Pemulihan Hashrate Penambangan Bitcoin Lebih Cepat dari Perkiraan

Penambangan Bitcoin (BTC) kini telah dinyatakan pulih pasca kebijakan awal tahun yang dikeluarkan oleh Cina terkait kripto. Secara efektif, kebijakan melarang penambangan kripto tersebut mampu menutup lebih dari setengah penambang dunia dalam semalam. Pemulihan penambangan dinilai dengan menggunakan hashrate.

Perlu kita ketahui bahwa Cina merupakan pusat bisnis yang menyumbang 65% hingga 75% hashrate penambangan Bitcoin global. Namun, pasca larangan terhadap penambangan cryptocurrency tersebut diumumkan, lebih dari setengah hashrate penambangan Bitcoin menghilang dari jaringan global.

Berdasarkan data Blockchain.com, jaringan tersebut telah pulih dari kerugiannya pada Jumat, 10 Desember. Diketahui bahwa dalam lima bulan, hashrate jaringan mengalami peningkatan sebesar 113%.

Baca juga Pasca Penurunan Akibat Pelarangan Penambangan Cina, Kini Hashrate Bitcoin Kembali ke Posisi Semula

- Advertisement -

Ketika setengah dari jaringan Bitcoin menghilang, beberapa ahli memperkirakan bahwa penambang Amerika Utara akan kembali beroperasi. Perkiraan tersebut dibuat terkait waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan jaringan ke puncak sebelumnya. Hasilnya, tidak ada yang percaya bahwa jaringan akan dapat pulih pada akhir tahun ini.

Beberapa analis mengatakan bahwa pemulihan cepat pada jaringan Bitcoin terjadi karena Amerika Serikat meletakkan infrastruktur untuk menjadi penambangan baru di negaranya. Hal tersebut berkaitan dengan upaya AS yang tengah meningkatkan kapasitas hostingnya. Terlebih, infrastruktur pertambangan AS telah mengalami pertumbuhan secara signifikan.

Peningkatan pesat industri pertambangan di AS didorong oleh keberadaan pasar modal dan instrumen keuangan yang matang. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak bisnis Amerika yang dapat tumbuh dengan cepat setelah memperoleh pembiayaan dengan memanfaatkan rekam jejak kesuksesan dan uang yang ada sebagai jaminan.

Kondisi tersebut membuat Amerika Serikat mampu melampaui Cina sebagai tujuan utama penambangan Bitcoin untuk pertama kalinya. Namun, hal tersebut tidak sesederhana yang tampak di permukaan. Banyak penambang yang tidak memiliki kecukupan sarana finansial untuk melakukan emigrasi dari Cina. Sebagian dari mereka menggeser operasi mereka melalui bawah tanah untuk mendapatkan pasokan energi seperti listrik.

Meskipun begitu, dengan segala alasan yang melatar belakanginya, pemulihan Bitcoin lebih cepat dari perkiraan berbagai pihak. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan ketahanan industri pertambangan global.

Sumber: https://www.cnbc.com/2021/12/10/bitcoin-network-hashrate-hits-all-time-high-after-china-crypto-ban.html

Penambangan Bitcoin (BTC) kini telah dinyatakan pulih pasca kebijakan awal tahun yang dikeluarkan oleh Cina terkait kripto. Secara efektif, kebijakan melarang penambangan kripto tersebut mampu menutup lebih dari setengah penambang dunia dalam semalam. Pemulihan penambangan dinilai dengan menggunakan hashrate.

Perlu kita ketahui bahwa Cina merupakan pusat bisnis yang menyumbang 65% hingga 75% hashrate penambangan Bitcoin global. Namun, pasca larangan terhadap penambangan cryptocurrency tersebut diumumkan, lebih dari setengah hashrate penambangan Bitcoin menghilang dari jaringan global.

Berdasarkan data Blockchain.com, jaringan tersebut telah pulih dari kerugiannya pada Jumat, 10 Desember. Diketahui bahwa dalam lima bulan, hashrate jaringan mengalami peningkatan sebesar 113%.

Baca juga Pasca Penurunan Akibat Pelarangan Penambangan Cina, Kini Hashrate Bitcoin Kembali ke Posisi Semula

Ketika setengah dari jaringan Bitcoin menghilang, beberapa ahli memperkirakan bahwa penambang Amerika Utara akan kembali beroperasi. Perkiraan tersebut dibuat terkait waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan jaringan ke puncak sebelumnya. Hasilnya, tidak ada yang percaya bahwa jaringan akan dapat pulih pada akhir tahun ini.

Beberapa analis mengatakan bahwa pemulihan cepat pada jaringan Bitcoin terjadi karena Amerika Serikat meletakkan infrastruktur untuk menjadi penambangan baru di negaranya. Hal tersebut berkaitan dengan upaya AS yang tengah meningkatkan kapasitas hostingnya. Terlebih, infrastruktur pertambangan AS telah mengalami pertumbuhan secara signifikan.

Peningkatan pesat industri pertambangan di AS didorong oleh keberadaan pasar modal dan instrumen keuangan yang matang. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak bisnis Amerika yang dapat tumbuh dengan cepat setelah memperoleh pembiayaan dengan memanfaatkan rekam jejak kesuksesan dan uang yang ada sebagai jaminan.

Kondisi tersebut membuat Amerika Serikat mampu melampaui Cina sebagai tujuan utama penambangan Bitcoin untuk pertama kalinya. Namun, hal tersebut tidak sesederhana yang tampak di permukaan. Banyak penambang yang tidak memiliki kecukupan sarana finansial untuk melakukan emigrasi dari Cina. Sebagian dari mereka menggeser operasi mereka melalui bawah tanah untuk mendapatkan pasokan energi seperti listrik.

Meskipun begitu, dengan segala alasan yang melatar belakanginya, pemulihan Bitcoin lebih cepat dari perkiraan berbagai pihak. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan ketahanan industri pertambangan global.

Sumber: https://www.cnbc.com/2021/12/10/bitcoin-network-hashrate-hits-all-time-high-after-china-crypto-ban.html

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here