Pembatasan Penggunaan Energi bagi Penambang Bitcoin di Kazakhstan

Penambang Bitcoin (BTC) dan altcoin yang melarikan diri dari tindakan keras kripto China ke negara tetangga di Kazakhstan telah mengalami kemunduran baru. Hal tersebut dapat diketahui dengan tanda-tanda jaringan negara yang mungkin berjuang untuk menangani peningkatan permintaan.

Pada bulan musim dingin, Kementerian energi mulai memberikan peringatan dengan pengumuman bahwa gangguan telah dialami di tiga pembangkit listrik terbesar di negara itu. Menurut laporan yang ditulis oleh Per Plus World, kementerian telah memberikan tanggapan dengan membuat rancangan undang-undang yang akan membatasi total kapasitas instalasi penambangan kripto yang beroperasi di Kazakhstan hingga maksimum 100 MW.

Baca juga Tindakan Keras Pemerintah China terhadap Bitcoin Merupakan Kemenangan Besar bagi Industri Pertambangan Amerika Serikat

Terkait dengan hal tersebut, para penambang menerima pukulan paling keras karena jika diadopsi, rancangan undang-undang itu juga akan membatasi produksi di masing-masing pusat dengan fasilitas sehingga mereka tidak dapat mengonsumsi listrik lebih dari 1 MW.

- Advertisement -

Pemerintah juga akan mengenakan tarif tambahan penambangan kripto sebesar $0.0024 per kilowatt energi yang dikonsumsi. Sejak bulan Agustus 2021, penambangan kripto merupakan area bisnis dan pertumbuhan utama di Kazakshtan dengan sumbangan angka sebesar 18.1% hari hashrate Bitcoin bulanan rata-rata global. Data tersebut disampaikan oleh University of Cambridge.

Akan tetapi, tampaknya pertumbuhan bisnis pertambangan domestik dan masuknya penambang China mampu memperluas jaringan ke titik puncaknya. Di wilayah Commonwealth of Independent States (CIS), penambangan kripto telah menyebabkan adanya kekacauan yang ditandai dengan adanya pemadaman listrik terkait penambangan tersebut.

Hal ini kemudian menyebabkan adanya kerusuhan sosial selama beberapa bulan di negara bagian Abkhazia secara de facto. Wilayah Rusia pun juga telah mengeluhkan masalah terkait listrik akhir-akhir ini.

Melalui siaran pers, kementerian energi Kazakhstan mengatakan bahwa unit daya besar dengan kapasitas 500 MW di pembangkit Ekibastuz GRES-1 dan Ekibastuz GRES 2 mengalami kegagalan terkait masalah boiler di pembangkit EEC JSC sehingga terjadi penurunan daya generasi. Meskipun tidak menyebut kripto secara langsung, akan tetapi waktu rancangan undang-undang tersebut tampak menunjukkan bahwa di antara keduanya terdapat korelasi.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/bitcoin-miners-blamed-for-energy-issues-as-kazakhstan-looks-to-limit-mining.htm

Penambang Bitcoin (BTC) dan altcoin yang melarikan diri dari tindakan keras kripto China ke negara tetangga di Kazakhstan telah mengalami kemunduran baru. Hal tersebut dapat diketahui dengan tanda-tanda jaringan negara yang mungkin berjuang untuk menangani peningkatan permintaan.

Pada bulan musim dingin, Kementerian energi mulai memberikan peringatan dengan pengumuman bahwa gangguan telah dialami di tiga pembangkit listrik terbesar di negara itu. Menurut laporan yang ditulis oleh Per Plus World, kementerian telah memberikan tanggapan dengan membuat rancangan undang-undang yang akan membatasi total kapasitas instalasi penambangan kripto yang beroperasi di Kazakhstan hingga maksimum 100 MW.

Baca juga Tindakan Keras Pemerintah China terhadap Bitcoin Merupakan Kemenangan Besar bagi Industri Pertambangan Amerika Serikat

Terkait dengan hal tersebut, para penambang menerima pukulan paling keras karena jika diadopsi, rancangan undang-undang itu juga akan membatasi produksi di masing-masing pusat dengan fasilitas sehingga mereka tidak dapat mengonsumsi listrik lebih dari 1 MW.

Pemerintah juga akan mengenakan tarif tambahan penambangan kripto sebesar $0.0024 per kilowatt energi yang dikonsumsi. Sejak bulan Agustus 2021, penambangan kripto merupakan area bisnis dan pertumbuhan utama di Kazakshtan dengan sumbangan angka sebesar 18.1% hari hashrate Bitcoin bulanan rata-rata global. Data tersebut disampaikan oleh University of Cambridge.

Akan tetapi, tampaknya pertumbuhan bisnis pertambangan domestik dan masuknya penambang China mampu memperluas jaringan ke titik puncaknya. Di wilayah Commonwealth of Independent States (CIS), penambangan kripto telah menyebabkan adanya kekacauan yang ditandai dengan adanya pemadaman listrik terkait penambangan tersebut.

Hal ini kemudian menyebabkan adanya kerusuhan sosial selama beberapa bulan di negara bagian Abkhazia secara de facto. Wilayah Rusia pun juga telah mengeluhkan masalah terkait listrik akhir-akhir ini.

Melalui siaran pers, kementerian energi Kazakhstan mengatakan bahwa unit daya besar dengan kapasitas 500 MW di pembangkit Ekibastuz GRES-1 dan Ekibastuz GRES 2 mengalami kegagalan terkait masalah boiler di pembangkit EEC JSC sehingga terjadi penurunan daya generasi. Meskipun tidak menyebut kripto secara langsung, akan tetapi waktu rancangan undang-undang tersebut tampak menunjukkan bahwa di antara keduanya terdapat korelasi.

Sumber:

https://cryptonews.com/news/bitcoin-miners-blamed-for-energy-issues-as-kazakhstan-looks-to-limit-mining.htm

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here