Pemanfaatan Teknologi Blockchain dan Artificial Intelligence dalam Sektor Real Estate

Berdasarkan laporan Grant Thornton Bharat, teknologi seperti blockchain dan artificial intelligent (AI) menjadi topik diskusi yang hangat di sektor real estate. Hal ini karena beberapa tahun ke depan transformasi digital akan terus berkembang dengan pesat.

Penelitian menunjukkan bahwa pandemi dan ruang proptech yang berkembang telah mempercepat adopsi teknologi baru. Beberapa teknologi terkait di antaranya adalah augmented reality (AR), virtual reality (VR), chatbots, big data, marketing automations, IoT, dan sebagainya.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Pranav K. selaku penasihat klien dalam Digital Transformation-dGTL Grant Thornton Bharat mengatakan:

“Perusahaan real estate semakin banyak menggunakan teknologi digital era baru dalam setiap aspek pendirian, pembelian, penjualan, dan pembiayaan rumah. Saat ini, teknologi seperti AI dapat menelusuri jutaan dokumen dalam hitungan detik, melihat nilai properti, tingkat hutang, renovasi rumah, dan bahkan beberapa informasi pribadi pemilik rumah. Hal tersebut berperan dalam pengambilan keputusan berdasarkan data.”

- Advertisement -

Menurutnya, dengan blockchain dalam siklus sektor real estate membuat pebisnis dapat menghilangkan perantara dalam proses transaksi sehingga mampu mengurangi biaya secara keseluruhan. Machine learning juga telah membuat proses ini lebih sederhana dengan menganalisis pola pencarian seseorang dan membuat daftar yang lebih sesuai dengan keinginan konsumen.

Baca juga Peran Teknologi Blockchain dalam Membantu Perekonomian Pekerja Seni di Masa dan Pasca Pandemi

Dengan menggabungkan customer relationship management (CRM) dan data pasar, teknologi AI juga dapat membantu agen dan broker memprediksi sewa di masa depan serta nilai rumah di pasar tertentu dengan lebih baik. AI juga digunakan dalam berbagai langkah proses hipotek, mulai dari menemukan jenis pinjaman yang sempurna bagi konsumen hingga menemukan investor yang tepat terkait pinjaman tersebut.

Teknologi ini juga mampu membangun model keuangan untuk klien dan menunjukkan kepada mereka berapa banyak uang yang konsumen butuhkan di setiap tahun. Kemudian menunjukkan kepada konsumen terkait potensi mereka dalam menghemat biaya dengan berinvestasi pada properti yang potensial.

Singkatnya, terdapat perubahan dalam demografi konsumen, perilaku pembelian, dan perjalanan pembelian. Hal ini memaksa pengembang untuk mengadopsi media digital yang lebih efisien untuk terlibat dengan konsumen. Sehingga, hal tersebut mampu mendorong kecepatan penjualan, keterlibatan konsumen, pengurangan biaya, dan peningkatan margin sebagai area fokus utama bagi pengembang.

Sumber: https://economictimes.indiatimes.com/industry/services/property-/-cstruction/hc-dismisses-relcon-plea-against-lic-in-sobo-realty-revamp-case/articleshow/90038260.cms

Berdasarkan laporan Grant Thornton Bharat, teknologi seperti blockchain dan artificial intelligent (AI) menjadi topik diskusi yang hangat di sektor real estate. Hal ini karena beberapa tahun ke depan transformasi digital akan terus berkembang dengan pesat.

Penelitian menunjukkan bahwa pandemi dan ruang proptech yang berkembang telah mempercepat adopsi teknologi baru. Beberapa teknologi terkait di antaranya adalah augmented reality (AR), virtual reality (VR), chatbots, big data, marketing automations, IoT, dan sebagainya.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, Pranav K. selaku penasihat klien dalam Digital Transformation-dGTL Grant Thornton Bharat mengatakan:

“Perusahaan real estate semakin banyak menggunakan teknologi digital era baru dalam setiap aspek pendirian, pembelian, penjualan, dan pembiayaan rumah. Saat ini, teknologi seperti AI dapat menelusuri jutaan dokumen dalam hitungan detik, melihat nilai properti, tingkat hutang, renovasi rumah, dan bahkan beberapa informasi pribadi pemilik rumah. Hal tersebut berperan dalam pengambilan keputusan berdasarkan data.”

Menurutnya, dengan blockchain dalam siklus sektor real estate membuat pebisnis dapat menghilangkan perantara dalam proses transaksi sehingga mampu mengurangi biaya secara keseluruhan. Machine learning juga telah membuat proses ini lebih sederhana dengan menganalisis pola pencarian seseorang dan membuat daftar yang lebih sesuai dengan keinginan konsumen.

Baca juga Peran Teknologi Blockchain dalam Membantu Perekonomian Pekerja Seni di Masa dan Pasca Pandemi

Dengan menggabungkan customer relationship management (CRM) dan data pasar, teknologi AI juga dapat membantu agen dan broker memprediksi sewa di masa depan serta nilai rumah di pasar tertentu dengan lebih baik. AI juga digunakan dalam berbagai langkah proses hipotek, mulai dari menemukan jenis pinjaman yang sempurna bagi konsumen hingga menemukan investor yang tepat terkait pinjaman tersebut.

Teknologi ini juga mampu membangun model keuangan untuk klien dan menunjukkan kepada mereka berapa banyak uang yang konsumen butuhkan di setiap tahun. Kemudian menunjukkan kepada konsumen terkait potensi mereka dalam menghemat biaya dengan berinvestasi pada properti yang potensial.

Singkatnya, terdapat perubahan dalam demografi konsumen, perilaku pembelian, dan perjalanan pembelian. Hal ini memaksa pengembang untuk mengadopsi media digital yang lebih efisien untuk terlibat dengan konsumen. Sehingga, hal tersebut mampu mendorong kecepatan penjualan, keterlibatan konsumen, pengurangan biaya, dan peningkatan margin sebagai area fokus utama bagi pengembang.

Sumber: https://economictimes.indiatimes.com/industry/services/property-/-cstruction/hc-dismisses-relcon-plea-against-lic-in-sobo-realty-revamp-case/articleshow/90038260.cms

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here