Pembayaran Upah dalam Cryptocurrency untuk Memikat Pekerja Generasi Muda

Stephen Gerrits bercerita bahwa ia diberi upah dalam cryptocurrency sebagai seorang pekerja paruh waktu di sebuah perusahaan rintisan. Gerrits adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengenyam pendidikan di Clemson University, South Carolina.

Sebagai pegawai paruh waktu di SharpRank, Gerrits bekerja selama delapan hingga sepuluh jam seminggu. Pemuda ini berpendapat bahwa upah yang dibayarkan dalam bentuk uang digital merupakan sebuah kesempatan dan ia berpandangan bahwa cryptocurrency akan membawa hasil lebih.

Ia mengakui bahwa upah yang dibayarkan dalam bentuk kripto hampir setara atau bahkan lebih dari penghasilnya dalam bentuk uang tunai. Namun, Gerrits meyadari ada beberapa risiko di lingkup kripto seperti fluktuasi nilai kripto dan ia memantau perkembangan harga pasar beberapa kali seminggu karena ia termasuk pemegang kripto.

Baca juga Menurut Sebuah Laporan, RUU Cryptocurrency India Tidak akan Diusulkan pada Sesi Musim Dingin Parlemen

- Advertisement -

“Sebagian besar, saya hanya membiarkan aset itu berkembang tanpa tindakan apapun. Agak menyenangkan ketika nilai aset itu naik, tetapi ketika turun itu sama sekali tidak menyenangkan,” kata Gerrits.

Di sisi lain, pemuda ini menceritakan bahwa ia memiliki simpanan lain untuk membayar sewa tempat tinggal dan kebutuhkan pokok. Ia melihat cryptocurrency sebagai aset yang layak untuk berinvestasi.

Chris Adams, pendiri dan CEO SharpRank, menyatakan bahwa dirinya mengikuti perkembangan arus dan tren yang terjadi di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, SharpRank menggunakan cryptocurrency sebagai salah satu daya tarik untuk menggaet generasi muda agar bekerja di perusahaannya.

SharpRank adalah sebuah lembaga independen untuk pembuat peluang, perusahaan ini menggaet mahasiswa berpengaruh di komunitas mereka dan menunjuk mereka sebagai duta perusahaan dan pemasaran. Adams mengatakan bahwa ia ingin mengarahkan SharpRank ke jalur yang berbeda dari perusahaan lain, terutama dengan alasan SharRank masih bergerak sebagai perusahaan rintisan.

Adams mengatakan mayoritas karyawan SharpRank menerima upah dalam bentuk cryptocurrency. Ia mengambil kesimpulan bahwa upah dalam bentuk cryptocurrency menjadi prestise tersendiri bagi karyawan perusahaannya.

“Banyak teman saya telah lulus dan bekerja di lingkup ‘dunia orang dewasa.’ Mereka bercerita bahwa mereka ingin dibayar sebagian dalam bentuk kripto,” kata Gerrits.

Semakin tinggi minat generasi muda mendapat upah dalam cryptocurrency, semakin banyak pula perusahaan menjadi lebih kreatif untuk menarik bakat unggulan generasi tersebut, salah satu daya tarik yang perusahaan gunakan adalah dengan menawarkan sistem pembayaran upah dalam bentuk kripto kepada mereka.

Sumber: https://www.cnbc.com/2021/12/20/more-businesses-offer-pay-in-cryptocurrency-in-a-bid-to-lure-young-workers.html

Stephen Gerrits bercerita bahwa ia diberi upah dalam cryptocurrency sebagai seorang pekerja paruh waktu di sebuah perusahaan rintisan. Gerrits adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengenyam pendidikan di Clemson University, South Carolina.

Sebagai pegawai paruh waktu di SharpRank, Gerrits bekerja selama delapan hingga sepuluh jam seminggu. Pemuda ini berpendapat bahwa upah yang dibayarkan dalam bentuk uang digital merupakan sebuah kesempatan dan ia berpandangan bahwa cryptocurrency akan membawa hasil lebih.

Ia mengakui bahwa upah yang dibayarkan dalam bentuk kripto hampir setara atau bahkan lebih dari penghasilnya dalam bentuk uang tunai. Namun, Gerrits meyadari ada beberapa risiko di lingkup kripto seperti fluktuasi nilai kripto dan ia memantau perkembangan harga pasar beberapa kali seminggu karena ia termasuk pemegang kripto.

Baca juga Menurut Sebuah Laporan, RUU Cryptocurrency India Tidak akan Diusulkan pada Sesi Musim Dingin Parlemen

“Sebagian besar, saya hanya membiarkan aset itu berkembang tanpa tindakan apapun. Agak menyenangkan ketika nilai aset itu naik, tetapi ketika turun itu sama sekali tidak menyenangkan,” kata Gerrits.

Di sisi lain, pemuda ini menceritakan bahwa ia memiliki simpanan lain untuk membayar sewa tempat tinggal dan kebutuhkan pokok. Ia melihat cryptocurrency sebagai aset yang layak untuk berinvestasi.

Chris Adams, pendiri dan CEO SharpRank, menyatakan bahwa dirinya mengikuti perkembangan arus dan tren yang terjadi di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, SharpRank menggunakan cryptocurrency sebagai salah satu daya tarik untuk menggaet generasi muda agar bekerja di perusahaannya.

SharpRank adalah sebuah lembaga independen untuk pembuat peluang, perusahaan ini menggaet mahasiswa berpengaruh di komunitas mereka dan menunjuk mereka sebagai duta perusahaan dan pemasaran. Adams mengatakan bahwa ia ingin mengarahkan SharpRank ke jalur yang berbeda dari perusahaan lain, terutama dengan alasan SharRank masih bergerak sebagai perusahaan rintisan.

Adams mengatakan mayoritas karyawan SharpRank menerima upah dalam bentuk cryptocurrency. Ia mengambil kesimpulan bahwa upah dalam bentuk cryptocurrency menjadi prestise tersendiri bagi karyawan perusahaannya.

“Banyak teman saya telah lulus dan bekerja di lingkup ‘dunia orang dewasa.’ Mereka bercerita bahwa mereka ingin dibayar sebagian dalam bentuk kripto,” kata Gerrits.

Semakin tinggi minat generasi muda mendapat upah dalam cryptocurrency, semakin banyak pula perusahaan menjadi lebih kreatif untuk menarik bakat unggulan generasi tersebut, salah satu daya tarik yang perusahaan gunakan adalah dengan menawarkan sistem pembayaran upah dalam bentuk kripto kepada mereka.

Sumber: https://www.cnbc.com/2021/12/20/more-businesses-offer-pay-in-cryptocurrency-in-a-bid-to-lure-young-workers.html

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here