca kenaikan harga Bitcoin, dalam waktu yang cukup lama Bitcoin (BTC) terus berusaha untuk bergerak di atas level resistensi utama $62.500. Akan tetapi, BTC mengalami kegagalan dalam mengumpulkan kekeuatannya karena struktur harga yang lebih besar sejak 21 Oktober bergerak ke arah yang lain. Namun, dengan beberapa kali upaya pemulihan, saat ini level tersebut dapat ditembus dengan harga BTC sebesar $62.900.

Saat ini, investor dan traders sedang bersemangat setelah BTC berhasil mencapai ATH monthly closing price. Namun, pertemuan FOMC yang dijadwalkan pada 3 November berhasil menjaga skeptisisme pasar. Pada saat pertemuan FOMC terakhir sedang berlangsung, Bitcoin menghadapi beberapa aksi harga yang fluktuatif.

Baca juga Walikota Miami Berencana untuk Menerima Gaji Sepenuhnya dalam Bitcoin

Secara umum, bulan November merupakan masa yang dapat dikatakan luar biasa untuk kenaikan harga Bitcoin. Bitcoin yang menduduki peringkat pertama ini mencatat kenaikan harga lebih dari 40% selama beberapa tahun terakhir. Namun, pada awal bulan November, investor dibuat bimbang dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Beberapa dari mereka tidak ingin mengambil risiko akumulasi sebelum pertemuan FOMC dilaksanakan.

Terlepas dari kekhawatiran tersebut, tidak boleh dilupakan bahwa narasi paling besar untuk Bitcoin adalah momentum bullish. Khususnya rasio pasokan stablecoin yang berada pada downtrend-accumulation trajectory. Umumnya, nilai SSR yang rendah biasanya dikaitkan dengan potensi tren bullish. SSR berada pada garis conditional uptrend sehingga penggunaan stablecoin untuk membeli BTC dapat dimulai.

Untuk menguatkan peningkatan volume pengeluaran harian koin lebih dari satu bulan, kita dapat melihat Average Spent Output Lifespan (ASOL). ASOL telah menunjukkan adanya kenaikan di atas garis rata-rata 40 hari. Hal itu biasanya sejalan dengan volatilitas harga di kedua arah. Untuk saat ini, ASOL dengan tingkat profit taking yang rendah menggambarkan on-chain bullish yang lebih besar untuk Bitcoin.

Sementara aktivitas on-chain telah terlihat, Bitcoin masih memiliki ruang untuk terus mengalami peningkatan. Berdasarkan grafik yang dikeluarkan oleh Glassnode, ditunjukkan bahwa masih ada kesiapan bagi BTC untuk reli dalam beberapa minggu mendatang.

Meskipun begitu, kemungkinan koreksi jangka pendek juga tidak dapat diabaikan. Hal ini juga berkaitan dengan melihat RSI mingguan dan harian BTC yang menunjukkan tanda-tanda potensi situasi overbought.

Sumber:

https://ambcrypto.com/bitcoin-november-might-see-40-gains-but-what-next-in-the-near-term/

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here